Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2011

Menawarkan Tumpangan

Pagi ini saya teringat kebaikan hati seseorang yang saya tidak kenal, dan juga tidak mengenal saya.

Kejadian sekitar bulan juli yang lalu. Saya baru pulang dari klinik tempat saya kerja sekitar pukul tujuh lebih, karena memang operan jaganya jam 7. Klinik tempat saya bekerja, terletak di dalam gang. Tapi gangnya cukup besar, sehingga memungkinkan untuk lewat 2 mobil dalam 2 arah. Gang tersebut ramai sekali, apalagi pagi dan sore hari. Sayangnya, tidak ada kendaraan umum yang lewat di gang itu, sehingga kalau seorang pejalan kaki seperti saya ingin naik angkot saya harus berjalan sejauh setengah kilo untuk sampai ke jalan besar.

Saya suka jalan pagi, tapi tidak dengan kondisi ramai, gang tersebut sangat padat kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat. Terutama sepeda motor. Banyak yang lalu lalang, ada yang menggonceng anaknya ke sekolah, banyak juga yang sendirian membawa motor. Saya baru berjalan 50 meter, ketika sebuah sepeda motor berhenti tepat di depan saya. seorang ibu ber…

Matahari itu asin

Gambar
Sepertinya matahari itu asin. Bagaimana kau tahu? Aku mencoba merasakannya saat sengatannya mengenai kulitku. Ya, tapi kau tidak sampai menjilatnya bukan? Tidak, tapi aku yakin, jika punya rasa dia akan asin.

Pagi hari saat melihat matahari sekilas menumbuhkan semangat. Benda angkasa yang ukurannya super makro tersebut memang memiliki pengaruh besar pada hidup setiap manusia. Katanya, matahari sumber energy. Dengan adanya sinar matahari maka tumbuhan dapat berfotosintesis menghasilkan makanan yang kemudian akan dinikmati manusia dan binatang. Bagaimana tidak berenergi? Dari jauh saja kita sudah dapat melihat betapa perkasanya dia. Dari jarak yang amat sangat jauh saja (bumi kalo tidak salah adalah planet urutan keempat jaraknya dari matahari), kita sudah dapat merasakan kegarangan dia saat siang terik.

Katanya bumi bergerak sangat cepat, saking cepatnya kita tidak lagimerasakan apa-apa. Bumi yang sudah bergerak begitu cepat saja membutuhkan waktu satu tahun untuk mengelilingi matahari dala…

belum kerja tidak berarti nganggur

Saya menganggur lagi saudara-saudara :)

Ini kelanjutan cerita saya yang mendadak pulang dari Malang ke Soe.

Awalnya saya pikir, wah kalau saya sudah pulang Soe pasti bakalan sibuk, kesana kemari nganterin laporan trus paling satu dua hari berikut saya langsung kerja. Jadi kayaknya ngga ada waktu nganggur. Apalagi dari nada bicara ayah saya di telpon yang menyuruh saya secepatnya pulang dan jangan ditunda sampai desember.

Ternyata, sampai saat ini sudah dua minggu lebih saya disini, saya masih saja menganggur. Jadi kepulangan saya disini hanyalah untuk menyerahkan surat laporan selesai pendidikan serta permohonan PTT daerah, setelah itu? Nothing selain menunggu. Menunggu jawaban. Dua tiga hari pertama saya masih tenang. Satu minggu saya mulai gelisah. Kemudian tepat satu minggu setelah surat permohonan saya masukan, ayah saya pulang membawa kabar bahwa SK (surat keputusan) keluar tanggal 1 januari 2012 dan saya baru bisa memulai kerja bulan januari itu.

Saya kecewa. Karena saya bosan n…

Dingin kok Kering

Iman Seorang Abraham

Gambar
Semua orang Kristen pasti sudah hafal betul dengan ayat Yohanes 3:16. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan anaknya yang tungal supaya setiap orang yang percaya kepadaNYA tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal”.

Saya selalu mengamini ayat tersebut. Dan tidak pernah menghubungkan ayat tersebut dengan kisah kisah lain di alkitab, tapi bersyukur kemarin saat menonton sebuah acara rohani di televisi saya dibukaan tentang hal lain.

Allah dengan kerelaan hati atas dasar kasih setia-Nya telah memberikan Anak-Nya yang tunggal, mengorbankan Anak-Nya. Dan kerelaan hati yang dimiliki Allah ini juga ada pada Abraham.

Abraham pada saat dia keluar dari tanah leluhurnya di Ur-Kasdim karena dipanggil Allah, saat itu Allah sudah menjanjikan akan menjadikan dia bangsa yang besar. Dan dua kali Allah menjajikan keturunan yang sebanyak bintang di langit dan pasir di laut. Saat itu Abraham sudah tua, istrinya juga sudah tua. Dan kemudian terjadilah, saat A…

Sekedar Berpikir Meninggalkan Tuhan

Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup. Yeremia 20:9
Itu adalah perkataan nabi Yeremia ditengah keluh kesahnya kepada Tuhan. Ceritanya sebelumnya nabi Yeremia menyampaikan nubuat dari Tuhan kepada bangsa Yehuda dan Yerusalem, bahwa Tuhan akan mendatangkan malapetaka yang besar atas bangsa tersebut. Alih-alih bertobat, seorang Imam bernama Pasyur malah menangkap nabi Yeremia memukulnya dan memasungnya semalaman.

Dan kalimat diatas adalah satu dari rangkaian keluhan Yeremia yang bahkan saat itu mengutuki hari lahirnya dia.

Saya rasa wajar, Yeremia mengutuki diri sendiri seolah menyesal dia telah menjadi nabi. Karena atas kesetiaan, loyalitasnya, ketaatannya, dia malah mendapat hinaan, celaan, hukuman dan sebagainya. Sehingga ditengah kepenatan terse…

Burung Gereja Mengajari Bernyanyi

Gambar
Kebaktian di gereja berlangsung seperti biasa kemarin. Saya terberkati dengan firman maupun pujian yang dibawakan. Pada saat tangguh persembahan diedarkan dan kami mengiringinya dengan pujian, barulah saya menyadari kehadiran mkhluk itu yang entah sejak kapan ada disana.
Mereka berdua terbang dengan bebas diatas sana, seakan ikut menikmati alunan lagu dari jemaat. Sesekali bertengger pada lampu lampu gantung, kemudian terbang lagi sekeliling ruangan dan kemudian hilang dari pandangan saya. Sayup saya masih mendengar kicauan mereka.

Kenapa mereka tidak diusir? Bayangkan jika anjing maupun kucing atau kelelawar yang masuk ke ruang kebaktian. Pasti akan berbeda. Mungkin jemaat, majelis, pendeta sudah sangat biasa dengan kehadiran makhluk itu, sehingga kehadiran mereka tidak mengurangi kekhusyukan kami melaksanakan ibadah mingguan.

Siapa mereka? Siapa lagi kalau bukan burung gereja. Dan seakan menyatu dengan nama, sehingga tak ada yang berani mengusir mereka dari kebaktian. Karena burung g…

Special Thing

Marriage takes three to be complete. (By: Beth Stuckwisch)



It's not enough for two to meet, they must be united in love by love's Creator, God above.

Then their love will be firm and strong; able to last when things go wrong.

 Because they've felt God's love and know He's always there, He'll never go.

And they have both loved Him in kind, with all the heart and soul and mind.

And in that love they've found the way, to love each other every day.

A marriage that follows God's plan takes more than a woman and a man.

It needs a oneness that can be only from Christ. Marriage takes three

(diambil dari tulisan Grace Suryani dalam page Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta)

Transformasi hubungan.

Gambar
Saat ini saya akan menganalisa sesuatu perubahan yang lambat sedang terjadi pada relasi saya dengan ibu saya. Hal ini merupakan pengalaman pribadi, tidak untuk di generalisir dengan pengalaman orang lain.
Saya anak mama. Dari kecil sangat bergantung dengan orang tua. Bahkan ketika merantau sekalipun saya masih tetap sangat melekat dengan ibu saya. Saat saya SMA dan belum punya hp, sedangkan telepon umum masih mahal, ibu tetap rela membayar lebih tagihan telepon demi menelepon saya. Jadwal nya adalah hari Rabu jam 21.00 WIB ( di kampung jam 22.00 saat telepon sudah dipotong 50%) dan hari minggu pagi jam 4.30 WIB (dikampung jam 5.30 saat potongan 25%). Hal itu adalah aktivitas terus menerus selama 3 tahun saya SMA.
Cerita yang sama juga berulang kembali saat saya kuliah. Kali ini dengan media handphone. Saya banyak membeli perdana simpati yang ada gratis nelfonnya untuk berbicara banyak dengan mama. Yang kami bicarakan adalah hal hal sederhana yang berkaitan dengan apa yang dilakukan seha…

Apakah manusia tidak dapat mengasihi secara Agape?

Men Plans, God Laughs

Gambar
Apa yang ada di pikiran Tuhan, ketika saya berencana.

Tadi sempat terlibat diskusi kecil dengan beberapa orang tentang rencana masa depan. Apalagi saya baru saja menyelesaikan satu babak kehidupan (baca: baru lulus kuliah), maka dalam pikiran saya memang sedang berseliweran kemungkinan kemungkinan rencana terkait masa depan.

Dalam perjalanan transformasi antara ide menjadi keinginan dan berubah wujud rencana tersebut saya teringat twit seorang penulis kesayangan saya demikian, 'Man plans, God laughs'.

Empat kata tersebut awalnya tidak saya acuhkan, karena sepertinya itu hanya kalimat plesetan dari quote lain. Tapi kalimat tersebut menjadi semakin ganjil untuk dibiarkan. Kalimat tersebut akan menjadi bijak, jika diubah menjadi 'man plans, God decides'. Tapi jika demikian mungkin saya tidak akan sampai menghasilkan buah pikiran yang tertuang dalam note ini.

Satu kata yang membuat hal diatas tidak biasa adalah 'laugh' atau tertawa. Saya rasa tertawa …

Tanah Dalam Memori

Gambar
Suatu siang, sepatu mengajak tanah mengobrol.

Sepatu :
Hai tanah, selamat siang, apa kabarmu? Aku bersyukur matahari siang ini tidak begitu menyengat. Ada awan hitam menggantung diatas sana. Setidaknya, kamu tidak kepanasan.

Kita setiap hari berjumpa, setiap hari kita bersentuhan, tapi baru sekali ini aku menyadari keakraban kita.

Sembilan tahun ini, aku hanya memperlakukanmu sebagai bagian dari keseharian, yang setiap hari kujejak, kulalui tanpa aku menaruh arti.

Entahlah,
Apa aku yang sudah menempatkanmu menjadi bagian dariku, sehingga baru setelah aku akan meninggalkanmu, kusadari hubungan kita lebih dari rutinitas.

Tanah, aku ingin berpamitan.

Terima kasih, sudah menjadi tempat pijakan yang nyaman.
Yang hampir selalu mulus tanpa kerikil.
Yang kuat walau terlihat liat.
yang subur sehingga aku tak kelaparan.

Terima kasih untuk setiap pengalaman di setiap bangunan yg dibangun diatasmu,
Di setiap manusia yang berdiri di atasmu,
Di setiap hidup yang dibuahi olehmu.

Terim…

Espresso double scoop

Gambar
Espresso double scoop strawberry ice cream adalah pilihan pesanan saya tadi saat menikmati sore di café bersama adik saya. Tidak ada alasan khusus mengapa saya memilih minuman tersebut diantara puluhan pilihan minuman yang disajikan. Saya belum pernah mencobanya dan ingin menyicip kopi yang dipadu dengan es krim.

Pesanan datang, dengan satu cangkir berisi 2 scoop ice cream strawberry dan ditaburi bubuk kopi diatasnya, serta satu cangkir ukuran sangat kecil berisi espresso yang langsung dituangkan oleh waitress ke dalam cangkir ice cream. Tak lupa satu gelas air putih sebagai penetral rasa manis.

Saya tak membuang waktu untuk mencobanya, menciduk satu sendok kecil ice cream bersama dengan kopi. Rasanya manis, pahit, lembut melumer menjadi satu di lidah saya, dan saya seperti enggan menelannya, ingin mengabadikan terus di taste bud pada  papilla lidah. Dan selayaknya menikmati camilan, saya menyantapnya perlahan, tidak keburu menghabiskan, sambil sesekali menikmati mantau yang dioleskan…