Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2011

Matahari itu asin

Gambar
Sepertinya matahari itu asin. Bagaimana kau tahu? Aku mencoba merasakannya saat sengatannya mengenai kulitku. Ya, tapi kau tidak sampai menjilatnya bukan? Tidak, tapi aku yakin, jika punya rasa dia akan asin.

Pagi hari saat melihat matahari sekilas menumbuhkan semangat. Benda angkasa yang ukurannya super makro tersebut memang memiliki pengaruh besar pada hidup setiap manusia. Katanya, matahari sumber energy. Dengan adanya sinar matahari maka tumbuhan dapat berfotosintesis menghasilkan makanan yang kemudian akan dinikmati manusia dan binatang. Bagaimana tidak berenergi? Dari jauh saja kita sudah dapat melihat betapa perkasanya dia. Dari jarak yang amat sangat jauh saja (bumi kalo tidak salah adalah planet urutan keempat jaraknya dari matahari), kita sudah dapat merasakan kegarangan dia saat siang terik.

Katanya bumi bergerak sangat cepat, saking cepatnya kita tidak lagimerasakan apa-apa. Bumi yang sudah bergerak begitu cepat saja membutuhkan waktu satu tahun untuk mengelilingi matahari dala…

belum kerja tidak berarti nganggur

Saya menganggur lagi saudara-saudara :)

Ini kelanjutan cerita saya yang mendadak pulang dari Malang ke Soe.

Awalnya saya pikir, wah kalau saya sudah pulang Soe pasti bakalan sibuk, kesana kemari nganterin laporan trus paling satu dua hari berikut saya langsung kerja. Jadi kayaknya ngga ada waktu nganggur. Apalagi dari nada bicara ayah saya di telpon yang menyuruh saya secepatnya pulang dan jangan ditunda sampai desember.

Ternyata, sampai saat ini sudah dua minggu lebih saya disini, saya masih saja menganggur. Jadi kepulangan saya disini hanyalah untuk menyerahkan surat laporan selesai pendidikan serta permohonan PTT daerah, setelah itu? Nothing selain menunggu. Menunggu jawaban. Dua tiga hari pertama saya masih tenang. Satu minggu saya mulai gelisah. Kemudian tepat satu minggu setelah surat permohonan saya masukan, ayah saya pulang membawa kabar bahwa SK (surat keputusan) keluar tanggal 1 januari 2012 dan saya baru bisa memulai kerja bulan januari itu.

Saya kecewa. Karena saya bosan n…

Transformasi hubungan.

Gambar
Saat ini saya akan menganalisa sesuatu perubahan yang lambat sedang terjadi pada relasi saya dengan ibu saya. Hal ini merupakan pengalaman pribadi, tidak untuk di generalisir dengan pengalaman orang lain.
Saya anak mama. Dari kecil sangat bergantung dengan orang tua. Bahkan ketika merantau sekalipun saya masih tetap sangat melekat dengan ibu saya. Saat saya SMA dan belum punya hp, sedangkan telepon umum masih mahal, ibu tetap rela membayar lebih tagihan telepon demi menelepon saya. Jadwal nya adalah hari Rabu jam 21.00 WIB ( di kampung jam 22.00 saat telepon sudah dipotong 50%) dan hari minggu pagi jam 4.30 WIB (dikampung jam 5.30 saat potongan 25%). Hal itu adalah aktivitas terus menerus selama 3 tahun saya SMA.
Cerita yang sama juga berulang kembali saat saya kuliah. Kali ini dengan media handphone. Saya banyak membeli perdana simpati yang ada gratis nelfonnya untuk berbicara banyak dengan mama. Yang kami bicarakan adalah hal hal sederhana yang berkaitan dengan apa yang dilakukan seha…

Apakah manusia tidak dapat mengasihi secara Agape?

Tanah Dalam Memori

Gambar
Suatu siang, sepatu mengajak tanah mengobrol.

Sepatu :
Hai tanah, selamat siang, apa kabarmu? Aku bersyukur matahari siang ini tidak begitu menyengat. Ada awan hitam menggantung diatas sana. Setidaknya, kamu tidak kepanasan.

Kita setiap hari berjumpa, setiap hari kita bersentuhan, tapi baru sekali ini aku menyadari keakraban kita.

Sembilan tahun ini, aku hanya memperlakukanmu sebagai bagian dari keseharian, yang setiap hari kujejak, kulalui tanpa aku menaruh arti.

Entahlah,
Apa aku yang sudah menempatkanmu menjadi bagian dariku, sehingga baru setelah aku akan meninggalkanmu, kusadari hubungan kita lebih dari rutinitas.

Tanah, aku ingin berpamitan.

Terima kasih, sudah menjadi tempat pijakan yang nyaman.
Yang hampir selalu mulus tanpa kerikil.
Yang kuat walau terlihat liat.
yang subur sehingga aku tak kelaparan.

Terima kasih untuk setiap pengalaman di setiap bangunan yg dibangun diatasmu,
Di setiap manusia yang berdiri di atasmu,
Di setiap hidup yang dibuahi olehmu.

Terim…