Si Pembacok Itu Adalah Anggota Dewan

Seorang Anggota DPRD TTS Membacok Pegawai BRI SOE.

Demikianlah berita yang heboh dahsyat itu di twitter maupun facebook pada hari senin, 2 september 2013. Saya sedang berada di Malang. Dan sebelum beritanya bergulir di media social, Yosua sudah meng-sms saya meberitahukan bahwa Pak Semi Wohangara, banker senior di BRI SOE dibacok di bagian perut oleh orang yang tidak mau membayar angsuran kredit padahal sudah menunggak lama sekali.

Jadi ceritanya, anggota DPRD ini dengan inisial nama ML ditagih untuk membayar hutangnya ke bank via sms. ML pun menyanggupi dan mengajak bertemu pak Semi di kantornya pada hari senin supaya nanti mereka sama-sama ke bendahara dan mengambil gaji serta membayar hutang. Ternyata ML ini tidak hanya berhutang di BRI saja, hutangnya banyak dan melilit dia sedemikian rupa sehingga membutakan akal sehatnya. Ketika akhirnya dia membacok pak Semi mengakibatkan luka sepanjang 20 cm dan sedalam 8cm serta mengenai banyak organ dalam perut. Betapa tidak mulianya perbuatan itu.

Pak Semi saat ini sedang dirawat intensif di Surabaya, mari kita doakan agar beliau selamat dan dapat kembali dalam keadaan sehat.

Saya ingin menyoroti masalah ini dari pelaku. Akan sangat berbeda jika pelaku pembacokan ini adalah pedagang di pasar, atau mungkin debt kolektor atau mungkin ojek atau mungkin supir truk dan lainnya. tapi kejadian ini begitu spesial karena pelaku adalah anggota dewan. Seorang wakil rakyat yang menduduki kursi terhormat dan dipilih berdasarkan suara terbanyak. Tidak sembarang orang tentunya dapat menduduki kursi yang menjadi incaran begitu banyak manusia.

Apalagi saat-saat ini ketika demam politik sedang hangat digaungkan. Dan kita dapat melihat banner-banner calon anggota dewan maupun calon kepala daerah yang memenuhi jalan. Sehingga peristiwa ini harusnya menjadi pukulan kuat bagi kita yang memilih maupun bagi mereka yang mencalonkan diri.

Mari kita lihat apa keuntungan menjadi anggota dewan :

Saya hanya melihat dari luar saja dan tidak mengetahui secara rinci tapi saya pernah bertanya sendiri kenapa semua manusia ingin menjadi anggota dewan? Seorang ibu rumah tangga berusia 26 tahun mengurus 3 orang anak, dengan lulusan SMA pun namanya ada di Koran sebagai calon anggota dawn. Ada pula seorang pemuda yang kerjanya melanjutkan bisnis keluarga dengan ijazah SMA pula dan namanya tidak pernah muncul dalam organisasi apapun tiba-tiba fotonya sudah terpampang di jalan menjadi calon anggota dewan.

Sebegitu inginnya masyarakat TTS ini menjadi anggota dewan, sehingga anggota dewan kemudian seperti sebuah lowongan kerja.

DIBUTUHKAN : Anggota Dewan, minimal ada ijazah SMA(ijazah paket C juga boleh), bersedia hidup enak, bersedia ikut rapat walau di ruangan rapat tertidur, punya sifat sombong dan sok berwibawa.

Mungkin seperti itu iklan untuk menjadi anggota dewan. Dan kemudian semua orang berusaha menjadi anggota dewan. Hutang sana sini, pergi ke kampung dan menyogok sebanyak mungkin manusia agar kemudian dia terpilih.

Hutang seberapa banyak pun tidak amsalah, nanti pasti bisa dibayar setelah jadi anggota dewan. Karena yang saya tahu, begitu banyak fasilitas ketika seseorang menajdi anggota dewan. Ketua fraksi dibekali mobil dinas sedangkan anggotanya dikasih kredit mobil. Gajinya setiap bulan sekian banyak juta. Perjalanan dinasnya itu bisa sampai ke luar negeri dan sebagainya. Bahkan ada yang cerita, kadang anggota dewan hanya ganti pesawat saja untuk ke kota lain, saking begitu sibuknya perjalanan dinas. Sementara rakyat kelaparan. Sementara masalah di daerah begitu banyak menuntut diselesaikan.

Begitulah jika semua manusia berbondong menjadi anggota dewan tanpa peduli bahwa tugas itu sebenarnya berat dan mulia. Karena ratusan ribu nasib rakyat ada di pundaknya. Namun mereka tidak peduli, asalkan perut mereka kenyang.

Sudah begitu, ketika menjadi anggota dewan, kemudian maruk. Segala sesuatu ingin dimakan. Segala mobil ingin dibeli, rumah kalau bisa dibangun menyerupai istana kerajaan. Ternyata gaji yang sudah besar itu tidak mencukupi , uang perjalanan juga ternyata masih kurang, akhirnya berhutang sana sini. Lalu karena tidak bisa melunasi hutangnya, dia membacok petugas yang menagih. Ironis. Miris.

Supaya diketahui, ML yang membacok itu membawa kelewang ke kantor. Kelewang adalah sejenis pedang panjang dan tajam. Bayangkanlah, anggota dewan membawa-bawa pedang ke kantor.

Jadi sudah seharusnya ada standar untuk menjadi anggota dewan. Sebagai rakyat biasa dan sebagai pemuda TTS, saya mengimpikan figure anggota dewan yang seperti ini :

1.Berpendidikan
Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, idealnya dia akan semakin bermartabat. Pendidikan adalah salah satu proses membentuk manusia yang manusiawi. Dan diharapkan mereka yang berpendidikan dapat menyelesaikan suatu masalah dengan logika yang sehat dan terstruktur.

2.Pengalaman Organisasi
Ini penting. Semakin lama dia berorganisasi, artinya dia sudah memiliki pengalaman dalam suatu struktur dan dalam interaksi dengan sesama. Diharapkan keegoisan meluntur diganti dengan rasa tangung jawab dan kebersamaan ketika seseorang berorganisasi.

3. beragama
Ini menjadi opsi saja jika yang kedua tidak memenuhi criteria. Harusnya yang bergaul dekat dengan Tuhan-nya ya memiliki sifat yang serupa dengan Tuhan.

4.Jiwa Kepemimpinan
Seorang anggota dewan harusnya sudah pernah melakukan sesuatu untuk daerahnya. Untuk bermanfaat bagi daerahnya kan tidak harus menjadi anggota dewan dulu. Jadi sebelum menjadi yang terhormat dan dilihat banyak orang semua calon haruslah sudah pernah melakukan sesuatu atau menghasilkan sesuatu untuk TTS

5. Membuat Tulisan atau Esai
Menulis itu penting dan adalah bentuk komunikasi yang efektif. Seorang pemimpin yang menulis adalah pemimpin yang reflektif dan memperhatikan. Sehingga akan baik sekali jika anggota dewan dapat menulis dan tulisannya dinikmati oleh rakyat. Jika dia sudah menuangkan janjinya dalam tulisan serta dipublikasikan, maka kan gampang sekali bagi kita untuk menuntut atau menagih janji tersebut. Dan saya pribadi sangat menghargai mereka yang menulis. Andai semua anggota DPRD punya blog pribadi yang berisi catatan perjalanan dia dan apa saja yang sudah dia lakukan, serta apa saja pemikiran dia terhadap masalah-masalah di TTS ini.

Tentu dibarengi dengan sifat sifat lain seperti : jujur, tanggung jawab, peduli dan sebagainya.

Seharusnya demikian.

Ya ini hanya impian saya saja kepada mereka yang saat ini tengah bergumul untuk emnjadi anggota dewan serta mereka yang sudah menikmati kursi panas tersebut.

Supaya tidak ada lagi korban-korban kebiadaban anggota dewans eperti om Semi Wohangara.

Sekali lagi , Tuhan memberkati Om Semi supaya cepat sembuh.

Komentar