Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2010

Jalan Hidup

Gambar
“Mereka bilang saya punya gen kanker”. 
Perkataannya menyentakku. “Dua bulan lalu saya didiagnosa tumor otak, trus dikasih obat anti tumor, kemaren di cek lagi katanya udah ga ada” dia melanjutkan dengan enteng.  “Adik saya, sebelas tahun, sejak tahun lalu masuk rumah sakit karena kanker darah, tapi sekarang sudah dirawat dirumah, dalam keadaan buta dan lumpuh, kankernya sudah menjalar sampai ke sana.” Nada suaranya masih sama ketika dia menceritakan keluhan gatal-gatalnya yang menyebabkan dia berobat ke poli kulit siang itu.
Gadis itu sepertinya baru 20 tahun, masih muda. Muda untuk beban seberat itu. Perkataannya terus terngiang sampai sekarang. Sikapnya dia yang tenang saat menceritakan semuanya tidak luput dari perhatianku. Seandainya saat itu dia menceritakan sambil berkaca-kaca, ataupun terisak-isak, aku akan sangat mengerti, karena itu adalah reaksi yang biasa, sudah seharusnya, tapi ketenangan dia membuat menjadi luar biasa.
Every body has their own problems
Banyak hal di dunia ya…

BENAR DISINI HUJAN

Gambar

Good morning

Gambar
But I never told uWhat I should have saySelamat pagi…
Banyak hal yang memang tak dapat terkatakan. Banyak kata yang hanya tergantung di leher saja dan tak sampai dimuntahkan.
Ada hal yang butuh keberanian besar untuk mengatakan langsung. Sehingga lebih sering terpendam di hati, dan menyesakkan dada.
Ada perkara yang butuh seribu kali pemikiran untuk dikeluarkan. Sehingga walapun menyiksa, lebih baik disimpan untuk diri sendiri.
Entahlah…Kadang hanya memandang iri, ketika adekku 9 tahun berceloteh riang tentang teman-temannya, tentang permainan mereka, tentang sekolahnya, tentang dia yang memukul temannya. Iri melihat dia yang begitu antusias menceritakan tokoh tokoh fiktif kebanggaannya di serial kartun. Iri karena tak dapat sebebas dia mengutarakan semua isi hati, pikiran dan perasaan kepada siapa pun. Ah menjadi seorang anak kecil, betapa menyenangkan.
EntahlahOrang bilang diam itu emas.Kenapa harus emas? Karena menjadi diam itu tidak mudah. Emas karena untuk diam berarti kau sudah berh…

Di dalam hatinya

Februari, 1987
Kampung ini begitu kampung. Bagaimana tidak, sekolah di ibukota Negara, setelah sebelumnya tinggal di ibukota propinsi, dan sekarang ditempatkan di kecamatan ini. Kecamatan dari kabupaten yang juga tertinggal. Bekerja di puskesmas sebagai satu-satunya petugas gizi, berhadapan dengan anak-anak gizi buruk yang banyak sekali dijumpai disini. Sendirian di mess, tidak ada keluarga disini. Beginilah hidup di jaman 80an. Bahkan untuk menghubungi keluarga pun harus menelepon dari kantor dinas, itupun tak dapat berlama-lama dan sering sering, berhubung tarif telepon yang mahal. Dalam kondisi ini pun, maka ungkapan ‘jauh di mata dekat di hati’ seolah hanya nyanyian pujangga gombal yang terlalu sering mengkhayalkan Romeo dan Juliet. Mempunyai pacar di kota, dengan jarak pandang sekitar 130km, apa yang bisa diandalkan? Dan kisah itu berakhir.
Dan Kemudian dia datang. Seorang petugas penyuluhan yang kadang bersama kita melakukan penyuluhan ke puskesmas pembantu. Dia tak banyak bicara…

Friendster - sandra's Photos - haiiiiiii

Friendster - sandra's Photos - haiiiiiii: "me and my beloved family"

sebuah kisah

Gambar
Ijinkan aku menuliskan disini teman, cerita untuk kamu.
Konon, dimulailah persahabatan antara serigala dan domba. Suatu hubungan yang sangat kontras, karena bukankah serigala sering memangsa domba. Tapi mereka berbeda, mereka saling mengasihi, saling percaya dan kau tahu akhirnya hubungan tersebut menjadi suatu kisah kasih yang erat. Tentu saja kerajaan domba menentang hubungan ini, mereka berpikir serigala mempunyai niat tidak baik buat domba, ah... Mungkin karena itu muncul pepatah 'serigala berbulu domba' :-)hehe. Dan akhirnya si domba dijauhkan dari serigala.
Waktu berlalu, serigala mungkin sudah melupakan domba, dia sudah berkeluarga dan terlihat nyaman dengan kehidupannya. Suatu ketika tersiarlah kabar bahwa ditengah padang rumput kerajaan domba, tergeletak seekor serigala tak berdaya. Tak berdaya karena kaki dan badannya tertembak sehingga tidak bisa berdiri apalagi berjalan. Tak seekor dombapun yang berani mendekatinya karena ketakutan akan si serigala. Beda dengan domba…

habis akal namun tidak putus asa

Gambar
'...kami habis akal namun tidak putus asa...'

Bagi yang tidak asing mendengar kalimat diatas, ya... kalimat itu saya kutip dari seseorang yang sudah mengalami banyak penganiyaan maupun penolakan demi sebuah misi.
Tapi tulisan saya berikut mungkin tidak berkaitan dengan suatu misi, maaf untuk Paulus, saya sedang tidak mendistorsi makna sebenarnya kalimat itu.

'habis akal, namun tidak putus asa...'

Terhitung september 07, saya mulai bergulat dengan Tugas Akhir. Mulai dari pembuatan proposal, memulai penelitian april 08, mengganti judul TA yang mengharuskan saya memulai dari awal, mengurus ethical clearance, pendaftaran TA, pengolahan data hingga pembahasan, sampai pada akhirnya pendaftaran ujian.

Habis akal namun tidak putus asa.
Saya rasa semua teman dan sahabat saya, juga merasakan hal yang sama. Ada saat dimana kami excited, ada kalanya kami jenuh (kalo saya mungkin kebanyakan jenuhnya..hehe).
Ada saatnya kami berapi-api, tapi juga pernah muncul rasa ingin muntah begitu meli…

Menjelang UAS terakhir

Gambar
Fenomena 8 semester kuliah di Fak.Kedokteran UB...

Ok. Note ini kubuat murni dari pengalamanku sendiri, murni dari perasaanku sendiri, dan jangan dìgeneralisir dengan teman2 FKUB yang lain. Yang pastinya dibanding diriku mereka adalah mahasiswa rajin dan berprestasi dengan dedikasi yang luar bisa.

Waktu cepat banget bergulir. Gak kerasa udah di akhir semester 8.
Berhubung note ini ditulis di minggu tenang, ceritanya nyerepet2 masalah ujian.

Diawal semester selalu dimulai dengan semangat yang menggebu. Dengan tekad semester ini harus lebih baek dari kemarin. Huahh selalu seperti itu. Jadi ingat waktu awal semester 2, aku sampe buat jadwal harian, detail dari jam 5 pagi sampe tidur malam. Ato awal semester 4, ngeprint kalimat2 pembangkit semangat trus di tempel di tembok depan meja blajar. Teringat kosan lama, dimana2 kutempel kertas2 kecil untuk menyemangati.
Hehehe.
Masalahnya, semangat itu mungkin hanya bertahan 2 minggu awal semester. Hahaha. Setelah itu pada sibuk sendiri, rencananya mau…

Kasihilah dia seperti kau mengasihi dirimu sendiri

Gambar
Sekarang pertanyaannya adalah seberapa besar kau mengasihi dirimu sendiri? Oh tentu aku sangat mengasihi diriku, ku beri makan secukupnya, kuistirahatkan 7 jam sehari, kumandikan 2 kali sehari, ku pasangi pakaian layak, aku sangat mengasihi diriku. Tidak. . . Bukan. . . Bukan itu. Bukan kebutuhan agar tetap hidup yang dimaksud.
Kadang kita terlalu menuntut lebih untuk diri kita sendiri. Standar yang kita berlakukan bagi kita ketinggian. Sehingga ketika kita gagal meloncat untuk mencapai standar, tak segan kita mengutuki diri sendiri. Berimaji andai aku seperti A, kalo saja tubuhku seindah B, uangku sebanyak C, tentunya bla bla bla. Kita tidak peduli bahwa terkadang 'menerima' adalah suatu sikap bijak. Jika sudah demikian bisakah kita mengatakan aku mengasihi diriku sendiri? Sendangkan untuk menerima, mensyukuri diri kita apa adanya kita belum tulus, sehingga harus permak sana sini, menambal ini itu, supaya kita bisa mencintai diri kita. Kalo sudah demikian, kita sering sekali menun…

Diluar dugaan

Besok pagi aku sudah rencana untuk ke kosnya adek, ternyata tak di sangka paginya gerimis datang padahal sebelumnya cuaca cerah.

Aku sudah memikirkan malam minggu yang menyenangkan bersama sahabat-sahabat, ternyata perutku sakit dan harus bolak-balik wc sehingga aku batal ke sana.

Malam ini aku sudah mempersiapkan jadwal konsuk TA buat besok, pikirku ngeprint naskah TA pagi aja, siapa yang bisa menduga kalo ternyata paginya printerku ngadat.

Aku sudah merencanakan pulang, sudah memikirkan hal-hal yang bakal kulakukan disana, di luar prediksiku, aku gagal dalam satu mata kuliah sehingga harus ditunda kepulanganku.

Jauh-jauh hari sudah merencanakan kedatangan mama ke malang, sudah senyum-senyum sendiri bayangin jalan jalan bersama mama. Tapi siapa yang pernah tau, kalo 3 minggu sebelum tanggal yang direncanakan oma jatuh sakit, sehingga mama harus ke manado.

Dan masih banyak lagi....

Banyak hal yang diluar kendaliku. Tapi meskipun sudah sering mengalami hal itu, kadang masih saja berencana ta…

give thanks

Bagaimana cara menikmati hidup? Adalah dengan mensyukuri hidup itu sendiri. Bersyukur untuk keadaan saat ini, tawa dan airmata, sehat juga sakit, kaya atau miskin, sendiri maupun berkawan.
Hidup tanpa rasa syukur dapat membuat kita pertama menjadi orang yang tak pernah puas. Jika kita berhasil mendapat seribu maka kita berusaha untuk bisa mendapat sepuluh ribu. Entah dengan cara apapun. Berusaha mendapat yang terbaik dengan usaha maksimal adalah baik adanya, tapi jika sesuatu yang diobsesikan itu telah menjadi 'tuan' atas kita sehingga kita diperbudak olehnya tentu merupakan koreksi buat kita. Segala sesuatu baik, tapi apakah segala sesuatu berguna? Jika dengan sepuluh ribu kita dapat memberkati banyak orang tanpa ada yang dirugikan, maka lakukan itu. Tapi jika sebaliknya maka bersyukurlah dengan seribu yang kau dapat.

Yang kedua tanpa rasa syukur maka hari-hari kita tercemar dengan keluhan. Mengeluh terus. Panas mengeluh, hujan mengeluh, lapar mengeluh, capek dikit mengeluh, ga…