Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2011

Malangku

Semburat kelabu bercampur jingga


Untuk sekian ribu senja yang ditelan bersama detik penuntut ilmu
Untuk sekian jumlah hari yang dilumat bersama asamnya pengalaman dan garamnya pendidikan
Untuk sekian jejak jejak kaki yang tertanam, terhapus dan hampir terlupakan di setiap pinggiran kota.


Malam ini aku ingin berpamitan.


Buat Kota Keberuntunganku, Kota Malang.


Sebenarnya enggan untuk mengatakan Pamit, hati tidak rela untuk sekedar berucap Permisi, ada kejanggalan ketika harus berkata Aku Meninggalkanmu.


Karena selama sembilan tahun lebih, kota ini sudah jadi rumah saya. Di kota ini Sembilan tahun saya berhadapan dengan realita hidup. Mencari jati diri, menemukan kebenaran, memaknai cinta, mengerti apa itu hidup susah, paham ketika disakiti, tahu persis bagaimana kerasnya karang, merasakan keceriaan. Benar. Cerita hidup saya banyak berasal dari kota ini.


Seperti sebuah kisah, ada prolog dan epilog, mungkin sudah saatnya saya membubuhkan titik dalam epilog perjalanan saya di kota ini.


Kot…

Kamu, hari ini

Konon ada seorang gadis bernama Aku. Hanyalah gadis biasa yang jatuh cinta pada seorang yang tidak biasa. Mungkin karena ada perbedaan dari biasa dan tidak biasa, aku memutuskan untuk hanya dengan diam mencintai dia yang bernama, kamu.

Kamu tahu keberadaan Aku. Mereka hidup dalam lingkaran yang sama. Karena memang keadaan mengkondisikan demikian. Dimana ada Kamu disitu ada Aku. Kamu tahu siapa nama Aku, di mana rumah Aku, siapa saja teman teman Aku, apa kebiasaan Aku bahkan sifat sifat Aku. Yang Kamu tidak pernah tahu, adalah Aku selalu diam diam mendoakan Kamu, diam diam memupuk rasa sayang untuk Kamu. Tulus tanpa harapan berbalas.

Aku suka berjalan atau duduk atau berdiri dibelakang Kamu. Karena dengan begitu Aku dapat dengan bebas mengawasi Kamu, tanpa membuat Kamu risih. Aku suka mengamati punggung kamu, memperhatikan ketika Kamu berjalan dengan punggung tegak, ketika Kamu berleha di kursi dengan punggung santai.

Waktu berjalan, mereka masih bersama, dengan situasi yang sama dima…

Sempu itu Sempurna

Gambar

Perjalanan Kami

Gambar
buat kenangan perjalanan 15 lab bersama para sahabat
Psikiatri-THT-IPD-Obgyn-Neuro-IKA-Forensik-Kulit-Bedah-EM-PH-Mata-Anastesi-Rehab-Radio
Untuk waktu dan setiap kebersamaan kita, saya berterimakasih. Untuk kesempatan berbagi ilmu, berbagi ceria, berbagi tugas, berbagi lelah saya bersyukur dapat melewatkannya bersama kamu, teman terbaik.
Untuk tiap tetes jerih lelah, getar hati, kepenatan, derai tawa, suntuk bosan dalam hampir dua tahun kita jalani bersama, saya tak dapat menemukan kata yang tepat untuk mengekspresikan semua perasaan campur aduk ini. Teman, saya terharu.
Jika sebelumnya, saat masuk dunia coass saya hanya berpikir bagaimana melewatinya dengan tepat dan lolos untuk mencapai cita, saat ini ketika saya merenung kembali, pelajaran berharga sesungguhnya adalah ketika saya diberi kesempatan melewati hari bersama kamu, mengenal kamu dan berbaur bersama.
Kita berbeda. Banyak hal kita tak sama. Tiap kita punya keunikan tersendiri, saya tahu itu. Dan semua itu menjadikan kita semakin…

Satu Menit

Gambar
Apa yang akan kamu lakukan jika waktu hidupmu tinggal satu menit?
Mungkin karena sedang tidak enak hati, mungkin karena sedang bimbang maka saya memikirkan kalimat yang dilafalkan beberapa kali dalam film Source Code itu.
What will you do if your time is just one minute left?
Dan tiba tiba saya merasa sangat disayangkan kalau waktu saya tinggal semenit.
Saya lantas memikirkan ibu saya, ayah saya, adik adik saya, teman teman, dan juga Tuhan lantas saya menangis. Mungkin karena juga sedang tidak enak hati atau mungkin bimbang, ya saya menangis.
Kalau hidup adalah tugas, dan kita tidak pernah diberitahu berapa lama masa tugas kita, maka saya rasa, saya belum cukup baik dalam melaksanakan semua tugas saya. Masih keteteran di sana sini, masih belum bisa memberi makna dalam hidup itu sendiri.
Kalau akhir hidup adalah pertemuan dengan pencipta, maka saat ini detik ini saya tiba tiba merasa belum siap. Bukan belum siap tapi malu lebih tepat. Malu karena hidup terlalu angkuh. Malu karena sering melu…

Mimpi, sampai kapan?

Jika sudah jarang melamunkan dia, sudah jarang bertemu dia, sudah jarang menghubungi dia, sudah jarang bercanda dengan dia, tapi setiap malam masih memimpikan dia, itu apa namanya.

Jika hati sudah tahu, bahwa itu tidak benar, hati sudah memilih orang lain, hati tidak lagi mengharapkan dia, tapi masih di tiap mimpi dia ada, itu apa namanya.

Dia. Kenapa alam bawah sadar ini selalu bertanya tentang dia, Kenapa masih memunculkan dia di permukaan mimpi Padahal sudah berusaha menenggelamkan dia dalam lautan memori Padahal sudah mengunci setiap kenangan bersama dia dalam brankas kerinduan

Mungkin ini efek dari diam-diam-saya-mengagumi-kamu. Mungkin ini akibat intensitas kontinu pertemuan kita di banyak waktu terakhir.

Atau Saya yang sudah jatuh kepada dia tapi tak pernah mau bangun.

Atau Saya sudah terbiasa dengan keberadaan dia, sehingga meski tidak bertemu, alam bawah sadar saya tetap melibatkan dia dalam rutinitas mimpi.

Sampai kapan? Siapa yang bisa mengatur mimpi, tanya saya.
Sampai kapan? Tentu sampa…

Damai Saja Cukup

Gambar
Seperti rusa rindu sungaiMu
Jiwaku rindu Engkau
Kaulah Tuhan hasrat hatiku
Kurindu Menyembahmu


Mengenai kerinduan hati kepada pencipta


Banyak orang tidak bisa melihat Engkau
Saya heran
Bagi saya Engkau terlalu nyata melebihi hembusan angin.


Masih ada orang menyangsikan Engkau
Saya cukup kaget
Bagi saya, saya masih bisa menikmati pagi itu karena kemurahan Tuhan semata.


"Apa mujizat terbesar dalam hidupmu?"
Saya tidak pernah mati dan dibangkitkan dari kubur
Saya tidak lumpuh kemudian bisa berjalan kembali
Saya tidak pernah sakit kusta dan ditahirkan.


"Lalu apa keajaiban yang pernah kau alami bersamaNya?"
Damai sejahtera.
"Apa?"
Sederhana, mujizat besar yang saya alami adalah selalu merasa damai sejahtera.


Saya rela, menukar tangan saya, penglihatan saya, apapun itu untuk damai sejahtera yang berasal dari Engkau Tuhan.

Ketika sendiri, ketika gelap, ketika ada musibah sekalipun, damai dan sejahtera dari Engkau tidak pernah meninggalkanku.


Sehingga bersama En…