Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

Hujan

Yak, selamat datang kembali, Hujan

Kali ini kamu datang dengan tenang dan pasti
Rintik airmu tidak deras tapi tegas
dan tentu saja terus
Mematikan banyak aktivitas di luar
Dan menghidupkan kembali fungsi rumah
Karena siapa betah ada di luar saat hujan?


Omong-omong apa yang disampaikan tanah kepadamu?
Saat kau menyentuhnya dengan riakmu,
apa yang kau dengar darinya?

Adakah dia mengeluh tentang hasil kebun?
Atau padi mungkin?
Atau tentang tangan-tangan tak tahu diuntung yang sengaja datang merusaknya?
Ahh tentu kamu punya banyak cerita, Hujan


Lalu, udara apa ikut berkomentar?
Bahwa udara bersih dan harum semakin susah untuk dijumpai
Karena makhluk yang mengoarkan dirinya sebagai makhluk tertinggi ini
terlalu sombong untuk mengalah dan rendah hati kepada alam


Ah, Hujan
Betapa daun, bunga, akar senang menjumpai kamu

Partikel, Supernova dan Penciptanya

Katakan Selamat Pagi

Pagi datang, dan kamu menyambutnya dengan, "Selamat"
Seolah perjuangan pagi untuk menyentuhmu begitu rintang
Sehingga patut diberi selamat.

Mungkin juga demikian

Aku tak begitu peduli makna 'Selamat Pagi'
Bagiku, kalaupun memang pagi haruslah diberi selamat
Aku akan turut meramaikannya
Itu jadi alasan bagiku untuk mewarnai pagimu

Diluar, langit putih berawan
Cuaca sedang sedih
Tapi itu adalah satu cara bagi dia memaknai pagi.

Bagaimana cuacamu?
Jika memang sedang galau,
Jadilah jantan seperti cuaca,
Tak pernah sembunyikan keadaan hatinya.

Kamu, Selamat Pagi

Permen

Gambar
Banyak hal yang terasa manis tapi merusak.



Permen misalnya. Siapa yang tidak suka permen? Barang murahan ini mulai dari anak kecil baik yang tinggal di pedesaan maupun yang di perkotaan suka permen. Orang dewasa, baik itu nenek-nenek yang memamah sirih pinang maupun para anggota dewan yang terhormat itu semua suka permen.



Padahal, permen itu tak ada nilai gizinya, yang ada dia hanya akan merusak gigi. Menyebabkan pertumbuhan bakteri dalam mulut kian subur saja.



Tapi lihat, produksi dan penjualan permen terus melunjak dengan bertambahnya begitu banyak jenis permen. Masyarakat sekarang semua sudah pintar. Mereka tau akan efek destruktif dari permen tapi tetap saja mengkonsumsi bukan?



Permen itu mungkin hanya hal kecil. Ada hal yang lebih besar yang juga memiliki sifat yang sama dengan permen.



Tidak usah saya contohkan. Kamu pasti tahu.



Permen kita itu selalu ada didepan mata, menunggu untuk diemut, menanti untuk disikat. Dia duduk manis sambil tersenyum menggoda. Dia tak ada rasa bersal…

Mencinta untuk hari ini

Paskah dan Proyek

Paskah pertama di kota Soe setelah 10 tahun paskah di Jawa. Dan kesan saya, seru!



Dimulai dari kelengkapan perjamuan hari kamis, perjamuan hari jumat, ibadah jumat agung, ibadah paskah, pawai obor dan kegiatan sekolah minggu saya menikmatinya.



Tadi subuh dijemput yosua, enjel, teti dan lainnya untuk ikutan pawai obor. Ya walaupun semrawut sih, tapi lumayan lah. Semrawutnya karena ada barisan motor yang ikut meramaikan dnegan gas-gas motor ngga jelas. Tapi suasana paskahnya tetap terasa kok. Ada rukun jemaat yang niat sekali mempersiapkannya. Semua yang ikut memakai jubah dan ada drama ditengah pawai. Masing-masing ada tokoh yang diperankan seperti Yesus yang memanggul salib, para prajurit yang melecut dan perempuan yang mengikuti.



Kemudian paginya di sekolah minggu juga diadakan lomba untuk para anak-anak. Ada lomba makan kerupuk bagi balita, buka baca alkitab untuk anak-anak SD kelas 4 sampai SMP (btw adik saya juara 3 lo). Kemudian dilanjutkan lomba menghias telur paskah dan lomb…

April dan dunia baru