Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2010

Love family

Bersyukur banget. Pas lagi penat2nya di IPD, Tuhan memberi kejutan manis dengan kedatangan mama n nyongki ke Malang. Senang banget tiap hari bisa ngumpul berempat sama Nike. Gak ada yang dapat menggantikan sukacita dalam keluarga. . . Makasi Tuhan, sandra punya mereka.

Perasaan

Apa alasan seseorang pacaran atau lebih jauh lagi menikah?

Kalo pertanyaan itu dilontarkan kepada saya sebulan yang lalu, maka dengan gaya holywood saya akan menjawab, because of love. . .:-P
Tapi saya bersyukur untuk suatu pergumulan yang saya alami satu bulan kemaren. Yang kemudian membawa saya pada satu kesimpulan bahwa, saya tidak dapat menggantungkan keputusan dalam hidup saya berdasarkan perasaan. Karena perasaan saya begitu rapuh, mudah berantakan, mudah diubah-ubah. Perasaan saya bisa seperti cuaca, cerah dan mendung dapat silih berganti. Maka apabila keputusan-keputusan penting saya, saya dasarkan pada perasaan, maka betapa malangnya orang-orang yang terkena dampak perasaan saya.

Sehingga saya bersyukur untuk sebulan ini Tuhan membentuk saya lewat pergumulan perasaan saya. Saya bersyukur, tidak mengambil keputusan gegabah dengan mengikuti apa yang saya rasa. Untuk selanjutnya, jalan hidup saya, keputusan-keputusan yang akan saya ambil biar saya percayakan semuanya pada Tuhan. Tu…

My story is His (God) story

Barusan baca artikelnya Grace Suryani di glorianet, tentang Menyerahkan Hak. Dan bener-bener menjadi jawaban buat pergumulan saya hampir satu bulan ini.
Ehm. . . Tentang pacar saya.
Empat bulan menjalin hubungan LDR, tentu bukan sesuatu yang mudah. Awalnya semua berjalan lancar, dan kemudian saya masuk ke fase saya-jenuh-dengan-hubungan-ini.
Penyebabnya seratus persen dari saya pribadi. Pacar saya seperti biasa selalu sabar menghadapi saya, bahkan ketika saya katakan bahwa saya bosan, dia tetap dapat menerima semuanya. Ok, kembali ke jalur. Mungkin karena jarak, mungkin karena kesibukan, mungkin karena kekhawatiran saya, mungkin karena saya seketika jauh dari TUHAN, maka saya merasa jenuh dengan relationship saya. Dan saya mulai membanding2kan, bahkan sempat berpikir untuk putus saja.
Tapi saya bersyukur tidak mengambil keputusan itu.
Saya lupa bahwa, pacaran adalah juga proses pembentukan Tuhan. Dimana didalamnya Tuhan mengijinkan saya untuk tumbuh dan dibentuk bersama salah seorang anakN…

Mengampuni

Ok. . . . Tiba2 kangen menulis di blog. Rasanya sudah sangat lama saya tidak menulis, entah di laptop ato di blog.

18 hari saya menjalani coas di penyakit dalam. Terlalu banyak pelajaran yang saya dapat disini. Salah satunya jaga yang paling berkesan tanggal 30 januari. Saya jaga di ruang 26. Ruang dengan pasien gawat yang butuh observasi ketat. Saya coas sendirian, dan ada 2 perawat senior. Detil kejadiannya, tidak usah saya ceritakan. Tapi yang terjadi adalah, selama ke2 orang itu dinas, 2 kali saya nangis. Yang pertama masih bisa saya tahan sampe kamar mandi baru nangis. Kejadian kedua sangat menyakitkan hati saya, sehingga saya tidak tahan untuk nangis saat itu juga, didepan pasien yang lagi koma. Tangan ibu itu sampe basah terkena air mata saya. :-)
Jujur, saya sempat sakit hati berat sama perawat itu. Saya sangat merasa rendah di hadapan dia.
Tapi TUHAN itu baik. Saya yakin air mata saya tidak TUHAN sepelekan. Saya mendapat penghiburan ketika mendengar khotbah di gereja. Bahwa kita…