Pages

Kamis, 26 April 2012

Hujan

Yak, selamat datang kembali, Hujan

Kali ini kamu datang dengan tenang dan pasti
Rintik airmu tidak deras tapi tegas
dan tentu saja terus
Mematikan banyak aktivitas di luar
Dan menghidupkan kembali fungsi rumah
Karena siapa betah ada di luar saat hujan?


Omong-omong apa yang disampaikan tanah kepadamu?
Saat kau menyentuhnya dengan riakmu,
apa yang kau dengar darinya?

Adakah dia mengeluh tentang hasil kebun?
Atau padi mungkin?
Atau tentang tangan-tangan tak tahu diuntung yang sengaja datang merusaknya?
Ahh tentu kamu punya banyak cerita, Hujan


Lalu, udara apa ikut berkomentar?
Bahwa udara bersih dan harum semakin susah untuk dijumpai
Karena makhluk yang mengoarkan dirinya sebagai makhluk tertinggi ini
terlalu sombong untuk mengalah dan rendah hati kepada alam


Ah, Hujan
Betapa daun, bunga, akar senang menjumpai kamu

Senin, 23 April 2012

Partikel, Supernova dan Penciptanya


She is just so…. Amazing

Ini mengenai Partikel, tapi bukan review. Ini hanya deretan kata yang mencoba mewakili perasaan saya tentang Partikel dan Dewi Lestari.

Seperti ratusan ribu (atau mungkin jutaan) penggemar Supernova, saya juga satu diantara mereka yang menunggu. Bedanya, mereka menunggu selama 8 tahun, sedangkan saya hanya 2 bulan. Benar, Supernova 1,2,3 baru bisa saya baca pada februari 2012 kemarin. Dua bulan sebelum partikel terbit.

Gaung supernova sebenarnya sudah saya dengar sejak 2002 yaitu KPBJ dan tentu saja kontroversi dari symbol Ohm pada Supernova 2 (Akar). Saat 2002 itu, kakak dari teman kos saya, sebenarnya memiliki Supernova dan juga sempat dibaca oleh sahabat saya. namun saat itu, tanggapan dari sahabat saya membuat saya tidka begitu tertarik untuk membacanya.

Saya bersyukur saya membaca Supernova sekarang ini. Bukan sepuluh tahun lalu disaat konspe saya mengenai hidup juga belum seutuhnya utuh. Membaca supernova disaat ini, ketika Pertanyaan dan Jawaban seliweran dalam kisah hidup saya, membuat saya tahu bahwa Supernova bukan sekedar buku hiburan biasa, didalamnya ada suatu perjalanan yang membuat pikiran ini mau tak mau berpikir kemudian mendapat jawaban atau malah pertanyaan baru.

Partikel

Dulu saat coas bagian kandungan di Rumah Sakit. Saya suka melihat ibu hamil yang di usg. Melihat pergerakan janin tersebut merupakan suatu hal istimewa yang menyadarkan bahwa kehidupan bukan saja dimulai saat kelahiran sehingga diperingati menjadi hari jadi, namun kehidupan sudah ada bahkan mungkin sebelum sel telur dan sperma saling menyentuh.

Begitu juga dengan proses kreatif Partikel, bersyukur untuk twitter yang kemudian membuat saya semakin merasa dekat dengan idola saya Dewi Lestari. Karena saya dapat ‘mengikuti’ cipratan pikiran dan rasanya yang sempat dia luapkan lewat twitter. Sehingga ketika membaca Partikel, saya kadang mengingat satu dua twitnya Dewi Lestari dulu yang pernah menyinggung bagian dari anaknya, Partikel.

Mengenai Zarah Amala, tokoh utama dalam Partikel yang kembali membuat saya tertegun. Bagaimana seorang Dewi Lestari dapat menghidupkan karakter yang terasa benar-benar hidup dan benar-benar manusia. Sebelumnya, saya sudah jatuh cinta duluan dengan Bodhi dan Elektra yang dengan kekurangan serta kelebihannya dapat menyerap semua perhatian dan menyatukan semua suara yang telah membaca untuk berkata, ‘mereka hebat’.

Saya rasa, Zarah Amala mewakili banyak wanita muda yang kehilangan kepercayaanya kepada manusia. Yang diberondong ‘jatuh dan tertimpa tangga’, mulai dari keretakan dalam rumah tangga, percintaan dan persahabatan. Dan Zarah seharusnya menjadi panutan, bahwa kita seharusnya tetap bangkit dari kekecewaan dan bukan malah terpuruk serta membusuk bersama kenangan buruk masa lalu.

Bodhi, Elektra, Zarah (dan pastinya juga Alfa) adalah manusia-manusia muda yang berkarakter luar biasa. Kesamaan mereka dalam hal keluarga adalah semuanya memiliki trauma tersendiri. Bodhi yang dibuang (atau dititipkan) di pohon asam, Elektra yang mama dan papanya sudah meninggal, Zarah yang ditinggal Ayah serta belum memaafkan ibunya. (Biasanya) anak-anak dengan latar belakang broken home seperti itu larinya justru ke sesuatu yang negative, ataupun jika bertumbuh, hidup dalam kepahitan. Namun tidak bagi ketiga tokoh itu. Mereka survive berjuang dan hidup serta memberi arti.

Sebagai pembaca, saya berusaha untuk tidak melihat bodhi, Elektra dan Zarah sebagai sosok yang luar biasa, yang hanya ada 3 biji di dunia. Mereka bertiga selayaknya merepresentasikan kita. Manusia biasa yang penuh kekurangan namun sebenarnya mempunyai talenta luar biasa untuk dikembangkan. Hanya jika kita mau. Hanya jika kita gigih berusaha seperti juga mereka.

Dewi Lestari kembali membuat saya tercengang, melongo, berdecak, menggelengkan kepala atas kesungguhannya dalam menggarap karya. Untuk penulis sekelas dia, sebenarnya membuat cerpen cinta-cintaan biasa sekalipun sudah cukup untuk menarik hati jutaan pembaca. Namun Dewi tetap memperlakukan anak ke delapannya dengan begitu telaten. Dia mengadakan riset, membaca banyak buku dan menerjemahkan banyak jurnal untuk dijadikan suatu bacaan yang walau berisi dan bergizi tetap membuat kami kelaparan.

Untuk Dewi Lestari, apalagi yang dapat saya ucapkan selain terima kasih.
Terima kasih sudah mau setia menekuni panggilan.

Semoga, bacaan partikel bukan sambil lalu saja kami nikmati. Tapi pesan yang ingin anda sampaikan juga dapat kami kerjakan. Demi bumi. Demi semesta. Demi kedamaian. Dan tentu saja demi Sang Pemilik Semesta.

Jumat, 13 April 2012

Katakan Selamat Pagi

Pagi datang, dan kamu menyambutnya dengan, "Selamat"
Seolah perjuangan pagi untuk menyentuhmu begitu rintang
Sehingga patut diberi selamat.

Mungkin juga demikian

Aku tak begitu peduli makna 'Selamat Pagi'
Bagiku, kalaupun memang pagi haruslah diberi selamat
Aku akan turut meramaikannya
Itu jadi alasan bagiku untuk mewarnai pagimu

Diluar, langit putih berawan
Cuaca sedang sedih
Tapi itu adalah satu cara bagi dia memaknai pagi.

Bagaimana cuacamu?
Jika memang sedang galau,
Jadilah jantan seperti cuaca,
Tak pernah sembunyikan keadaan hatinya.

Kamu, Selamat Pagi

Selasa, 10 April 2012

Permen



Banyak hal yang terasa manis tapi merusak.



Permen misalnya. Siapa yang tidak suka permen? Barang murahan ini mulai dari anak kecil baik yang tinggal di pedesaan maupun yang di perkotaan suka permen. Orang dewasa, baik itu nenek-nenek yang memamah sirih pinang maupun para anggota dewan yang terhormat itu semua suka permen.



Padahal, permen itu tak ada nilai gizinya, yang ada dia hanya akan merusak gigi. Menyebabkan pertumbuhan bakteri dalam mulut kian subur saja.



Tapi lihat, produksi dan penjualan permen terus melunjak dengan bertambahnya begitu banyak jenis permen. Masyarakat sekarang semua sudah pintar. Mereka tau akan efek destruktif dari permen tapi tetap saja mengkonsumsi bukan?



Permen itu mungkin hanya hal kecil. Ada hal yang lebih besar yang juga memiliki sifat yang sama dengan permen.



Tidak usah saya contohkan. Kamu pasti tahu.



Permen kita itu selalu ada didepan mata, menunggu untuk diemut, menanti untuk disikat. Dia duduk manis sambil tersenyum menggoda. Dia tak ada rasa bersalah, karena dia tercipta untuk menggoda.



Sekarang tinggallah kita, manusia lemah yang berjuang untuk lepas dari permen. Berusaha dengan kekuatan sendiri untuk lepas dari pengaruhnya. Walau enggan. Karena seperti yang ku katakan tadi, permen itu manis dan menggoda.



Atau kita tak akan pernah bisa lepas dari dia jika kita tetap gunakan kekuatan kita?

Entahlah.

(Mungkin) disinilah peran dari T.



Buat T :

Permen itu ada bukan untuk merusak tapi untuk menyadarkan, untuk mendekatkan, untuk membuat kita berjaga-jaga. Permen bukan berasal dari T, tapi T peduli akan efek destruktif permen. T, saya minta tolong dan mohon ampun.

Menulis sambil memandangi permen. 

gambar dari ourcandyheaven.tumblr.com

Minggu, 08 April 2012

Mencinta untuk hari ini

Aku ingin berbagi cinta denganmu hari ini dan hanya hari ini
Bukan karena aku tak percaya esok
Kuumpamakan esok itu seperti nona misterius dengan baju hitam panjang dan muka tak terlihat
Untuk apa kita membuntutinya, hanya akan menambah was-was ketakutan saja.

Bagiku, esok adalah hari ini untuk esok
Sehingga aku tak suka memakai kata itu
Cukup hari ini, saat ini dan akan seperti itu. Selalu.

Hari ini ada matahari, langit, angin dan kamu
Lalu apalagi yang kupinta?

Kamu tahu,
Burung bebas terbang ke mana saja
Angin boleh bertiup ke arah apa
Bumi punya hak untuk berputar

Tapi kamu,
Jangan beranjak tanpa aku.

Dan hari ini, walau akan berlalu, percayalah akan selalu ada ‘kata hari’ ini untuk kita.


S*nday. How come I spell Sunday without U? :)

Untuk hari minggu. hari ini. Hari kita.

Paskah dan Proyek

Paskah pertama di kota Soe setelah 10 tahun paskah di Jawa. Dan kesan saya, seru!



Dimulai dari kelengkapan perjamuan hari kamis, perjamuan hari jumat, ibadah jumat agung, ibadah paskah, pawai obor dan kegiatan sekolah minggu saya menikmatinya.



Tadi subuh dijemput yosua, enjel, teti dan lainnya untuk ikutan pawai obor. Ya walaupun semrawut sih, tapi lumayan lah. Semrawutnya karena ada barisan motor yang ikut meramaikan dnegan gas-gas motor ngga jelas. Tapi suasana paskahnya tetap terasa kok. Ada rukun jemaat yang niat sekali mempersiapkannya. Semua yang ikut memakai jubah dan ada drama ditengah pawai. Masing-masing ada tokoh yang diperankan seperti Yesus yang memanggul salib, para prajurit yang melecut dan perempuan yang mengikuti.



Kemudian paginya di sekolah minggu juga diadakan lomba untuk para anak-anak. Ada lomba makan kerupuk bagi balita, buka baca alkitab untuk anak-anak SD kelas 4 sampai SMP (btw adik saya juara 3 lo). Kemudian dilanjutkan lomba menghias telur paskah dan lomba mewarnai gambar. Semuanya senang karena dapat hadiah dan makanan. Para orang tua juga ramai berkumpul. Ah, saya senang, semua persiapan tidak sia-sia.



Semoga dapat bertemu lagi di paskah selanjutnya dan mempersiapkan dengan lebih baik lagi.



Btw, saya sedang menyelesaikan suatu proyek. Kali ini berniat bikin novel dengan minimal 50.000 kata. Semoga bisa, ini pengalaman baru dan saya bergairah menyelesaikannya. Tapi memang ya, butuh tekad dan konsep yang kuat untuk menyelesaikan novel. Sejauh ini sudah 8000an kata. Masih banyak, saya berusaha.



emm, menghabiskan waktu dengan orang terkasih itu sukacitanya berlebihan deh :p. Ok, i love this day. Thank God and Thank you

April dan dunia baru


5 April 2012

Halo April.

Bisa dikatakan ini baru kembali megang laptop sejak bulan april. Maklum kesibukan #tsahh

Terhitung 1 april kemarin saya sudah melaksanakan tugas sebagai dokter PTT. Nah disini, saya mau cerita sedikit tentang dokter PTT itu sendiri.

Dalam setahun ada 3 kali dibuka pendaftaran untuk dokter/drg PTT Pusat. Untuk yang bulan april kami sudah mulai mendaftar sejak awal maret. Pengumuman kelulusannya yaitu 17 Maret. Dan bersyukur saya keterima PTT di TTS (Timor Tengah Selatan, ibu kota kabupatennya SoE, kampung halaman saya). dari hampir 2000 pendaftar yang diterima 580an (kalau tidak salah) dan tersebar ke seluruh Indonesia selain jawa dan bali. Apa yang menjadi dasar penerimaannya, juga saya kurang mengerti.

Teman-teman saya FKUB 2005 banyak juga yang mendaftar PTT, beberapa keterima, beberapa belum. Untuk yang belum, saya yakin sudah ada sesuatu yang lebih baik lagi yang tengah dipersiapkan oleh yang diatas :). Dari brawijaya yang menuju ke NTT ada 7 orang. Yaitu : Retha, anin, rizki, Ayu, Mbak Nina yang keterima di Alor, Peter keterima di Sabu dan saya di TTS. Selain saya, mereka semua berangkat dari Surabaya tanggal 2 April.

Tanggal 2 april saya bertemu mereka semua di bandara, pikir saya tidak ada yang menjemput mereka, ternyata sudah ada yang mengantar mereka ke hotel, jadi kami janjian lagi untuk makan malamnya. Waktu malam, om dan tante saya berbaik hati untuk mengantarkan kami ke tempat makan. Jadi kamin menuju hotel pelangi untuk menjemput Retha, Ayu,Anin, Kiki, Mbak Nina yang nginap di sana. Sedangkan Peter nginap di keluarganya. Mereka masih bingung dengan keadaan Kupang. Bingung tapi antusias mencoba makanan khas kupang. Oh ya, ini pertama kalinya mereka datang Kupang. Akhirnya kami ke Mie Jakarta dan mencoba nasi goreng Se’I disana. rasanya : standard lah, se’I nya juga tidak terlalu terasa. Tapi karena sudah pada kelaparan, ya  dihabiskan juga :).

Peter menyusul kami ke sana, kemudian kami makan lagi di jagung bakar el tari sambil cerita-cerita. Enak juga menghabiskan malam disana, apalagi kupang tidak dingin, jadi nyaman saja kalau makan di pinggir jalan malam-malam.

Besoknya, 3 april 2012 kami dokter PTT di NTT mendapat pembekalan di dinas kesehatan propinsi. Acara dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 17.00. disitu kemudian saya berkenalan dengan 7 dokter lain yang bersama saya PTT di TTS. Materi yang disajikan cukup banyak. Terutama tentang penekanan program kesehatan yang sedang digalakkan diseluruh NTT yaitu Revolusi KIA.

Melihat angka-angka serta penyakit-penyakit yang dipaparkan tentang NTT, membuat saya cukup terenyuh, walaupun tidak kaget. NTT masih perlu banyak sentuhan tangan dari mereka-mereka yang mau untuk merubahnya ke arah yang lebih baik. Semoga, amanat ini tidak saya sia-siakan.

Malamnya, saya mengajak teman-teman brawijaya untuk makan di luar, peter kali ini tidak bisa ikut karena ada acara keluarga. Kami menuju ke pasar malam kampung solor. Walaupuns sering ke Kupang, tapi ini pertama kalinya saya ke sini. Kami memesan ikan panggang dan lele goreng. Ikan yang disajikan segar-segar, sambal nya juga enak, kali ini kami puas makan sampai kenyang :).

Besoknya saya ke dinkes lagi mengambil SPPD dan juga bertemu terakhir kali dengan teman-teman brawijaya. Kami makan siang di Serenity, mencoba se’I sapi yang enak dan gurih tapi dikit porsinya ;p. Setelah itu saya berpisah dengan mereka karena harus ke TTS bersama dokter lainnya. sedih juga, tapi saya percaya, kami akan bertemu kembali. 2005 dan brawijaya akan selalu ada di hati.

Dokter PTT di TTS terdiri dari 6 dokter umum yaitu saya, kak Novi, Ani, kak Cherly, Kak Budi, kak Ragam. Sedangkan 2 dokter giginya yaitu mas syahrul dan mbak rani. Semua kami melapor hari ini, 5 April. Setelah bertemu dengan ibu kasubag kepegawaian Dinkes TTS yaitu ibu saya sendiri, hehe, kami pun berkenalan dengan sekretaris dinas kab TTS. Kemudian kami diantar ke PLT kadinkes sekaligus Sekretaris Daerah kab TTS. Semuanya berjalan santai dan lancar. Belum tahu kami akan ditempatkan dimana, kalau saya karena milihnya terpencil jadi mungkin di RSU. Sedangkan teman-teman lainnya milih sangat terpencil sehingga kemungkinan akan di tempatkan di pelosok.

Begitu dulu cerita saya. Doakan kami, biar bisa menjalankan fungsinya dengan baik dan benar.

Have a nice day semuanya. J