Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

Gajah Sirkus

Di Irlandia seekor gajah sirkus berusia 40 tahun dengan berat 2500 kg mengamuk keluar dari arena dan menyeruak ke jalan serta sulit ditenangkan dan dikendalikan oleh para petugas sirkus. Demikan satu berita On the spot mengenai tujuh kejadian hewan ngamuk. Berita itu mungkin hanya akan terlewat begitu saja oleh banyak orang, sembari berkomentar, ‘ckck gajahnya besar sekali’, namun karena entah kenapa saya merasa pernah berada dalam posisi si gajah sehingga saya tergerak menuliskannya.Bayangkanlah seekor gajah dan habitat aslinya di hutan. Bayangkan gajah yang begitu berat dan besar harus belajar setiap hari, dilatih untuk membuat penonton terhibur, dibiasakan untuk melakukan atraksi yang kemanusiaan dan bukan kegajahan. Mungkin mereka dipukul jika tidak menurut, mungkin mereka disentak jika malas, mungkin mereka tetap dipaksa bekerja walau sakit. Disuruh makan ini dan itu supaya tambun dan menggemaskan. Sampai satu titik, dimana jenuh, jengah dan jera menjadi satu akhirnya terjadi per…

Maaf, Saya Terbatas

Bacalah tulisan dibawah ini tanpa pretensi. Ini hanya curahan hati seseorang yang sedang berusaha menjadi yang baik dalam profesinya. Iya. Dia masih berusaha.‘Semenjak menjadi mahasiswa kedokteran dan menjadi dokter, sudah berapa nyawa yang kamu percepat waktunya dan sudah berapa yang kamu bantu perpanjang hidupnya?’Pertanyaan ini menggelitik saya sedari pagi sejak saya mendapat sms dari apoteker yang bekerja di tempat praktek berbunyi demikian, ‘Dok, Ny.M yang datang semalam berobat sudah meninggal pagi ini’.Siapapun akan terhenyak. Apalagi kemarin malam saat nenek itu datang diantar anaknya masih bisa berjalan, menceritakan keluhan, tidak sesak, tidak kesakitan dan bahkan masih sempat tertawa. Pagi ini meninggal. Dan perasaan bersalah merayapi saya. kalau saja begini, kalau saja begitu. Andai saya berpikir begini dan andai saya memutuskan begitu.Perkenalkanlah saya dengan profesi yang dapat menjadi malaikat dan pembunuh sekaligus.‘Dibalik semua kematian itu, sudah berapa yang meliba…

Lajang Bukan Pajangan.

Gambar
Selesai membaca Si Parasit Lajang dan Pengakuan Eks Parasit Lajang karya Ayu Utami dan saya tergerak untuk menulis sedikit tentang ini.Saya pecinta sebagian besar karya Ayu Utami dan sebagaimana saya selalu mengagumi pribadi tak hanya karya penulis idola saya, begitupun sejak awal saya mengagumi pribadi seorang ayu utami secara terbatas. Dan membaca Parasit Lajang serta Pengakuan Eks Parasit Lajang membuka banyak hal baru dan menyadarkan saya tentang beberapa poin yang mungkin selama ini saya abaikan terutama dalam kehidupan saya sebagai seorang perempuan.Buku Si Parasit Lajang yang diterbitkan ulang dengan beberapa perubahan setelah sebelumnya diterbitkan pertama kali tahun 2003 merupakan buku yang cerdas dan berisi pemikiran kritis dari Ayu Utami. Dimulai dengan bab 10+1 Alasan Mengapa Tidak Menikah, saya berpikir isi buku ini adalah melulu tentang hidup melajang. Ternyata ini berisi catatan perjalanan Ayu Utami saat menjadi wanita muda dan memutuskan untuk hidup melajang. Hal-hal s…

Rumah

Katanya, rumah adalah tempat dimana hatimu berada. Maka perkenanlah aku memperkenalkan rumahku. Dia.Bersamanya ada kenyamanan dan keamanan. Itu pasti. Itulah yang menjadi alasan walau sayap hati ini terbang kemana pun di luar sana, aku akan kembali ke rumahku. Dia.Senyumnya tak pernah menghakimi walau sebelumnya aku menceritakan tentang rumah lain yang lebih mewah, menarik, besar dan bersinar. Dia tidak menanyakan siapa yang membuat aku sebegitunya membelalakkan mata, dia hanya menunggu hasrat sementara itu surut perlahan. Tanpa berusaha membangunkan aku dari lamunan.Aku tak pernah takut-takut untuk kembali ke rumah, kendati sebelumnya kutinggalkan tanpa pamit. Seperti biasa dia tidak mencari, karena dia tahu, aku akan pulang.Mungkin itu.Mungkin karena kesabaran yang kerap kuartikan sebagai pasif, itulah yang mengikat aku. Menyadarkan aku, bahwa bukan apa yang di luar yang aku cari, aku hanya butuh rumah yang hangat.Mungkin itu yang membuat aku tak mungkin lama-lama betah berada di lu…

Kopdar 17 Feb 2013

Gambar
Kopdar bloggerBerawal dari sebuah twit iseng untuk bertemu dengan teman-teman blogger .dan onliners di Kupang, maka hari minggu siang berawan tebal itu saya bersama partner terbaik saya, Yosua berangkat ke Kupang seperti biasa dengan motor.Janjinya kita akan bertemu di Lasiana jam 4. Mendung hitam menggantung di langit Kupang saat kami tiba jam satu lebih. Masih ada tiga jam sebelum waktu untuk makan dan beristirahat sebentar. Seperti sudah diduga hujan lebat pun turun sementara kami masih di jalan, akhirnya sejam kami habiskan menunggu hujan di emperan toko. Kata orang, berduaan saat hujan itu romantis. Saya tidak melihatnya seperti itu. Tidak ada yang romantis dari berdiri kedinginan menghindari tetesan hujan dan kaki yang pegal. Tapi sudahlah, satu jam berdiri di pertokoan Kuanino saya mengetahui satu hal.Orang Kupang yang sehari-harinya dipapari teriknya matahari yang ganas, berubah menjadi penikmat hujan saat hujan deras. Terlihat dari banyaknya pengemudi motor yang kata Yosua se…

1402013

Gambar
Di hari kasih sayang ini, masih saja kugunakan untuk menyakiti.Apakah untuk itu maaf masih berlaku?Dan nyatanya iya.Mungkin karena yang kupacari adalah seorang malaikat bukan manusia.Terima kasih, Malaikatku.
Beginilah aku, manusia egois yang suka marah jika satu saja keinginannya luput dari perhatianmu.Kamu selalu meredakan. Sehingga walau tak bersinar, kamu adalah rumah. Teduh. Itu kamu.Selamat hari kasih, sayang.PS : I do love your gift. Really appreciated it.

Ultah Flobamora Community keempat di Ende

Gambar
Perjalanan Ke EndeSebelumnya saya malas-malasan menerima ajakan ke Ende, apalagi bulan januari diawali dengan cuaca yang khas bulan januari yaitu hujan terus menerus dan berangin parah, tapi kemudian saya bersyukur akan keputusan saya yang membeli tiket secara dadakan yaitu dua hari sebelum keberangkatan (beruntungnya dapat tiket murah), jadillah saya ke Ende dengan menggunakan Merpati pulang pergi dengan harga tiket sekali jalan 340 ribu.Saat pesawat kecil itu mendaratkan rodanya ke Ende saya membuka mulut terpana. Turun pesawat disambut dengan gunung di depan mata biji itu bukannya jarang terjadi? Ya Gunung Meja (dinamakan Meja karena bentuknya mirip meja, atasnya tidak meruncing tapi datar) dan dua gunung lainnya itu memagari Ende. Seperti tiga tentara perkasa yang bertugas menjaga Ende.Di depan Bandara om-om ojek dan travel sudah menanti, jadi bagi yang belum ke Ende tidak usah khawatir akan transportasinya karena sangat mudah dijumpai. Bandara Ende ada di kota, keluar Bandara lan…

Biru

Gambar
Mari melebur dalam biru yang mengharu
Bukan karena biru itu lambang sendu,
Tapi akui saja biru itu penghanyut rasa.Kemarin kamu mencerah untuk laut biru
Hari ini aku meringis untuk sang langitYa, perkenalkan aku
Perempuan yang suka berganti rasa untuk satu warna, biruBiru
Kamu tahu bukan siapa yang kumaksud?

Rokatenda, Maafkan Kami

Tentang kepedulian akan sesamaWaktu bergulir, jaman berganti, sifat berpindah. Kalau dulu orang Indonesia terkenal dengan keramahannya, tenggang rasa dan tepa selira sekarang ini semua sudah berganti. Ramah menjadi marah, tenggang menjadi tegang. Gampang sekali menyulut kemarahan dan ketegangan di sekitar kita. Lihat bagaimana orang-orang berespon terhadap pemimpin yang tidak becus, mengomel sana, mencaci sini, pokoknya tidak ada yang benar di negeri ini.Semua sibuk menghujat sambil duduk di tempat, memegang gadget, meng-up date status facebook, nge-tweet ini dan itu, menonton televisi yang menonjolkan kebobrokan suatu pihak sembari menggoyang-goyangkan kaki, makan cemilan, mengerutkan kening, menggong-gong sana sini. Ahh, betapa saya juga mirip seperti itu.Kemudian terjadi bencana. Dan semua yang cerewet tadi itu menoleh sebentar, kemudian lanjut ngemil dan lanjut berceloteh sambil tetap duduk dan menggoyangkan kaki.Bencana letusan gunung Rokatenda, Kabupaten Sikka contohnya.

(kalau …

Sepasang Bola Mata

Kisah cinta sepasang bola mataTidak semua persamaan dapat menciptakan sebuah persekutuan dan perlekatan.
Seperti sepasang bola mata dan kita berdua.Kesamaan ini ternyata tak bermakna baik jika kita menyatu atau katakanlah bersatutubuhRelasi ini hanya akan harmonis jika ada pemisah, sebatang hidung yang memagari dan kita berdua tinggal dalam kelopak yang berbedaMaka kedua kekasih yang  mencintai namun tak pernah berhadapan ini akan memberi fungsi yang optimal, walau terjaga dan tidur di kanal yang berbeda.Karena kesamaan ini terkadang justru akan membangun jika kita tidak egois untuk hidup berhadapan dan bertindihan dalam sebuah rumah.Kamu akan sehat dan bebas jika tak ada aku yang memelototi persis di hadapanmu, dan kita, bersama akan menjadi jendela bagi jiwa yang haus akan keindahan, sembari menahan perasaan, rasa ingin bersatu.Sambil tersenyum menahan rindu untuk sekedar menggenggam tangan, kita pun bertugas, menjadi mata.Dan aku tau apa fungsi kelenjar air mata, memberi kesempatan…

Air Terjun Oehala

Gambar
Air Terjun Oehala, Soe, Timor Tengah Selatan, NTTSalah satu daya tarik dari Kota Soe adalah Air Terjun Oehala. Air Terjun ini unik karena memiliki beberapa tingkat yang dibentuk secara alami oleh susunan batu sehingga menyediakan kesenangan tersendiri bagi kita penikmatnya.Oehala dapat ditempuh kurang lebih 20 menit dari pusat kota Soe. Transportasi yang menuju ke sana masih belum ada, sehingga disarankan untuk menyewa kendaraan untuk sampai ke Oehala, atau bisa juga dengan meminta diantar oleh ojek dan kemudian meminta supaya ojek tersebut menjemput atau bahkan menunggu (Orang Soe umumnya baik-baik, asalkan kita pintar mengambil hati *promosi*).Angkutan umum yang menuju ke Kapan tidak bisa mengantar sampai di air terjun, hanya di ‘gang’nya saja dan harus menempuh perjalan sekitar dua kilo untuk sampai ke pintu.Jalan menuju Oehala itu khas jalan di TTS, sempit, berliku dan untuk jalan masuknya itu masih berbatu-batu, sedikit disayangkan bahwa perhatian pemerintah untuk ikon yang mempo…

Malam tenang, mari mengenang

Kepada semua pengenang cinta :
Kuwakilkan suara kita untuk mereka yang pernah mencungkil sejumput perhatian.Ini memang tidak adil
Satu sentuhan, beberapa tatap mata dan memori itu berputar riuh,  menyedot perhatian, menghisap aku untuk kembali memeluknya
Tentang hari dimana dia pernah menjadi yang dikagumi
Kalau ternyata dia masih ada, menunggu kembali disanjungBerbahagialah kamu
Yang tak tahu jika aku tak hanya menaruh kagum tapi juga rasaBersinarlah kamu
Benderangmu selalu menyilaukan aku dan mungkin juga yang lainnyaTersenyumlah kamu
Pesonamu kian menguak saat wajah tegasmu dihiasi senyunBerkaryalah kamu,
selalu ada seorang aku yang menunggu kejutan kamuTerakhir,
tidak usah mereka, kamu tahu bahwa ini untuk kamu.Ende, 2 Februari 2013Teruntuk semua member Flobamora Community, Komunitas Blogger NTT, dengan menundukkan kepala saya katakan, saya bangga bisa ada bersama kalian.Nb : Nikmatilah tulisan ini malam ini, besok segalanya sudah kembali seperti sediakala. :)

Senja di Pantai Ria, Ende

Gambar
Kepada kamu,
Belajarlah dari matahari
Walau siang mengganas dan menggigit
Namun selalu hangat tersenyum saat senja.Matahari menggenapi ayat bertajuk, kasih itu menutupi segala sesuatu.