Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2011

Kenapa Saya Menulis

Gambar
Ini tentang hobi saya yang didapat karena suka membaca

Sejak kapan suka membaca? Sejak saya lancar membaca. Kelas 2 SD, pertama kali dibelikan majalah Bobo saya langsung tertarik. Dan selalu menunggu hari Jumat untuk membaca Bobo, hanya butuh 2 jam untuk menghabiskannya. Selain itu apa yang dibaca? Semuanya. Mama saat itu bekerja di Dinas Kesehatan dan banyak buku-buku cerita bertemakan kesehatan yang sebenarnya membosankan, tapi saya baca. Waktu saya kelas 3 SD, mama dikirimi sebuah kopian kesaksian seseorang yang dibawa Tuhan masuk keluar surga dan neraka, bukan buku, karena hanya diketik di mesin ketik dengan tebal 200 halaman lebih. Mama tidak membaca sampai selesai, tapi saya yang saat itu masih belum genap 8 tahun sudah selesai  membacanya. Di gudang Opa saya berisi banyak buku Dikbud, dan apapun yang ada ceritanya saya baca.

Saya tinggal di kampung, tidak ada toko buku. Gramedia belum ada di Kupang waktu itu, oleh ibu saya, saya sering dibelikan novel novel bekas karangan penga…

Bahasan Singkat Divortiare

Gambar
Minggu siang yang mendung mendadak cerah ketika teman saya mengantarkan titipan novel yang dibeli adik saya di Malang. Divortiare, A Very Yuppy Wedding dan Heart Block. Judulnya aja yang kemenggres atau kelatin2an, semuanya novel dalam negeri kok. Dua diantaranya adalah karangan Ika Natassa. Yang akan saya bahas saat ini adalah divortiare, yang baru saja selesai saya lahap.
Pertama kali membaca buku Ika Natassa adalah Antologi Rasa. Saya penasaran setelah twit Dewi Lestari yang merekomendasikan buku tersebut. Saya tak pernah meragukan buku mencantumkan privilege dari Dee. Dan memang Antologi Rasa sangat mengobrak-abrik sense of reading saya. Novel tersebut dapat membuat pembacanya menghayal, nyengir, kesal, berpikir, ingin terus membalikan halaman ketika membaca bagian terakhir novel yang cukup tebal itu (333 hal). Dengan ending yang menimbulkan banyak pertanyaan, Ika Natassa berhasil menciptakan pertanyaan pertanyaan yang menuntut untuk segera dijawab pada benak pembaca.
Buku pertama d…

Membagi Pagi

Datar

Makhluk itu Bernama Perempuan

Gambar
Hanya mereka
Perempuan, apa yang menjadi bahan dasar tulang tulangmu? Sehingga begitu kuat menopang dan menyanggah. Begitu kokoh terlihat ketika vertebrae mu menggendong anak dan os calvaria mu menjunjung bakul berisi sayuran.
Perempuan, mungkinkah jemarimu terbuat dari bahan elastic yang serba bisa? Sehingga kau lentur ketika memasak, menganyam dan menenun Dan juga lentik ketika mengasuh dan membagi kasih pada keluarga.
Perempuan, apa iya otakmu terbuat dari rangkaian kabel rumit yang terkoneksi satu sama lain? Sehingga walau kau sedang rapat sekalipun kau akan tetap memikirkan nanti siang keluargamu akan makan apa.
Perempuan, sepertinya tubuhmu punya sumber energy sendiri, Karena daya tahan manusia yang terbatas kadang tak habis pikir itu tidak berlaku bagimu. Kau begitu bersemangat, bangun jauh sebelum matahari terbit dan beristirahat ketika semua sudah terlelap.
Perempuan, jika kasih adalah aliran sungai, Pastinya di hatimu ada mata air yang tak pernah kering. Mengalirkan sumber kasih tanpa ha…

Hanya Kata