Pages

Senin, 20 Februari 2012

Dokter Hati


Saat gereja kemarin, satu ayat firman Tuhan menggugah perhatian saya, di Mazmur 147 : 3 Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;

Jujur kata ‘patah hati’ ini tidak pernah menarik perhatian saya dalam sejarah membaca Alkitab, sehingga ketika disodori ayat tersebut, saya sempat tergugu. Karena saya pikir kata ‘patah hati’ itu adalah kosakata baru yang mungkin beredar bersama dengan lagu-lagu cinta tahun 80an. Ternyata, kata tersebut jauh-jauh hari sudah di temukan dalam kitab berusia ribuan tahun ini.

Sesampai di rumah, saya iseng mencari kata tersebut di alkitab elektronik, dan ditemukanlah 4 ayat yang memuat kata itu. Lebih ajaib lagi, kata tersebut selalu dikaitkan dengan TUHAN. Tuhan yang peduli, Tuhan yang menyembuhkan.

Saya semakin terkesima. Bahwa TUHAN begitu menaruh perhatian khusus bagi mereka yang patah hati. Patah hati yang dimaksud tentunya bukan karena diputus pacar saja. Hal ini berbicara lebih luas, tentang kondisi hati yang luka. Hati yang semula utuh kemudian terbagi. Entah itu karena pengkhianatan, kehilangan, keremukan, kegentaran dan kondisi penyakit hati lainnya.

Luar biasa bukan? Mengetahui bahwa kita dimengerti oleh Tuhan, tak sebatas mengerti tapi DIA pun menawarkan penyembuhan terhadap hati yang luka. Ternyata, hal yang kita pikir begitu manusia, justru tak luput dari kemahatahuannya TUHAN.

Dan saya semakin kagum.

Pagi ini dalam hening yang tak hening saya bertanya kepada hati, ‘Bagaimana kabarmu pagi ini?’
Tak ada jawaban, namun sesuatu kemudian menyengat, hati tak menjawab, namun dia memberi rasa, dan yang saya rasa adalah pilu.

Kini tak lagi saya khawatir. Saya sudah tahu Dokter untuk segala jenis penyakit hati. Mau itu hancur hati, pedih hati, luka hati, patah hati, goresan hati.

Hati adalah makhluk rapuh, pemalu, sensitif, tersembunyi, namun bukan berarti ia kemudian dikerangkeng tak boleh digunakan karena akan terluka. Bayangkan suatu hubungan tanpa keterlibatan hati, hambar bukan? Bayangkan kamu bekerja tak pakai hati? Apa bedanya dengan mesin.
Karena walau dia mudah pecah dan terluka kita tetap menggunakannya, maka tendensi untuk sakit hati tak dapat dihindari. Tak usah takut, anda dan saya sudah tahu penawarnya.

Bebaskan hati, biarkan dia melesat dan memberi arti.
:)

gambar dari gettyimages.com

0 comments:

Poskan Komentar