Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2009

mood

Menyempatkan diri untuk menulis…

Hoho, sebenarnya kurang tepat juga aku nulis di minggu pagi ini.
Seharusnya dengan sigap sekarang aku harus udah mandi buat ke gereja, ato paling gak begitu buka laptop langsung buatin materi penyuluhan PKNM. Bukannya malah buka-buka facebook, baca catatan orang (hobby sih)

Dan salah satu catatan teman mengganggu pikiranku. Seperti biasalah mood aku emang seperti itu, mudah berganti, mudah diganti. Dan aku sadar sesadar=sadarnya kalo hal ini gak bagus juga. Kan Tuhan menginginkan aku untuk tetap bersukacita. Bersukacita dan bersukacita.
Filipi 4:4  bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan, sekali lagi kukatakan bersukacitalah.
Ini emang sulit, tapi kudu dilakukan. Bersukacita dalam keadaan apapun. Dalam situasi yang bagaimanapun. Entah itu bersukacita di tengah hutan pada malam hari yang gelap tanpa seorang pun, atau tetap bersukacita di sore yang berawan dengan mendung menggantung dan menghalangi pandangan terbenamnya matahari, ataupun di pagi hari yang kel…

saat hujan tiba

Aku sudah lupa bagaimana proses turunnya hujan. Hujan datang dengan semua reaksi kimia-fisika-geologi dan logus logus yang lain.
Yang pasti hujan tentunya menciptakan kenangan bagi penikmatnya,

Pada masa kecilku, aku adalah salah satu penikmat hujan.
Aku sering menikmati hujan dari balik kaca ruang tamu, menatap tetesan hujan yang jatuh dengan keroyokan, menikmati bagaimana tetesan air yang seolah berbaris itu memecah ketika jatuh ke batu. Begitu teratur. Hujan membuat suatu kesenangan sendiri bagiku, karena denagn begitu lamunanku akan menjadi lebih imajinatif dengan turunnya hujan.

Saat hujan tiba, maka sekumpulan tetangga-tetangga kecilku akan berkumpul di depan rumahku yang berhadapan dengan jalan besar, memainkan genangan air di jalan raya, dan menikmati cipratan air yang dihasilkan oleh kendaraan yang ,melaju denngan kecepatan tinggi ketika melintasi genangan tersebut. Mereka bergembira, mereka tertawa, mereka berjingkrak-jingkrak, dan aku menikmati pemandangan itu dengan perasaan…

kasih yang tersimpan di keronkongan

Kalo aku dapat memberi nama sebuah hari, maka ijinkan aku untuk menamakan hari selasa tanggal 25 juni 2002 adalah papa’s day.
Karena di hari tersebut betapa aku merasakan bahagianya punya ayah seperti beliau.
Dan saat ini, setelah tujuh tahun peristiwa itu berlalu, dan kenangan yang ada hanyalah tinggal sepenggal cerita, aku merindukannya.

25 juni 2002
Dan aku adalah remaja, manusia kecil berusia 14 tahun yang saat itu sedang bersiap-siap untuk merantau. Hari itu adalah hari terakhirku bersama papa dan kedua adekku yang tak ikut mengantarku ke malang. Dan hari terakhir itu harus aku manfaatkan betul untuk mengurus banyak hal harus secepatnya selesai sebelum aku mendaftar ke SMA. Dan semua pada hari itu aku lakukan bersama papa. Entah itu adalah suatu berkat ataupun penyulit, hari itu motor papa rusak sehingga semua urusan itu harus dilakukan dengan berjalan kaki. Pikiranku saat itu tak dapat dilukiskan, aku memikirkan betapa sedihnya aku harus meninggalkan adekku cewek berusia 11 tahun, …

Antara cinta, anatomi dan rupiah

Seorang putri bertanya pada pangerannya, ‘Pujaan hatiku, apakah yang engkau cintai dariku? Sang pangeran memandang mesra pada putrinya, menatapnya dengan penuh binar, ‘kekasihku, aku mencintaimu karena anatomi tubuh yang kau miliki, aku mencintai setiap lekuk pada tubuhmu, setiap melihatmu, asmaraku semakin menggelora, sungguh kau membuatku tak dapat berpaling ketika aku menatap mu dan tubuhmu.’ Sang putri tersipu malu mendengar untaian kata dari pangeran. Walau sunguh dalam hati kecilnya dia tidak merasa puas, entah apa itu. Sang pangeran balik bertanya pada sang putrid, ‘bagaimana dengan engkau kekasihku? Jujurlah padaku apa yang paling kau cintai dari diriku?’ sedikit bingung, sang putri menghadapi pertanyaan ini, tertunduk sang putri memikirkan jawaban jujur yang harus dikatakannya, ‘pujaan hatiku, aku mengaggumi fisikmu, aku mengaggumi keperkasaanmu, tapi yang paling membuatku tergila-gila padamu adalah rupiah yang kau kantongi. Aku begitu nyaman ketika berada di dekatmu dan mend…

Tuhan hadir dalam setiaphal remeh

Setelah membaca ‘Tuhan mengapa aku harus pergi ke cina?’(Grace Suryani), aku jadi dibukakan bahwa Tuhan memperhatikan kehidupan kita sampai bagian yang terkecil sekalipun. Dan benar setelah seminggu ini aku ‘mencoba’ memperhatikan hal-hal remeh yang mungkin terlewatkan olehku, aku dapat merasakan bahwa Tuhan itu sangat sangat nyata dalamku. Senyata seorang sahabat yang setia menemaniku, senyata Bapa yang memperhatikan dan menuntunku.

Kemaren aku sama nirmala beli-beli perlengkapan kontrakan baru di hypermart. Awalnya kami sempat was-was soalnya perlengkapan yang kami butuhkan tu lumayan tidak nyambung, yaitu karpet, kompor gas, tali paku, lampu. Tapi puji Tuhan semuanya tersedia dengan lengkap di hypermart. Tuhan tahu kalo kami tidak punya kendaraan sehingga Tuhan memudahkan, bahkan paku pun ada di hypermart. Semuanya sudah terbeli dan akhirnya kami pulang menaruh barang di kontrakan. Terus keluar lagi maunya beli tabung LPG. Waktu itu dompet aku tinggal di kontrakan n bawa duitnya 100…

bersyukur itu indah

Bersyukur itu indah

Quota diatas aku ambil dari judul buku Pdt. Agus Yahya.

Bersyukur itu indah.
Kata dengan makna yang sangat dalam.

Katakan ‘Bersyukur’ sebelum kamu membuka kotak kado ulang tahunmu yang ada di depan pintu kamarmu.
Katakan ‘Bersyukur’ sebelum kamu mengintip kertas hasil studimu.
Katakan ‘Bersyukur’ sebelum pada pagi hari kamu bangun dari tempat tidur dan memulai aktivitasmu yang padat hari itu.
Katakan ‘Bersyukur’ bahkan ketika cuaca diluar hujan dan angin kencang menerpa sehingga kamu harus terkurung dalam rumah dan tidak bisa pergi kemana-mana.
Katakan ‘Bersyukur’ saat kamu mengetahui bahwa tabungan yang sudah kamu siapkan harus dipakai untuk hal lain yang bukan untukmu.

Biasakan mulutmu untuk berkata ‘Bersyukur’, yakinlah bahwa itu adalah kata yang manis, kata yang membuat hatimu tentram, kata yang membuat engkau siap untuk segala realita. Kata yang membuat engkau semakin dewasa.

Bersyukur itu melegakan.
Bersyukur membawa kepuasan.

Bersyukur membuat kamu akan semakin jeli mel…

tawa dan air mata

Dalam dua hari ini, Tuhan mengijinkan aku untuk melewati dua hari yang amat berbeda.
Hari sabtu kemaren, aku dan keempat teman kosan lainnya melayat ke rumah salah satu teman kosku yang ibunya meninggal dunia. Rumahnya di pasuruan. Perjalanan satu setengah jam dari malang. Sebenarnya agak nekat juga sih kami bela-belain dating ke rumahnya, secara kami hanya berbekal bis dan angkot, tapi demi teman apa sih yang nggak. Rosye, teman kosku yang juga ikut ngelayat bilang kayak gini ‘mungkin kita bisa nyumbang duit sebesar apapun, tapi yang mbak dessy butuhin sekarang, justru perhatian kita dan dukungan kita yang kita wujudin lewat dating ke rumahnya’. Dan benar ternyata, mbak dessy menyambut kita dengan hangat, walopun penguburan ibunya udah selesai tapi kedatangan kami cukup mengagetkan dia. Aku senang telah sedikit menghibur temanku. Kami tiba kembali di kos sudah jam delapan malam. Baru beristirahatt sejenak, ada sms masuk, berita duka. Kakak dari teman kuliahku, yang dulu pernah akrab …