Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2010

Pagi

Selamat pagi. . .
Pagi ini saya menulis ketika udara masih dingin, basah dan bersih.
Karena sejenak saya mengingat semua rutinitas pagi di kampung saya.
Anggaplah pagi adalah harapan. Walau kadang saya tak suka pagi, karena membangunkan dari perjalanan mimpi.
Tapi begitulah, pagi adalah hidup saya. Tantangan saya. Dan kisah saya.

Semangat pagi
Semoga udara pagi memberi inspirasi.
Ucapkan syukur untuk pagi barumu.
Dan buatku, jangan terlalu sering berpikir saya.
Itu egois

here, in Malang

Kamu, angin, malam, dingin, Malang.
Kamu dan empat kata setelah itu tak dapat dipisahkan. Kamu dan keempat suasana itu terlalu nyata bagiku.

Melewati waktu ini bersamamu, cukup membuatku terbang. Melayang dan kemudian bertemu angin. Dan selalu angin menggodaku, karena angin mengingat kisah kita.

Siang ini aku menulis. Sendiri. Sambil berharap malam cepat datang. Walau malam ini kita tak bertemu, tapi di malam yang lain, kisah kita berlanjut bukan?

Nuansa malam. Malam yang romantis. Malam yang hitam dan menggoda. Sungguh aku menikmati malam, angin, dingin di Malang bersama kamu.

Dingin itu menyatukan, kau akan otomatis merapat jika dingin. Dan sekali lagi ada kamu disaat dingin. Senyummu menghangatkanku.

Dan di sini di Malang ini. kembali aku bertemu cinta.