Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

Lahirnya Forum SoE Peduli

Gambar
30 Maret 2013 lahirlah suatu gebrakan dari anak muda di kota Soe yang mungkin sudah jenuh dengan atmosfir soe yang dingin menghipnotis ini.Berawal dari status facebook saya mengenai pengungsi Rokatenda, Sikka dan ditanggapi positif oleh para sahabat, maka hari Sabtu jam 11 kami berkumpul dan membicarakan tentang apa yang dapat kami buat untuk Rokatenda.Bersama dengan Dicky Senda, Angel Marlin, Josua, Sherly Leo, Imelda Tunliu, Monang, Iren dan Joce kami sepakat untuk membentuk Forum SoE Peduli dengan aksi pertama kami adalah Gerakan Seribu Rupiah Untuk Rokatenda.Kami memilih aksi seribu rupiah, karena kami rasa seribu rupiah mungkin bagi kita tidam berarti namun dapat bermakna besar bagi ribuan pengungsi di Sikka.Teman-teman semua diharap partisipasinya dalam membantu para saudara kita yang sedang ditimpa bencana ini.Aksi yang masih berusia 0 hari, nyatanya sudah mendapat tanggapan positif dari banyak pihak. Teman - teman yang tidak bisa datang seperti Any, Nancy, Tety juga ingin ikut…

Koma

Ini pun note fb waktu umur 21 tahun :)

Ibaratkan perjalanan hidupmu dipenuhi tanda baca.Tanda seru digunakan ketika kau sedang sangat bersemangat dalam menjalani hari. Energimu mungkin terkuras tapi kau masih dengan gigih melanjutkan hidup. Ya,, tanda seru!!! Saat dimana kau gagah dan menantang.Lalu ada tanda tanya. Dipakai ketika kau dalam kondisi kebingungan menghadapi hidup ini. Kau bertanya, mengapa? Kau bertanya, sampai kapan? Saat itu adalah waktu kau begitu rapuh dan kau menangis.Ada lagi tanda kurung, yaitu saat dimana katakanlah kau sedang bersembunyi. Kau tak dapat berdiri sendiri sehingga kau butuh yang lain untuk menopang engkau.Dan kemudian si tanda titik... Yaitu akhir dari salah satu fase hidupmu. Kau telah menyelesaikannya, dan semuanya terlihat utuh. Kau berhasil melewatinya.Yang belum terucap disana adalah tanda koma. Koma penghubung suatu frase dan frase lainnya. Koma adalah saat dimana dalam pertengahan perjalananmu, kau merasa letih, kau merasa bebanmu berat dan ka…

Menjadi Seorang Manusia

Tulisan ini dibuat saat masih berumur 20 tahun. Dipostkan pertama kali di facebook. Saya membaca sambil tersenyum, betapa lima tahun itu sudah merubah  sebagian saya dan mempertahankan bagian lainnya.
29 juni 2008Dan siapakah engkau manusia yang mengetahui tentang seluruh hidupmu? Bahkan apakah esok pagi engkau masih bisa bangun pagi, bisakah engkau memastikannya?Manusia itu terbatas. Manusia itu rapuh, manusia itu tidak pasti, manusia itu berubah.Apakah manusia, sehingga engkau mengangkat mukamu ke atas, berkacak pinggang dan bertanya MENGAPA? Apakah manusia, sehingga engkau berpikir bahwa rencanamulah yang terbaik?Manusia itu cerewet, manusia itu penuntut, manusia itu pemaksa.Diterpa angin engkau goyah, didera ombak engkau tenggelam, dikecam gelap engkau takut, dikasih tanggung jawab engkau lari.Manusia seharusnya belajar, Belajar setegar pohon kelapa, yang tegar berdiri disisi lautan, menantang badai dengan jantan. Belajar serajin semut, menempuh jarak jauh, mengumpulkan makanan di …

Review Novel Pulang

Gambar
HANYUT BERSAMA ‘PULANG’ Karya LEILA S. CHUDORISekali lagi ini bukan review kritis nan jeli tentang suatu karya sastra. Saya hanya ingin berbagi perasaan setelah selesai membaca Pulang.
Novel setebal 459 halaman ini terlalu menarik buat saya, sehingga saya habiskan dalam waktu 2 hari ditengah pekerjaan saya. Ini karya pertama Leila yang saya baca, bahkan namanya pun baru pertama kali saya dengar. Padahal, karyanya sudah tidak asing. Salah satu sinteron Indonesia terbaik yang pernah saya tonton, Dunia Tanpa Koma yang dimainkan Dian Sastro dan Tora Sudiro ternyata skenarionya ditulis oleh LEILA.Pemilihan judul, bagi saya sangat tepat. Karena jiwa novel ini terletak pada seorang tokoh bernama Dimas Suryo seorang eksil yang sejak tahun I965 berkelana dari Negara-negara sampai akhirnya tahun I968 sampai I998 menetap di Paris, sementara hatinya selalu hidup di Indonesia, dia rindu untuk pulang namun tak bisa.Novel sejarah ini berlatar belakang situasi politik di Indonesia paska kejadian G …

Sedikit Review Amba karya Laksmi Pamuntjak

Gambar
REVIEW AMBASaya tidak langsung menulis review buku ini setelah selesai membaca. Saya menundanya seminggu lebih, dan saya baru saja selesai emmbaca Pulang, sehingga ingatan tentang Amba agak berkurang.
Tapi, saya sudah berjanji pada diri sendiri untuk menuliskan sedikit tentang buku bagus yang baru dibaca, sehingga maaf jika terlalu pendek dan terlalu superficial.Novel dengan tebal 493 halaman ini ditulis oleh Laksmi Pamuntjak seorang yang tidak asing di dunia sastra.Dengan mengambil nama serta mungkin juga beberapa kisah dari Mahabrata, Laksmi menghadirkan dua tokoh, Amba dan Bhisma yang hidup dengan latar belakang sejarah tahun 65.Amba adalah mahasiswa di UGM yang berasal dari keluarga sederhana di desa di Jawa Tengah berkenalan dan jatuh cinta dengan Bhisma seorang dokter di Kediri. Kebersamaan mereka yang hanya sesaat, sebulan lebih, menyisakan duka, perih dan benih bagi Amba. Karena bersamaan dengan penyerangan di Universitas res Publica, Yogyakarta tahun 65, Bhisma menghilang dan…

Harap

Pada sebentuk kata bernama hari esok,
Aku menggantungkan sejumlah asa lapis demi lapis
Meyakini setiap pergantian bulan kuning padat
Bahwa kekosongan pun bermakna harapan.Pada rangkaian huruf bertajuk, 'lebih baik'
Aku menentramkan degup jantung yang berkejaran
Menarik nafas seteratur barisan
Mata terpejam tak berarti tidurPada pecahan kalimat berbunyi 'kesempatan'
Aku mempercayakan mampuku seutuhnya
Berburu dengan sesama budak waktu
Mencoba meraup bayangan kebahagian.Dan pada sebentuk frase 'Tuhan tolong'
Aku melemaskan lututku
Menangkup kedua tangan
Menundukkan kepala,
berdoa.Soe, 2013Sandra Frans

Pulanglah Dan Berkarya

Teater Monologi Flobamora 09 Maret 2013.Review ini sudah ditulis oleh sahabat saya Dicky Senda anda dapat menikmatinya disini : www.naked-timor.blogspot.comCerita dibawah ini lebih kearah curahan hati seorang saya yang kampungan daripada ulasan terperinci mengenai pertunjukan teater tersebut.‘Apa sih yang menyenangkan dari menyaksikan pertunjukan teater?’ Begitu teman saya di Soe bertanya saat hari minggu tanggal 10 Maret kami berkumpul untuk arisan dan saat itu saya baru tiba dari Kupang. ‘Maksudnya kan teater gitu-gitu aja, tidak ada seru-serunya’ dia melanjutkan. Saya menjawab dan kemudian tersenyum miris dalam hati.Mungkin begitu anggapan kebanyakan anak muda NTT mendengar kata ‘teater’. Apalagi anak muda yang saat kuliah bermigrasi ke Jawa dan setiap saat bisa menikmati box office di bioskop. Mata dan telinga mereka pun diajari dan dibentuk untuk menyukai sesuatu yang fantastic, keren dengan kacamata film-film yang dapat menarik minat banyak penonton.Bahkan ada yang bertanya, ‘ap…

Mengapa satu?

Kita punya dua paru-paru, karena seluruh trilyunan sel dalam satu tubuh ini membutuhkan oksigen.Kita punya dua ginjal, karena berliter darah dalam satu organisme butuh difiltrasi butir demi butir.Kita punya dua mata, karena semesta terlalu indah untuk dikecap oleh satu mata.Wanita punya dua ovarium, agar setiap bulan gantian memproduksi ovum.Lalu mengapa kita hanya punya satu hati yang harus menampung semua jenis rasa dan segala tumpuk kenangan?Tidakkah itu yang kemudian  menjadi sumber keletihan hati?

SEPULUH Ulang Tahun Keempat

Pukul dua siang dan disini sedang hujan angin. Dinginnya sungguh membuat malas. Saya sedang membuka laptop dan melamun sembari melihat pohon-pohon hijau di luar melalui jendela ruang tamu, memikirkan topic apa yang ingin saya tulis di blog. Dan kemudian ingat kalau bulan ini blog saya SEPULUH berulang tahun yang keempat. Congratulation, SEPULUH!Jadi biarlah tulisan berikut ini berisi tentang rumah pikiran saya ini.Kenapa dinamakan sepuluh? Maret 2009 saat memutuskan membuat rumah di blogspot saya menamainya dengan Sandra’s Note kemudian karena mungkin terdengan seperti repetisi dari alamat blog saya : www.tulisan-sandra.blogspot.com saya berniat mengubahnya. Jadilah saya menggantinya dengan SEPULUH. Anda tahu kenapa? Karena saat itu ada stiker nomer sandal jepit ukuran 10 yang iseng adik saya tempel di sudut tempat tidurnya. Tanpa berpikir panjang kata sepuluh itu saya tulis di nama blog. Barulah setelah itu saya menuliskan filosofi tentang SEPULUH yang masih menjadi header blog saya …

Nafsu Yang Manusiawi Dan Resiko Perempuan

Perempuan normal walau belum dites air urine-nya tapi pastilah sudah dibekali perasaan bahwa dirinya tengah mengandung. Begitu kesimpulan saya setelah hampir setahun kerja di puskesmas.Saya sering (lebih dari dua dalam satu bulan) mendapati perempuan muda yang datang berobat ke poli umum puskesmas dengan keluhan awal sakit kepala, tidak enak badan, mual. Pada awalnya saya langsung mendiagnosa cephalgia dan memberi terapi anti nyeri dan anti mual. Dalam sehari di poli saya bisa menangani 100 pasien sehingga terkadang timbul kelalaian dalam mendalami diagnose lebih dalam. Namun ketika saya menyodorkan resep untuk ditukar di ruang obat, biasanya ada tambahan dari pasien, ‘saya sudah tidak haid bulan ini, dok’. Jadilah resep itu saya coret-coret dan menyuruhnya tes kencing yang umumnya diikuti oleh hasil positif.Itu pertama kali dan semoga terakhir kali saya kecolongan. Setelah itu, jika ada perempuan muda yang datang dengan mata kebingungan harus memulai dari mana menyampaikan keluhan, y…

Sebuah Tayangan Yang Berujung Sendu

Ini sebuah surat kaleng kepada Bapak B.J Habibie.Saya sudah mendengar banyak tentang kisah cinta Anda yang katakanlah abadi. Saya tahu tentang kesuksesan buku dan film yang bersumber dari kisah anda. Walau saya sendiri belum pernah membaca buku atau menonton film yang katanya sudah mencapai empat juta lebih penonton di bioskop. Ya, percintaan anda sungguh inspiratif. Di tengah kabat perceraian artis, poligami, kekerasan dalam rumah tangga dan sebagainya, anda hadir dan menawarkan pada publik, bahwa cinta sejati itu nyata dan ada. Bukan hanya cinderella yang bisa memilikinya.Tulisan ini bukan tentang Anda.Ini tentang seorang wanita yang menangis tersedu-sedu saat menonton televisi yang menayangkan kilas balik perjalanan hidup anda ditemani ibu Ainun. Bagaimana saat masih segar beliau mendampingi anda, dan bagaimana saat sudah sakit anda setia menemani beliau sampai ajal menjemputnya.Saya Juga tidak melihat tayangan itu. Wanita ini yang menceritakan pada saya, bahwa malam itu dia menang…