Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Selamat Ulang Tahun 26, Yosua.

Waktu seperti biasa kembali memukau kita akan kecepatannya berlari. Ini sudah tahun kelima dimana aku akan gugup mendekati tanggal 24 Desember. Selalu seperti itu, kamu yang berulang tahun dan aku yang deg-degan. Bagaimana perasaanmu? Biar kutebak, kau pasti akan berkata, ‘biasa saja kok’ dengan senyummu yang penuh ketenangan itu.
Dan kembali lagi, aku yang bertugas menjadi perekam perjalanan kita. Suatu kerjaan yang sangat aku nikmati. Ulang tahunmu selalu menjadi momen reflektif karena mendekati akhir tahun, sementara ulang tahunku akan menjadi momen resolusi kita.
Hari ini, kamu berumur 10 hari lebih tua setahun dariku. Namun bersamamu, aku masih selalu merasa seperti remaja berpacaran dengan pria dewasa. Mungkin sesuai dengan hasil tes usia mental kita kemarin, dimana kamu berusia 38 tahun dan aku 24 tahun. hehe.
Jadi apa yang harus aku ceritakan untuk hubungan kita di tahun 2013 ini?
Setiap tahun hadir dengan keunikannya tersendiri, tapi kuakui tahun ini kita diijinkan belajar b…

Air Mata Desember

Gambar
‘Tidak seperti Yesus yang mengorbankan nyawanya untuk semua orang
Cintaku hanya ingin membakar dirinya demi kamu
Bukan yang lain.
Tidak juga serupa Yesus yang lahir untuk keselamatan seluruh umat manusia,
Hidupku hanya diperuntukkan untuk kebahagiaan kamu
Tak mau yang lain.’ ‘Aku mencintaimu Sayang lebih dari yang terlihat’, ujar air matamu.
Ruang tamu,  Penghujung 2013.

Hari AIDS Sedunia

Selamat  hari AIDS Sedunia.‘Saya menolak Pekan Kondom Nasional, karena sebaiknya dilakukan sepanjang tahun bukan hanya sepekan.’ - @gustibrewonHari AIDS sedunia kali ini di Indonesia diramaikan oleh suatu isu yang menolak Pekan Kondom Nasional. Mereka menolak adanya sosialisasi kondom yang dilakukan di kampus-kampus besar serta pemberian kondom gratis karena menurut mereka itu adalah upaya mendukung perzinahan, dan dengan membagikan kondom gratis di kampus-kampus berarti mendukung sepenuhnya seks bebas di kalangan mahasiswa. Karena Indonesia adalah Negara yang berkeTuhanan yang Maha Esa, dan di dalam ajaran agama manapun tidak ada yang mengajarkan tentang seks bebas itu baik. Sungguh suatu alasan yang mulia.Suatu survey pernah dilakukan kepada 200 reponden pelajar-mahasiswa di kota kupang pada tahun 2011. Dari 200 responden tersebut 20 persen diantaranya trelah berhubungan seksual saat pacaran, 27,8 persen mengakui bahwa seks pertama kali dilakukan saat berusia 17 tahun. Survey yang s…

Pulang

Dia berjalan ke arah timur, membawa setumpuk pengkhianatan yang dilipat rapih dalam keranjang. Langkahnya tegap juga mantap. Sementara lebah berdesis menggoda menyuruhnya berhenti. Langit sedang mendung dan menghitam. Wanita mendongakkan kepala menantang.Petir menembak menakut-nakutinya. Tapi dia tidak terusik. Tangannya mengepal kuat. Menggenggam dengan marah semua doa yang pernah terucap.Kaki yang kelelahan membawanya sampai ke tebing. Di situ wanita yang telah melahirkan tiga anak untuk suaminya ini bisa melihat semuanya. Juga didengarnya tawa kemenangan perempuan muda itu, serta senyum serba salah suaminya. Senyum yang dulu pernah menjungkirbalikkan dunianya. Senyum yang pernah menjadi satu-satunya alasan untuk hidup. Senyum yang kemudian membuat dia memilih mengakhiri.Di atas sana dia membuka semua pakaian yang membalut kulit keriput paruh baya itu dan membentangkannya ke atas tanah. Perempuan ini berdiri tegap menantang alam. Petir kembali menyambar diikuti hujan angin begitu le…

Siapkah Untuk Suatu Kehilangan?

Gambar
Sepertinya sudah lama sekali saya tidak menulis tentang apa yang saya dapat hari ini sebagai pembelajaran. Terutama sejak menulis untuk dibaca banyak orang. Sehingga kerap dalam pikiran ini mencari apa kira-kira yang bisa membuat orang lain ikut tersentuh dengan apa yang saya rasakan dan bagi lewat tulisan. Teringat sekitar tahun 2008-2009 adalah saat dimana saya sedang kerajingan menulis tentang pelajaran hidup (dalam blog, saya melabelinya dengan God’s lesson). Ketika itu saya merasa jauh lebih peka dibanding saat ini. Bahkan sesimpel meminum espresso dan es krim pun dapat menjadi hal yang reflektif.

Dan saya sedang merindukan saat-saat itu. Ketika malam tidak hanya dihabiskan dengan memantau timeline twitter tapi juga merenung apa yang sudah diperbuat hari ini, apa yang saya alami atau kejadian apa yang disaksikan. Benar saja, Tuhan itu senantiasa mengajar lewat hal-hal yang sederhana, hanya dibutuhkan kita yang peka untuk setiap hal remeh yang sedang dia tunjukkan. Sehingga jika …

MIMPI

Aku terjaga dengan was-was
Jantung berderap kencang Pintu hatiku terbuka sedikit
Kamu tak ada di sana. 2013

Pemuda

Dia sedang diadili oleh matahari dan bulan.Matahari : Kamu itu penakut. Kamu selalu bersembunyi menghindari saya di dalam ruangan, mendekatkan diri pada mesin berdesis yang mengeluarkan udara buatan dan mencemari. Kamu yang pembangkang akan meruak jika sedikit saja saya menggelitik kepalamu. Padahal kamu lupa, tanpa saya, siapakah kamu? Bulan : kamu itu pemalas. Kemunculanku hanya akan memancing sayu di matamu. Bagimu, aku adalah lampu tidur yang redup lagi membius. Tak pernah kamu sadari, energiku dapat memantik ide kreatif dari otakmu yang mati. Sesekali tanyakanlah pada dirimu sendiri, untuk apa kamu ada?
Si pemuda mendengar sambil menggaruk kepala, hidung dan perutnya. Tanpa sedikitpun peduli. Tanpa pernah menghasilkan apa-apa.

28 Oktober 2013
Selamat hari Sumpah Pemuda.

Waktu

Untuk segala hal, percayakanlah itu pada waktu
Dalam kesabarannya mendetumkan detik dan detak,
Ia tak hanya diam, pun menguji, juga menyatakan.
Seperti cinta kanak-kanak kamu.
Empat belas tahun itu sudah berlalu sayang,
Sejak pertama kalinya temanmu membuat singkatan nama kita,
Khas anak SMP
Saat itu sang waktu hanya tersenyum penuh arti,
Karena siapa pernah menyangka,
Belasan tahun semenjak hari itu,
Akan ada hari ini,
Dimana aku begitu terikat akan kamu.

Air Mata Untuk TTS

Kapan terakhir kali kita menangis di dalam gereja?

Jika berbicara mengenai perjalanan spiritual dalam mengenal Tuhan, saya punya banyak cerita. Tidak, kali ini saya tidak (belum ingin) menceritakan detilnya di sini. Mungkin kelak, jika gambaran yang saya dapat sudah mendekati utuh. Tapi dalam kaitan dengan ‘menangis di gereja’ itu bukan hal baru buat saya. Dulu saat masih menjadi jemaat gereja karismatik, hal ini kerap terjadi. Kami berdoa sampai menangis. Kami memohon sampai terisak. Dan sebagainya. Itu dulu. Hampir sepuluh tahun yang lalu.
Dan kemudian saya kembali ke habitat asal, berjemaat di gereja konvensional, di mana menangis di dalam gereja adalah sesuatu yang luar biasa, dan bisa jadi jemaat di samping kanan, kiri, depan, belakang akan menoleh heran dan bertanya-tanya. ‘dosa apa gerangan yang sudah dia perbuat sampai menangis di dalam gereja?’
Tapi dulu  saya kadang masih menangis di dalam gereja walau sudah di gereja konvensional. Walau hanya menitikkan beberapa tetes air …

Imanuel Dan Maria

Selamat Jalan, Afris Imanuel

Singkatan Ala Orang SoE

Gambar
Beberapa hari yang lalu, di twitter ka Dody  (@dodydoohan) mengajak bernostalgia lewat singkatan-singkatan yang dulu sekali pernah populer di Soe. Saya tergerak merekapnya. Ini saya ambil dari twitnya kak  @dodydoohan dan berdasarkan yang diingat Yosua. Singkatan di bawah ini mulai dari nama tempat, maupun singkatan yang umum dipakai BOS = Beta orang soe
AS PARMA = Anak Sekitar Pasar Lama
Rem Cabut = Remaja Cabang Buat
Paku Alus = Pemuda Kuanfatu Akan   Selalu Setia
Reben = Remaja Bena
Rekap = Remaja Kapan
Reni = Remaja Niki-niki
PNS = Pemuda Neonmat Sejati Adidas = Adi-adi dari Sabu (bisa juga Soe)
Perssetan = Persatuan Sepak Bola Amanatun Selatan
Antero = Anak Terminal Oekamusa
Terluka = Terminal Luar Kota Paris = Pasar Inpres
Kampus = Kampung Sabu
PBB = Pasar Buah-buahan
Obar = Oebesa barat
ABG = Anak Belakang Gereja Kampar = Kampung alor Saliti = Sala Liat Timpa
Belanda = Belakang dapur
Turki = turun kiri
Tempe Tahu : Tempeleng baru tahu Kelimutu : Keliatan Muka Tua
Kamboja : Ka…

Demam Menikah

Gambar