Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

Common Cold

Piece of Peace

Gambar
Ini surat dari seorang perempuan yang kelak (mungkin) menjadi ibu.
Hari ini hati kecilku bergetar, bukan karena kau akan segera lahir, bukan karena aku tahu kau sudah ada, toh memastikan calon ayah untukmu saja belum. Tapi hari ini aku seolah begitu dekat denganmu.
Ada suara dalam hati kecil ini yang berbisik bahwa kelak kamu akan hadir secara ajaib. Dan proses kehadiranmu akan dipenuhi mujizat. Kamu ada dan segala teori cinta di dunia akan menjadi sempurna. Kau tahu? Seketika aku gugup.
Mengetahui bahwa kehidupan akan berpinak menjadi kehidupan baru itu sudah menjadi kabar baik. Apalagi tahu bahwa kamu adalah kehidupan baru akan yang lahir dariku.
Belum pantas untukku memanggilmu dengan sebutan itu, gelar abadi yang sarat arti. Karena kamu masih belum berwujud walau kamu sudah hidup dalam pikiranku detik ini juga.
Dan sontak aku merasa bahwa aku adalah seorah i.. ahh tidak, aku belum pantas mendapat penghargaan tertinggi tersebut. Tapi perasaan ini tak dapat dikelabui, aku sudah menda…

Jam Dinding

Gambar
#Lomba10HariNgeblog 

Sebuah jam dinding di kamar saya bunyinya bukan ‘tik..tik..tik’ seperti jam pada umumnya memperingati perjalanan satu detiknya, tapi bunyinya ‘cekcekcekcekcek’ tanpa jeda seperti bunyi pertama. Awalnya saya pikir pengaturan awalnya yang salah sehingga detiknya berjalan lebih cepat menghasilkan bunyi yang tidak bisa. Tapi ketika dicocokkan dengan jam di ruangan lain ternyata tidak berbeda. 60 detiknya memberikan lama yang sama.
Saat ketika saya berbaring dalam kamar dan satu-satunya bunyi yang masuk ke telinga hanyalah bunyi jam tersebut, adalah saat yang tidak saya sukai. Karena dia seolah memberi kuliah agar saya pun seperti dia harus bekerja cekatan dan tidak tidur-tiduran saja. Bagaimanapun, saya merasa terintimidasi dengan bunyi aneh jam tersebut. Seolah dia berkata, “kamu lihat betapa aku bersemangat melangkah memaknai waktu, dibanding kamu, apa yang sudah kamu hasilkan hari ini untuk kemudian dikatakan berguna?”
Bukan sekali dua, saya berpikir untuk mencopot …

Pada Selapis Cermin

#Lomba10HariNgeblog
Dia tersenyum Tapi tak perlu usaha untuk tahu bahwa itu terpaksa. Bibirnya menyungging dengan beban Otot pipinya bekerja terlalu keras Menarikan bibir tanpa ketulusan Wajah enggan tersenyum Apadaya otak memerintahkan demikian.
Dia tetap tersenyum Masih dengan ketegangan Dan sekarang dia lebih terlihat seperti badut yang wajahnya digambar dengan senyum lebar melebihi bibirnya Aku menatap matanya Dari sorotnya yang sayu, aku tahu dia sedang meragu. “berhenti berpura-pura” Kataku setengah memerintah
Segera, tanpa sela, wajahnya menjadi kaku. Senyum menghilang ,giginya menyatu Lekuk dikulit antara alis, menunjukan dia sedang serius Sorot matanya keras, dia sedang beradu dalam pikirannya
Kami diam Bertatapan Lama
Dalam hening kami bercengkrama Berbagi kesah lewat sorot mata Tanpa kata, tanpa sentuhan
Kulihat, mukanya mulai terlihat rileks, Ototnya mengendur membebaskan diri, Mereka terlalu lama berkontraksi Dia menghela nafas panjang
Aku tersenyum padanya, dia membalasnya tanpa berkata apa-apa.
Di…

Love is as simple as that

Gambar
#Lomba10HariNgeblog

Kata si penyihir, cinta hanyalah cinta Tidak perlu dimaknai, jangan didefinisikan, tausa diulas. Karena cinta adalah cinta.
Dan si penyihir tanpa lambaian tongkat Sudah memberiku pengertian Hanya lewat transfer kata.
Ketika cinta hanyalah cinta Segala sesuatunya jadi semakin sederhana Tak ada yang tak dapat dijabarkan Karena cinta hadir dalam eksistensinya sebagai cinta
Dan kemudian misteri itu terkuak Mengapa aku mencintaimu? Tak urung berpanjang cerita Cinta hanya sesederhana kita

Januari 2012 Terinspirasi oleh Paulo Coelho dalam The Witch Of Portobello

gambar dari tumblr.com

Musang bodoh

Gambar
#Lomba10HariNgeblog

Seekor singa, sebagaimana layaknya raja hutan, dikagumi dan disegani oleh warga hutan lainnya. kemanapun raja hutan berjalan, semuanya akan menyingkir dan memberi jalan. Binatang lain akan bergidik ketakutan mendengar auman sang Raja yang suaranya menciutkan nyali.  Walaupun begitu disegani, diam-diam beberapa binatang menaruh minat untuk mendekati sang Raja. Karena bersahabat atau katakanlah bergaul dengan sang Raja maka dijamin keamanan dan kesejahteraannya.
Seperti si Musang. Binatang kecil tak berdaya ini, memendam keinginan untuk dapat bersahabat dengan raja hutan. Dia selalu memandang kagum dari balik pohon ketika Singa dalam keperkasaannya melintasi hutan. Musang menganggap Singa adalah pahlawannya, symbol kekuatan dan kebesaran. Si musang kecil pun nekat mendekati sang Raja.
Raja menyambut kedatangan musang dengan biasa-biasa saja. Sikap raja tersebut, justru dirasa Musang sebagai sesuatu yang positif. Kita kerap seperti itu, bukan? Melebih-lebihkan sesuatu. …

Sangkar dan sarang

Gambar
#Lomba10HariNgeblog
Seekor burung yang telah renta bertanya padaku, “Hai nona, dimana kau tinggal, sebuah sarang atau sangkar?” Aku menatapnya lama sambil mengernyitkan kening. Apakah matanya sudah rabun? Sehingga dia melihatku satu spesies dengannya? Atau dalam penglihatannya ada dua sayap terbentang di punggungku sehingga dia menganggap aku sepertinya bersarang atau bersangkar. “Burung tua, seharusnya kau tau kalau aku bukanlah sepertimu. Aku tinggal di dalam bangunan yang kokoh terbuat dari batu dan semen, dibawah atap yang tertutup rapat. Kami menyebutnya rumah” Kemungkinan burung ini berasal dari hutan yang tak dihuni manusia, sehingga aku butuh menjelaskan apa itu definisi rumah bagi manusia, bagiku.
Burung tua bersenandung. Aku tak mengerti artinya, tapi aku menangkap nada setengah menertawakan. Aku tak peduli, kulanjutkan kegiatan yang tengah asyik kutekuni, yaitu membaca novel. Aku sedang duduk di kursi taman, di bawah pohon rindang. Suasana sedang sepi. Burung bertengger di san…

Rambut memutih dan cinta teruji

New Project, New Spirit

Gambar
Selamat malam, saya sedang bersemangat.
Bersemangat menikmati proses pengeraman buku perdana saya. karena ini adalah dunia yang betul-betul baru bagi saya.
Bersemangat karena anak pertama akan lahir, walau masih belum tahu akan dilahirkan di mana, tapi saya yakin kelak dia akan menemukan tempatnya sendiri untuk keluar dan mencari sasarannya sendiri untuk berpetualang. (btw anak pertama ini konotasinya buku ya, hehe)
Dan saya bersyukur punya teman-teman yang banyak mendukung saya. Ada Dicky dan Kak Tuteh yang sudah punya pengalaman menelurkan karya dan masih menyempatkan waktu untuk mengedit draft karya saya yang pastinya banyak kesalahan sana sini.
Dan semangat ini pun menular ke lainnya. saya jadi menjalani hari dengan lebih antusias, ternyata melakukan gebrakan baru yang positif itu besar pengaruhnya dalam membawa hidup yang lebih baik. Menulis yang selama ini menjadi pelampiasan saya saat tidak tahu harus berbuat apa, ternyata dapat membawa saya ke suatu pembelajaran yang baru lagi, …

Dini

Melihat dia duduk termenung disitu membuatnya tampak semakin misterius. Pandangannya yang sesekali menerawang dan kebanyakan menutup cukup menceritakan bahwa jiwanya sedang tak disitu. Hanya tubuh yang terpatri seperti patung tanpa nyawa. Hanya satu keinginan sang pengamat membangunkan si pelamun, mengembalikan ke masa kini, saat ini.

Dia kemudian berjalan mendekat. Samar terlihat selaput membungkus si gadis pelamun. seperti gelembung sabun kasat mata. Pantas saja dia begitu nyaman disitu, dia sudah menciptakan dunianya dalam gelembung itu. Hanya ada dia dan lamunan yang mungkin saja saat ini sedang membawanya ke tempat di mana kenyataan tak pernah bisa mewujudkan itu.

Sang pengamat mengulurkan tangan perlahan, takut-takut akan mengagetkannya. Saat ini tangannya hampir menyentuh gelembung itu. Dingin dan keras. Ternyata, walau terlihat kenyal dan rapuh, tangan lelaki itu tak dapat memecahkannya. Gadis pelamun berhasil membangun benteng yang kokoh membatasi dirinya dari yang lain. kali…

Selamat 24

Gambar