Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2010

bagging

Bagging…

Adalah suatu pekerjaan baru bagi saya ketika masuk ke depertamen baru yaitu Ilmu Kesehatan Anak. Bagging adalah memberi oksigen tambahan lewat ambubag yang dihubungkan langsung dengan saluran nafas penderita disebabkan karena penderita tidak dapat nafas spontan.
Dengan penyakit apapun entah itu karena parunya yang sudah tak berfungsi, perdarahan otak, kelainan jantung, infeksi selaput otak atau apapun, jika si bayi atau anak tak dapat nafas spontan, maka adalah tugas kami para coas alias dokter muda untuk bagging.

Dan itu adalah pekerjaan yang sedikit…sedikit membosankan. Bayangkan berjam-jam kita hanya duduk, dan memainkan tangan untuk bagging. Dan itu memakan waktu bukan satu dua menit tapiiiii dapat berjam-jam. Bisa ketiduran juga lho. :D

Saya baru 5 hari di anak dan baru sekali tadi itu bagging. Dan emang bosan.
Tapi saya ingin menguatkan hati saya selama 2 bulan kedepan.
Pelajaran dari bagging :
1. katanya para calon spesialis anak alias PPDS, ‘Dik, bagging tuh ga semuanya sia…

Ayu dan Gagah

Delapan bulan coas di Rumah Sakit Syaiful Anwar

Ada banyak sekali cerita. Ada banyak canda, lelah, pengalaman, ilmu, penat, duka, ceria, kebersamaan, teman, gossip, dan sebagainya. Saya menikmatinya.

Dari sekian banyak cerita disana, saya ingin berbagi tentang suatu cerita cinta. Semoga menjadi inspirasi.

Kalau ngomongin cerita cinta anak muda saya rasa biasa. Kisah kasih yang penuh emosi, gejolak hasrat kawula muda itu lumrah. Di RSSA tercinta ini saya banyak sekali menyaksikan cerita cinta yang teruji kala sakit.

Adalah nenek Ayu dan kakek Gagah (bukan nama sebenarnya ). Si kakek terkena serangan stroke perdarahan yang sudah meluas mengenai pusat kesadarannya sehingga kesadarannya menurun sampai ke tingkat stupor. Si kakek dirawat di ruang kelas 1. Dan saya adalah coas jaga malam itu yang menerima komplain dari perawat, jikalau keluar perdarahan dari mulut kakek. Saya menghampiri kamarnya, dan disambut ramah oleh nenek Ayu. Saya melihat si kakek, masih nafas spontan, nadi masih kuat, r…

Rujak tanpa mentimun

22 februari 2009
Duniaku ketika kau pergi.

Duniaku ketika kau tak ada seperti rujak tanpa mentimun
Tetap enak, tetap menggiurkan, dan yang paling penting aku tetap menikmatinya.

Duniaku setelah kau tak disana seperti pantai yang kehilangan sebuah kerang, tetap indah, tetap menarik dan yang paling penting tidak sekalipun aku merasa hampa.

Duniaku setelah kau menarik diri, seperti seorang pemain figuran mengundurkan diri di tengah-tengah shooting berlangsung, sutradara ridak akan pusing-pusing memikirkan berhari-hari hal tersebut, karena itu hanyalah peran tidak penting yang akan dengan cepat tergantikan.

dulu ketika kau masih ada dalamku, selalu kubayangkan duniaku yang sepi, hambar, tak bergairah, ternyata setelah kujalani kusadari bahwa kau hanyalah mentimun, kerang, dan pemain figuran bagiku.

Maaf, mungkin terlalu keras kukatakan ini kepadamu, kejujuran kadang tidak menyenangkan.
Sekali lagi kukatakan ini, karena seringkali kau masih berpikir aku lemah tanpamu, aku hanya seongok manusia kar…