Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Kenapa Saya Menulis

Gambar
Ini tentang hobi saya yang didapat karena suka membaca

Sejak kapan suka membaca? Sejak saya lancar membaca. Kelas 2 SD, pertama kali dibelikan majalah Bobo saya langsung tertarik. Dan selalu menunggu hari Jumat untuk membaca Bobo, hanya butuh 2 jam untuk menghabiskannya. Selain itu apa yang dibaca? Semuanya. Mama saat itu bekerja di Dinas Kesehatan dan banyak buku-buku cerita bertemakan kesehatan yang sebenarnya membosankan, tapi saya baca. Waktu saya kelas 3 SD, mama dikirimi sebuah kopian kesaksian seseorang yang dibawa Tuhan masuk keluar surga dan neraka, bukan buku, karena hanya diketik di mesin ketik dengan tebal 200 halaman lebih. Mama tidak membaca sampai selesai, tapi saya yang saat itu masih belum genap 8 tahun sudah selesai  membacanya. Di gudang Opa saya berisi banyak buku Dikbud, dan apapun yang ada ceritanya saya baca.

Saya tinggal di kampung, tidak ada toko buku. Gramedia belum ada di Kupang waktu itu, oleh ibu saya, saya sering dibelikan novel novel bekas karangan penga…

Pendosa (jangan) Teriak Pendosa

Gambar
Buat seorang teman, yang dulu pernah jadi saudara, dan sekarang walau mungkin sudah terlupakan, dia masih tetap saudara.

Mungkin ini yang disebut pilihan hidup.

Kadang, kita begitu berlagak pintar mengampanyekan tentang bagaimana hidup baik dan benar itu tanpa pernah mengerti perasaan mereka yang tersudut dan mereka yang menjalani hidup dengan caranya sendiri.

Kadang modal kita beragama,dicampur dengan bumbu doktrin dan dogma membuat kita merasa cukup suci untuk menghakimi dan cukup layak untuk memojokan. Tanpa pernah kita peduli, bahwa Tuhan sekalipun tak pernah memandang sebelah mata pada mereka yang kita anggap salah.

Kadang kita dengan bekal pengetahuan, ilmu, segala macam sumber kebijaksanaan merasa paling banyak hikmat untuk kemudian menganggap diri paling benar serta menyalahkan yang lain.

Di dunia ini yang benar dan yang salah itu setipis kertas bukan?

Paulo Coelho bahkan berani berkata bahwa tidak ada yang benar-benar salah, bahkan jam rusak sekalipun benar dua kali dalam seh…

Bahasan Singkat Divortiare

Gambar
Minggu siang yang mendung mendadak cerah ketika teman saya mengantarkan titipan novel yang dibeli adik saya di Malang. Divortiare, A Very Yuppy Wedding dan Heart Block. Judulnya aja yang kemenggres atau kelatin2an, semuanya novel dalam negeri kok. Dua diantaranya adalah karangan Ika Natassa. Yang akan saya bahas saat ini adalah divortiare, yang baru saja selesai saya lahap.
Pertama kali membaca buku Ika Natassa adalah Antologi Rasa. Saya penasaran setelah twit Dewi Lestari yang merekomendasikan buku tersebut. Saya tak pernah meragukan buku mencantumkan privilege dari Dee. Dan memang Antologi Rasa sangat mengobrak-abrik sense of reading saya. Novel tersebut dapat membuat pembacanya menghayal, nyengir, kesal, berpikir, ingin terus membalikan halaman ketika membaca bagian terakhir novel yang cukup tebal itu (333 hal). Dengan ending yang menimbulkan banyak pertanyaan, Ika Natassa berhasil menciptakan pertanyaan pertanyaan yang menuntut untuk segera dijawab pada benak pembaca.
Buku pertama d…

Membagi Pagi

Datar

Makhluk itu Bernama Perempuan

Gambar
Hanya mereka
Perempuan, apa yang menjadi bahan dasar tulang tulangmu? Sehingga begitu kuat menopang dan menyanggah. Begitu kokoh terlihat ketika vertebrae mu menggendong anak dan os calvaria mu menjunjung bakul berisi sayuran.
Perempuan, mungkinkah jemarimu terbuat dari bahan elastic yang serba bisa? Sehingga kau lentur ketika memasak, menganyam dan menenun Dan juga lentik ketika mengasuh dan membagi kasih pada keluarga.
Perempuan, apa iya otakmu terbuat dari rangkaian kabel rumit yang terkoneksi satu sama lain? Sehingga walau kau sedang rapat sekalipun kau akan tetap memikirkan nanti siang keluargamu akan makan apa.
Perempuan, sepertinya tubuhmu punya sumber energy sendiri, Karena daya tahan manusia yang terbatas kadang tak habis pikir itu tidak berlaku bagimu. Kau begitu bersemangat, bangun jauh sebelum matahari terbit dan beristirahat ketika semua sudah terlelap.
Perempuan, jika kasih adalah aliran sungai, Pastinya di hatimu ada mata air yang tak pernah kering. Mengalirkan sumber kasih tanpa ha…

Hanya Kata

Menawarkan Tumpangan

Pagi ini saya teringat kebaikan hati seseorang yang saya tidak kenal, dan juga tidak mengenal saya.

Kejadian sekitar bulan juli yang lalu. Saya baru pulang dari klinik tempat saya kerja sekitar pukul tujuh lebih, karena memang operan jaganya jam 7. Klinik tempat saya bekerja, terletak di dalam gang. Tapi gangnya cukup besar, sehingga memungkinkan untuk lewat 2 mobil dalam 2 arah. Gang tersebut ramai sekali, apalagi pagi dan sore hari. Sayangnya, tidak ada kendaraan umum yang lewat di gang itu, sehingga kalau seorang pejalan kaki seperti saya ingin naik angkot saya harus berjalan sejauh setengah kilo untuk sampai ke jalan besar.

Saya suka jalan pagi, tapi tidak dengan kondisi ramai, gang tersebut sangat padat kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat. Terutama sepeda motor. Banyak yang lalu lalang, ada yang menggonceng anaknya ke sekolah, banyak juga yang sendirian membawa motor. Saya baru berjalan 50 meter, ketika sebuah sepeda motor berhenti tepat di depan saya. seorang ibu ber…

Matahari itu asin

Gambar
Sepertinya matahari itu asin. Bagaimana kau tahu? Aku mencoba merasakannya saat sengatannya mengenai kulitku. Ya, tapi kau tidak sampai menjilatnya bukan? Tidak, tapi aku yakin, jika punya rasa dia akan asin.

Pagi hari saat melihat matahari sekilas menumbuhkan semangat. Benda angkasa yang ukurannya super makro tersebut memang memiliki pengaruh besar pada hidup setiap manusia. Katanya, matahari sumber energy. Dengan adanya sinar matahari maka tumbuhan dapat berfotosintesis menghasilkan makanan yang kemudian akan dinikmati manusia dan binatang. Bagaimana tidak berenergi? Dari jauh saja kita sudah dapat melihat betapa perkasanya dia. Dari jarak yang amat sangat jauh saja (bumi kalo tidak salah adalah planet urutan keempat jaraknya dari matahari), kita sudah dapat merasakan kegarangan dia saat siang terik.

Katanya bumi bergerak sangat cepat, saking cepatnya kita tidak lagimerasakan apa-apa. Bumi yang sudah bergerak begitu cepat saja membutuhkan waktu satu tahun untuk mengelilingi matahari dala…

belum kerja tidak berarti nganggur

Saya menganggur lagi saudara-saudara :)

Ini kelanjutan cerita saya yang mendadak pulang dari Malang ke Soe.

Awalnya saya pikir, wah kalau saya sudah pulang Soe pasti bakalan sibuk, kesana kemari nganterin laporan trus paling satu dua hari berikut saya langsung kerja. Jadi kayaknya ngga ada waktu nganggur. Apalagi dari nada bicara ayah saya di telpon yang menyuruh saya secepatnya pulang dan jangan ditunda sampai desember.

Ternyata, sampai saat ini sudah dua minggu lebih saya disini, saya masih saja menganggur. Jadi kepulangan saya disini hanyalah untuk menyerahkan surat laporan selesai pendidikan serta permohonan PTT daerah, setelah itu? Nothing selain menunggu. Menunggu jawaban. Dua tiga hari pertama saya masih tenang. Satu minggu saya mulai gelisah. Kemudian tepat satu minggu setelah surat permohonan saya masukan, ayah saya pulang membawa kabar bahwa SK (surat keputusan) keluar tanggal 1 januari 2012 dan saya baru bisa memulai kerja bulan januari itu.

Saya kecewa. Karena saya bosan n…