Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2009

tidur......zzzzzz

Gak bisa tidur saudara-saudara.
Padahal pengeennnn banget tidur. Tapi gak bisa.

Kemaren abis jaga clerk obgyn, dari jam 3 sore sampe jam 5 pagi. Bagi 2 shift, yang pertama di UGD dari jam 3 itu sampe jam 10 malam. Selama tujuh jam itu gak ada OB sama sekali. Wah untung di kita sebenare. Soalnya aku kemaren tu rada-rada gak niat buat clerk. Huhuhu. Jadinya aku manfaatin waktunya buat ngerjain program PKNM, waktu sisanya ya cerita-cerita sama mbak-mas co assnya. Hehe. Trus lanjut lagi, operan sama kamar bersalin. Awalnya sih sepi-sepi aja, aku dapat kebagian kursi, jadi kalo mau tidur juga sangat memungkinkan, tapi blas gak bisa tidur. Duh padahal pengen banget tidur. Di kaber bisa liat 2partus, trus ada OB lain juga PROM sama satu lagi, n dua-duanya di-SC, tapi clerk gak bisa ngintip. Kaber tenang waktu itu. Makanya aku nyesel banget gak bisa tidur.
Ya sudah karena gak bisa tidur, aku mengkhayalkan tentang kasurku, wah pasti empuk banget ya tidur di kasurku saat ini, ditemani guling n ba…

tipi.... pentingkah??

Aku pindah kontrakan sejak 6 maret 2009, yah hitung-hitung sudah sebulan setengah. Dan selama itu juga aku benar-benar berpisah dengan yang namanya tivi. Secara selama 3 setengah tahun aku hidup bersama adek, jadi harta karun milik bersama, so pas mau pindahan ceritanya kita bagi-bagi hak milik gitu deh. Dan tivi dibawa sama adekku. Jujur ya, aku termasuk salah satu dari sekian juta pemirsa yang setia sama barang elektronik yang satu ini.
Pagi-pagi kalo misalnya kuliahnya siang udah nyetel tivi, nonton gossip kalo gak gitu kartun. Kalo udah siangan nonton berita sama gossip juga. Sore gossip lagi sama sinetron, malemnya acara yang ketawa-ketiwi gitu. Lengkap deh.

Awalnya aku berkelit kalo aku hanya menjadikan tivi sebagai hiburan semata. Padahal perlahan namun pasti aku sudah menjadikan tivi sebagai berhala. Serem baget ya. Tapi bener, rasanya kalo sehari gak liat gossip, wahh kayak gak lengkap gitu deh. Belum lagi nanti di kuliah sama temen-temen ngerumpi acara gossip kalo gak sinetron…

sebelum bertemu denganmu.......

Sebelum bertemu denganmu….

Tulisan ini aku buat untuk kamu, teman terkasihku….

Hidupku sudah sempurna sebelum bertemu denganmu. Aku sudah memiliki Seorang Pujaan yaitu Sahabat Sejati yang adalah Sumber Kasihku. kurasakan hal itu cukup bagiku. Tentu kau juga sudah mengenal dengan baik Sahabat Sejati itu, karena ku yakin DIA juga Sahabatmu. Lalu untuk apa aku kemudian harus bertemu dengan engkau suatu saat nanti? Aku bertanya pada Pujaanku, dan DIA menjawab: “Kau harus dipersatukan bersama teman terkasihmu, bukan untuk memenuhi kebutuhanmu, tapi untuk memenuhi rancangan-KU, aku menginginkan dirimu dan dirinya untuk suatu tujuan yang lebih besar, menjadi terang, membangun suatu keluarga dimana AKU menjadi kepalanya”. Saat itu aku mengangguk tanda mengerti.

Ah temanku, itu sudah lama sekali. Dan kemudian aku pun menjadi tidak sabar, aku terus mendesak untuk segera dipertemukan dengan engkau. Sahabatku hanya diam kala itu. Suatu kali, dimana aku melupakan janji Sahabatku, dengan kehendakku ak…

orang baik = orang bodoh ??

Tentang memanfaatkan kebaikan orang..

Di sekolah mingguku, ada sepasang anak yang karena masalah keuangan keluarga mereka jadi suka meminta-minta. Awalnya kami memberi dengan kasihan, lama-lama merekanya jadi kebiasaan. Sudahlah aku tidak mau membahas itu.

Yang ingin aku bagikan adalah, kita yang serba salah.
Orang baik tu sebenarnya kasihan lho. Kenapa? Iya, soalnya orang baik tu sering dimanfaatkan. Orang baik tu sering ditipu, orang baik tu sering digampangin.
Contoh ya:
-dosen kita tu baek banget, sabar, murah senyum, gak gampang meledak. Justru karena itu, kalo dia yang ngajar, kita jalan santai kalo ke kuliah, ah paling dia gak bakalan marah, baek kok. Kalo tugas, kita ngerjain yah sebegitu adanya, baek kok orangnya, pasti deh nilainya bagus.
-orang baek juga pasti enak kalo disuruh-suruh. Pembawaannya ya pasti nurut. Kalo kepanitiaan gitu, pas lagi panas-panasnya, yang paling direpotin ya orang baek itu. Disuruh beli ini itu, ngetik ini itu. Apalagi kalo udah baik, rajin sigap pula.
-…

I hate this..

Benar, aku gak suka perasaan seperti.
Yaitu disaat banyak hal yang sebenarnya harus dilakukan, tapi akunya malah bersantai-santai ria menikmati lagu di kamar..
Otak ini sudah me-recall hal hal yang harus dikerjakan, tapi ya itu kaki dan tangan tak dapat diajak bekerja sama...
Mana sendirian lagi di rumah.
Dari tadi sudah sms beberapa orang tapi gak ada yang balas.
Tambah komplit...

I hate this situation.
When i know what must i do, but i am too lazy to realize those.

Oh God.
Once again i beg you, give me Your spirit...

Apakah ini adalah salah satu perasaan Yunus, ketika dia dikasih amanat sama Allah untuk pergi ke Ninihwe? Sehingga dia malah melarikan diri ke Tarsis.
Yunus tau dengan sangat pasti bahwa Allah menginginkan dia untuk melayani di Niniwe.
Tapi mengapa Yunus lari dari panggilan ini?

Apa Yunus saat itu juga sdikit merasakan yang aku rasakan? Tau apa yang harus dilakukan, tapi mengalihkan perhatian ke hal lain?
I dunno. . . .

Satu yang ku tahu, mata Tuhan tidak pernah lepas dari Yunus. Mung…