Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Perjalanan ke Sumba bersama Sahabat

Gambar
Memang benar, perkataan banyak orang bahwa jika sesuatu terlalu banyak direncanakan malah biasanya tidak terjadi. Sebaliknya, sesuatu yang mendadak dan tanpa terpikir sekalipun justru itu seni dari suatu perjalanan.Semuanya bermula dari Kak Sherly Leo, sahabat FSP yang melamar menjadi vikaris di Sumba.  Dan kemudian saya serta Angel secara impulsif membeli tiket ke Waingapu (Sumba Timur). Karena pikiran kami, mumpung di Sumba ada sahabat, kapan lagi bisa ke Sumba dan yak akhirnya jadilah perjalanan singkat kami ke Sumba selama 3 hari,Kami meminta Sherly untuk mencarikan penginapan yang murah,tapi kemudian kak Sherly berkata bahwa sahabatnya, Vania Ropa menawarkan rumahnya untuk kami tinggali. Dan akhirya saya dan Angel sangat berterima kasih karena kami mendapat banyak kemudahan dan banyak cerita karena menginap di rumah Vania dan keluarganya yang baik hati. Serta tentu saja menghemat banyak sekali uang karena akomodasi serta makan minum kami dapatkan secara gratis. Huahh.. menyenangk…

Kabut Di SoE

Gambar
Tahun ini, seperti juga di kota lain, kekeringan dan panas berkepanjangan menyisakan tanaman menguning dan mati, tanah berdebu dan longgar serta kesulitan air di SoE sini. Kota Soe yang biasanya dingin dan sejuk berubah menjadi panas menyengat di waktu Siang. Bersyukur di akhir November, hujan pun turun.
Saya hanya ingin bernostalgia dengan SoE. Seorang kenalan membuat status di facebook yang kira-kira seperti ini, ‘Berada di SoE, segala sesuatu berjalan dengan lambat. Tidak perlu terburu-buru. Dan tidak seperti di kota besar, orang-orang mengerjakan sesuatu dengan begitu santai.’ Hal ini pun pernah saya bersama dengan adik membicarakannya. Di SoE, jarang sekali kita melihat seseorang atau sekelompok yang tergesa mau kemana, atau berkejaran dengan waktu karena dead line tugas yang sudah dekat. Mungkin ada juga satu dua yang seperti itu, tapi jarang terlihat.
Yang bisa kamu jumpai adalah keluarga berkumpul di dalam rumah sambil nonton TV dan bercerita menikmati sepiring pisang goreng …

Setelah Sekian Lama

Setelah sekian lama, akhirnya memutuskan bahwa rantai kemalasan menulis blog harus diputuskan. Jadilah akhirnya postingan kali ini ditulis. Dan karena sebulan lebih absen dari menulis, rasanya sedikit kaku ketika mau memulai. Ini hanya sekedar tulisan random yang akan terdiri dari beberapa ide dalam satu tulisan.Pagi ini hujan. Saya sedang menulis dari dalam kamar, melihat rinai hujan dari jendela sambil kedua kaki dibungkus selimut hangat. Betapa istana ini begitu memanjakan saya sedari kecil. Rumah nyaman yang mencukupi semua kebutuhan lahir dan batin saya. Sedingin apapun kota Soe, saya selalu merasa hangat ketika berada dalam rumah ini.Kesejahteraan yang membetahkan ini ternyata cukup menjerat. Sehingga lantas saya tidak menghasilkan apa-apa di dalam rumah J. Untuk manusia seperti saya, butuh suatu yang asing yang membuat insting bertahan hidup bekerja, sehingga bisa berkarya. Mungkin seperti itu.Persiapan menuju universitas sudah beres, tinggal berangkat. Oh ya masih ada yang har…

BATAS

Gambar
Dari kejauhan kau melihat dengan terperangah biru langit dan laut yang melebur jernih dengan sempurna. Tanpa pernah kamu menyadari panjang jarak diantara mereka yang tak terhingga.

Dari tempatmu berdiri yang kamu pandangi adalah langit menindih laut dengan mesranya.
Tanpa pernah kamu perkirakan betapa besar perbedaan unsur pembentuk keduanya.

Pernahkah kamu mempertanyakan bahwa hubungan klasik mereka hanyalah bias fenomena yang tercipta dari imajimu?

Karena mungkin langit dan laut tercipta, untuk hanya sekedar saling berhadapan dalam jarak yang tak terukur, agar kamu dan aku dapat mengagumi keindahannya seolah mereka menyatu.

Karena mungkin sesuatu yang sudah ditetapkan demikan, harus  berada dalam batas yang berbeda, agar harmoni tetap dapat mengalun indah.

Karena mungkin beberapa hal memang akan menjadi baik adanya jika keduanya tidak saling mendekat.

Kupang - Soe, Akhir Oktober 2014.Photo Credit : Josua Natanael.

Kita dan Semangkuk Soto

Gambar
Pertemanan kita seperti menghabiskan semangkuk soto
Aku masih mengingat jelas Wajahmu yang misterius
Saat hari pertama kita bertemu
Mungkin kau sibuk menerka
Akan seperti apakah
Rasa soto yang sudah terlanjur kau pesan ini.
Seiring waktu,
Kau terlihat bersemangat saat mengunyah rahasia kecil kita,
serta ikut menambahkan canda sebagai bumbu,
dan mengecap lezat persahabatan ini.
Lalu tibalah harinya
Saat yang tersisa tinggal sesuap di dasar mangkuk.
Kau enggan menelannya tapi harus,
Ingin mempertahankannya tapi tak kuasa,
Air matamu yang asin jatuh sebagai pelengkap.
Katamu,
Salahkan pertemuan kala itu,
Namun ketahuilah,
Jika kita boleh memilih satu hari untuk diabadikan,
Aku ingin mengekalkan detik di mana semesta menyatukan kita.
"Karena kesederhanaan dalam gurih tawamu, segar candaanmu dan pedas kritikanmu adalah candu yang telah memikatku berkali-kali lipat hingga lidah terasa kelu saat mengucapkan : Selamat Berpisah, Teman."
Denpasar, Oktober 2014
Untuk cerita berkesan yang terja…

Sepenggal Cerita dari UWRF 2014

Gambar
Saat mengetahui bahwa saya akan menjalani Pre Departure Training di Denpasar sampai bulan Oktober, satu hal yang langsung terpikirkan adalah, bagaimanapun saya harus menyempatkan diri untuk mengikuti Ubud Writers Readers Festival yang sudah lebih dari 10 tahun diselenggarakan di Ubud sebagai festival menulis bergengsi yang mendatangkan lebih dari seratus penulis dari seluruh penjuru dunia.

Tahun 2013, saya sempat mengirimkan karya ke UWRF yang setiap tahun mengadakan kompetisi untuk penulis muda di Indonesia agar menjadi Emerging Writers di UWRF, namun saya gagal, Tapi saya tetap bersyukur karena sudah tiga tahun ini, selalu ada perwakilan dari teman-teman di Dusun Flobamora, Komunitas Sastra NTT yang terpilih menjadi Emerging Writers.

Bulan September, saya dihubungi mbak Olin Monteiro, penulis dan aktivis perempuan, bahwa buku Antologi penulis perempuan dari Indonesia Timur yang berjudul Isis dan Musim-Musim, akan di-launching di UWRF. Dan (kebetulan) saya adalah satu dari 17 penulis…

Tentang Segaris Senyum

Adakah makhluk lain di dunia yang lihai menyembunyikan perasaan selain manusia?

Pada sebentuk senyum terukir di wajah,
perempuan dan lelaki itu menelan kembali ribuan kata yang ingin sekali dimuntahkan,
namun segan,
juga malu
hingga hanya mampu mengeluarkan senjata andalannya, sebentuk garis bibir.

Aku sudah tahu lama
Bahwa garis tersebut adalah pemikat bagi siapapun
Aku juga tak perlu diingatkan,
bahwa sebuah senyum dapat mencerahkan hari

Yang aku tak pernah menyangka, adalah
Betapa senyuman itu dapat membuat aku kecanduan, teradiksi berat dan jatuh tanpa pernah menyentuh dasar.

Yang membuat aku terperangah adalah
Magnet yang dihasilkan oleh senyum renyahmu itu
Dapat menghentikan pergerakan sekelilingku, dan membuatku tak berkutik selain terpikat pesonamu.

Karena jiwa ini susah untuk menjadi tua,
Ijinkan aku mengagumimu seperti remaja yang melompat riang bertemu idola

Karena senyummu yang hangat
adalah sarapan pagiku yang lezat

Dan kepada pandangan matamu yang jernih,
Aku bersyukur u…

Viva La Vida

Gambar
"The runner up is 4.5 months A!"

That sentence was shouted by Mr. Michael, the director of Australia Awards when he was announcing the best performances in Barbecue Party, held in Australia Consulate in 26 September 2014.

At first, my friends and I were silent and were absorbing whether it was true or not, or may he was wrong when mentioned our class. But when we realised that we didn't get lied by our ears, we couldn't hold our gladness, we just jumped and hugged each other. It was really an amazing night.

It was the night when i fully knew that i was lucky, surrounded by those amazing friends.

If i could throw back time, and we should choose where class we want to be, i never doubt to choose this class to be mine.

It is not about getting the runner up.

We really enjoyed our performance much. When we did some rehearsals, those were a good time as well. Too much laugh there. After being together for 4 months, we used to get know each other well. Each of us has differ…

Trip to BATI (Bali Appropriate Technology Institute)

Gambar
I have told you many times that my teachers here are amazing. Last week, Steve mentioned in the class about having a trip to a place where we can learn about technology  and meet with the master. He said briefly about this man who already success to apply a simple technique to make a very useful yet simple water access. When Steve told this, one figure popped up in my mind. I was thinking about many children brought bucket contain water in the afternoon on foot, no sandals, and they must walked several kilometers to reach the source a water. This was a usual view in my hometown, Soe.

Well, the trip day finally came. With 3 buses, all of 4.5 month-ers EAP students plus Steve and Wendy as well went to Bali Appropriate Technology Institute (B.A.T.I) in Tabanan. The journey took one hour and half. And finally after went trough  narrow and curve roads, we got there. Then, we must walked in a very steep road to reach the main building.

The first thing i felt about this place is..... peace.…

13 Weeks in IALF Bali

13The number related to unlucky. Since, i am not a person who paid attention to myth, i don't wanna write about spooky story here :).It is about the length time i am already here, learning in Bali. Time goes so fast as well, while my brain cannot absorb faster than i expect :').Some of my friends will take IELTS test tomorrow, while i am still not sure could gain higher score than my previous IELTS in January :')Our teachers have already held 3 mock tests for us. And they are really take care about our result. They made corrections  to our writing seriously that make me sometime feel guity if i can't give my best.Well, i believe in the dark before the door, yeah... Hopefully, i'll post a good news here after i pass my real IELTS test next month.However, i really enjoy my time here.
Life is (still) good.

A Lesson from "Exit Trough the Gift Shop" (A Film)

Gambar
"It's all about time." Thierry Guetta / Mr. Brainwashing.
Yesterday, on Friday afternoon, my teacher Steve Bolton, who teaches us intensively 4.5-month-English For Academic Purpose in IALF Bali, held a special refreshment, watching a movie. Last week, he taught us about contemporary art which is a new thing for most of us. Then he promised to introduce us about one kind of this art to make us familiar about art which is very useful in IELTS test as well. Then here we go, with all EAP 4.5 month students, we watched a movie in auditorium.


The movie title is Exit Trough the Gift Shop, a documentary film about street art. The movie was directed by Banksy, a very famous graffiti artist come from England and keep himself as a secretive artist.I reckon this movie is an inspired and amazed one. It told a story about one man named Thierry Guetta, a french born but live in LA. Guetta at first was not an artist at all. He just loved to record every thing in his daily life with his…

Force A Horse To Drink

Gambar
"You can bring a horse into a river, but you cannot force him to drink the water"
My teacher, Steve Bolton said it when we were learning about how to make a stance in academic writing yesterday. It means that actually we have no power to make a person do whatever we want them to do, even we think that it might be a good thing for them.

The other example he gave is : we can take someone to library, but we cannot force them to read. They may go to the library but just stand in the front of the books and doing nothing just watch.

Well, at that time, i didn't take the sentence to think about. But know, i make a correlation about me and my friends dream in Forum Soe Peduli to make a small library in our hometown.

At the moment, we have collected more hundred books from the donors (God bless you all), and it amazed me, how people really interest to donate their books for us. Even some of them is come from Jakarta or Bandung which is absolutely far from Soe, but they do care. …

Canting dan Hidup Yang Pasrah

Gambar
Berikut, saya akan memberikan sedikit review tentang buku yang baru saja saya baca, Canting, karya Arswendo Atmowiloto.

Siapa yang tidak mengenal Arswendo? Sastrawan kawakan yang masih terus berkarya di usia senjanya ini patutlah menjadi inspirasi bagi kita semua yang sedang jatuh bangun mencoba belajar menulis.Karya Arswendo lain yang juga merupakan favorit saya adalah : Kau Memanggilku Malaikat dan SUDESI (Sukses Dengan Satu Istri). Kesemuanya mengandung nilai-nilai kehidupan yang disampaikan secara manis lewat kejadian sehari-hari.

Canting adalah sebuah buku yang menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang kental akan budaya leluhurnya. Adalah keluarga Ngabean Sestrokusuma yang pada tahun 1960an di Solo merupakan keluarga yang terhormat selain karena status kejawian yang mengalir pada darahnya, juga usaha batik dengan cap Canting yang dikelola oleh istri Pak Bei (begitu panggilan orang-orang terhadap Raden Ngabehi Sestrokusuma). Pada jaman itu, kerabat keraton yang memiliki usa…

Tentang Yang Selalu Ada

Ada orang-orang tertentu yang karena kita sudah sangat terbiasa dengan mereka, kadang kita mengabaikan sinar mereka yang benderang dan sibuk mencari sinar yang lain.
Ada orang-orang tertentu yang karena begitu kita kenal, malah kita remehkan dan saat dia terbang, kita terkejut begitu heran tak pernah menyangka bahwa dia bisa melayang.
Ada orang terdekat kita yang dengan seenaknya kita luncurkan peluru kata-kata dengan beruntun tanpa pedulu bahwa mereka pun punya hati yang rapuh yang akan langsung berdarah terkena kata-kata mematikan kita.
Ada orang-orang di samping kita yang selalu hadir dan memberi pertolongan bahkan ketika kita sering lupa mengucapkan kata, 'tolong', alih-alih menggantinya dengan kata 'eh... ambil itu dong cepat'.
Ada orang-orang yang selalu rela memberikan apapun untuk kita, dan karena kita sudah sangat biasa menerima pengorbanan kita, kata 'terima kasih' sudah jarang sekali kita berikan.
Ada orang-orang tertentu yang mau menunggu bahkan ket…

Liburan

Gambar
Satu minggu yang begitu cepat berlalu.Terlalu banyak kenangan yang kita ciptakan
Terlalu banyak perbincangan yang dibagi
Terlalu banyak jejak yang kita tingalkan
Namun tak pernah cukup waktu untuk selalu bersama.Terima kasih
Untuk setiap obrolan kita
Setiap sukacita yang kamu bagi
Setiap langkah kita
Setiap momen penuh tawa
Bahkan disaat kita tersesat di tempat asing ini, aku tetap bahagiaGenggaman tanganmu yang masih begitu nyaman akan sangat aku rindukan
Kehadiranmu adalah sumber ketenangankuBersama kamu, aku lahir baru.
Bersama kamu, aku ingin terus menjelajah berdua.
Bersama kamu, aku merasa cukup.
Bersama kamu, aku utuh kembali.
Bersama kamu, aku menjalani hidup.Aku mencintaimu sayang lebih dari hari kemarin.Denpasar, 2014
Untuk seminggu penuh bersama dia, saya bersyukur.

Senja

Gambar
: Natanael
Menyaksikan tenangnya langit kebakaran bersama kamu adalah keseharian yang ingin aku jalankan selamanya.
Karena hatimu adalah pusat segala tata suryaku.
Di tengahnya, aku ingin berputar, mengitari dan mengaguminya.
Energi yang kamu pancarkan
Tak pernah terlalu panas untuk meledakkan
Tapi selalu kuat untuk menghidupkan.
Sinarmu yang sederhana sudah demikian kuat memikatku, hingga pada akhirnya aku dapat berkata, 'mencintaimu adalah kebahagiaanku'.
Seminyak, 2014

(Photo taken by @JosuaNatanael)

Holi Holiday

Happy Holiday!

Setelah minggu yang padat ini, akhirnya liburan datang juga dengan tidak tanggung-tanggung jangka waktunya, dua minggu. Tapi sebelum libur, kami harus mengikuti tes IELTS (yang sifatnya percobaan) dulu. Ngga tau deh hasilnya kayak apa :).

Oh iya kemarin juga sudah submit tugas extended esay dari Steve, jadi sudah tidak ada tanggungan lagi waktu libur.

Teman-teman di kelas kebanyakan mudik ke kampung halaman semua, tersisa kami sekitar 4 orang yang tinggal di Bali termasuk saya.

Sudah tidak sabar menunggu hari minggu pagi dimana Yosua datang :).

So guys, happy holiday all, enjoy your time with the people you love, and i will enjoy mine as well :D.

Selamat idul fitri
Mohon maaf lahir dan batin
:)

Membicarakan Hidup Yang Tak Pernah Habis Dimengerti

Jumat pagi saat membuka timeline twitter, saya begitu kaget mendapati berita tentang pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak saat melintasi Ukraina. Saat itu pesawat melintas dari Belanda dan akan ke Malaysia. 270 orang lebih menjadi korban dari bencana tragis ini. Terlalu menyedihkan. Saya hanya membayangkan para penumpang yang dengan tujuan masing-masing saat check in di bandara, saat pemeriksaan pasport maupun visa, saat menghitung bagasi, saat menunggu pesawat take off, saat mencari seat di dalam pesawat, pastilah mereka tidak pernah berpikir bahwa itulah momen terakhir mereka di dunia. Karena beberapa jam setelahnya, hidup mereka menjadi korban dari perang kedua negara itu.
Hari ini saat di gereja GPIB Maranatha Denpasar ada berita duka bahwa keluarga seorang jemaat menjadi korban dari kecelakaan ini. Suami, istri dan anaknya yang masih bayi. Hati saya terpukul saat mendengarnya. Dan sedih sekali mendapati kenyataan bahwa nyawa mereka menghilang dengan begitu...... mengenaska…

Dipertemukan Dengan Orang-Orang Baik

Bagi yang dulu setia membaca tulisan saya di tahun 2009-awal 2011 pastilah tahu dengan pasti bahwa salah satu konten favorit saya adalah God's Lesson. Dulu, saya senang sekali berefleksi mengenaik kebaikan Tuhan. Dulu, saya sangat menghargai setiap mujizat kecil yang terjadi dalam keseharian, sesederhana, seorang asing menawarkan tumpangan yang saya tulis disini.

Tapi itu dulu...

Sekarang, kebanyakan blog saya lebih ke puisi, atau pengalaman, atau yang masih menjadi andalan adalah label 'just a little thing'.

Kenapa begitu? Saya pun kurang tahu jawaban pastinya. Saya hanya sedang belajar, mencintai Tuhan dengan cara saya sendiri. Dengan perspektif yang baru. Dan saya sedang menikmatinya.

Tapi hari ini, siang ini, sesuatu mendorong saya untuk mengabadikan kebaikan Tuhan dalam tulisan ini.

Di Denpasar sini, masih dalam cerita EAP alias PDT di IALF, saya bertemu dengan banyak orang-orang baik. Teman kos yang ringan tangan alias suka membantu, teman kelas yang juga baik, guru-…

Change

Gambar
When you think you know people but you don't.....

Seberapa besar kita dapat mengklaim bahwa kita mengenal seseorang? Dari lamanya perkenalan? Dari dalamnya hubungan? Dari kisah apa saja yang sudah dibagi? Dari keterikatan? Setiap orang mungkin punya jawaban berbeda mengenai ini.

Saya mempunyai...... Sebenarnya agak sulit saya mengisi titik-titik tersebut, tapi katakanlah dia adalah seseorang. Saya selalu menganggapnya adalah .... (kembali saya kesulitan mengisi titik-titik ini). Apa sebutan untuk orang yang selalu ada dan selalu menolong dan selalu berperan dalam banyak kejadian penting hidup kita? Nah dia layak untuk diberi predikat itu.

Saya selalu berpikir bahwa kami diciptakan untuk satu sama lain. Oh ya sebelum pembaca berpikir bahwa yang saya bicarakan adalah kekasih, saya jelaskan dulu, bahwa seseorang yang saya maksudkan ini bukan kekasih. Saya mengenalnya sudah begitu lama. Saya kadang menganggap dia sebagai malaikat karena setiap saya minta tolong selalu dia sanggupi.

k…

Seven Weeks in IALF Bali

Gambar
Time flies, huh?
It is still fresh in my memory, the day when i left home. The last day i saw my family, the doggies and of course Josua. It was a Sunday windy morning when i tried hard not to break the rivers in my eyes. But, who knows that after these seven weeks, i find myself enjoy with this new activities. To be a student (again).

Making friends with the new people is always excited, right? We came from different places, different background of works, different ages but now i've already get the bonding around us.

Someone said, people is an adaptive creature. Just throw away the characteristic group of people, actually, we as adult could make a relation with the others if we want to. It may be easier if we make friend with a person who also share the same character with us. But, it doesn't mean that we cannot receive others with different type of character.

Well, it can be said that maybe because we have the same demand in this course, that make us getting close. But, it …

Semangat Pemilu 2014

Gambar
Selamat siang semuanya.

Tulisan berikut ini bukan hanya untuk meramaikan suasana pemilu yang menjelang hari H semakin membara saja. Tapi saya di sini ingin mengabadikan gugup yang tengah saya rasakan berkaitan pemilu ini. Anggap saja ini adalah curahan hati seorang saya yang sebenarnya tidak terlalu menyukai politik, yang juga baru pertama kali menggunakan hak suara saya memilih presiden.

Harus diakui bahwa pemilu kali ini berbeda sekali dengan suasana pemilu-pemilu sebelumnya. Bagi saya inilah sejarah dimana rakyat bersehati, mendukung seorang figur yang tak banyak berjanji yang muluk tapi telah membuktikan kinerjanya. Dan saya gugup menanti tanggal 9 Juli ini.

Pemilu kali ini, saya berada di denpasar karena sedang mengikuti training intensif selama 4 bulan lebih berkaitan dengan beasiswa saya. Dan beruntung, teman-teman saya di sini semua juga semangat untuk mengikuti pemilu, jadilah kami sudah mendaftarkan diri mengisi form A5 di KPU Denpasar dan telah membawa fotokopian tersebut k…

Tentang Cinta, Sekali Lagi

"Cinta lagi
Cinta lagi
Lagi lagi cinta
Lagilagi gila karena cinta"
...."Kamu tak jenuh?
Kamu tak bosan?
Melulu semua cinta"
...
"Memangnya cinta bikin kenyang
Kamu terlalu mengagungkan cinta
Berhenti ucapkan kata itu!"
...
*satu jam setelahnya*
"Aku (terus) mencintaimu"
Denpasar, 2014
Untuk sebuah kalimat terakhir dalam perbincangan di ujung telepon yang masih manis terdengar setelah ribuan kali terucap.

What If

Love That Is Coming LateThere are too many questions begin with 'what if'
'What if I choose that and not this'
'What if I were a bird'
'What if love is not only for one person'Now, I'm thinking about you
And I start questioning
Hope those cloudy skies could answer me
'What if I know you before these'This word 'these' means so much to me, to us
'These' represents how many things we have pass through
before this feeling hit us or maybe just me
'These' contains how many people will be hurt if we become selfish
'These' is our good stories before you and I met.The sky is getting dark
And my heart too
Maybe I should learn
I can't get whatever my heart wants
Including you.Or I could start to pray now'If only there will be a next life after this,
I want to be the first to fall in you'Now, just go
Go back to your happy wealthy life
Don't worry about me.
I am always here, questioning this stupid one, &#…

Tentang Bahagia

Gambar
“Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony.”
        ― Mahatma Gandhi
    Sebelum berangkat ke Bali, seorang teman mngirim saya pesan singkat membicarakan hal basa-basi yang biasanya ditanyakan seorang teman yang jarang bertemu. Kemudian dia bertanya hal ini, ‘Wah kasian ya Josua ditinggal’. Memang semua teman ketika mengetahui saya akan mengginggalkan Soe untuk waktu yang cukup lama, akan bereaksi begitu. Mengasihani pacar saya. Lalu teman tadi menambahkan di pesan singkatnya, ‘tidak apa-apa semoga nanti berakhir bahagia selamanya.’ Saya hanya membalas iya.

    Kemudian saya berpikir, apakah kebahagian kita itu hanya ditentukan oleh dengan siapa kita bersama? Kalau dekat dengan orang yang kita kasihi maka kita bahagia, kalau berjauhan maka kita merana. Sedangkan beberapa keadaan memaksakan kita untuk berjauhan. Lalu karena konsep tersebut, akhirnya kita menjalani hidup dengan menangisi keberadaan kita dan melupakan hal-hal lain yang sehausnya bisa …

They Know, This Daughter Is Always A Kid

'Ingat ya, kotak makan sama tempat minum-nya dibawa' 'Ini piring, sendok, garam sudah mama masukan ke tas' 'Kamu juga perlu pisau lo, buat motongin buah'
dan sebagainya. Semuanya itu adalah kalimat yang terdengar di dalam rumah seminggu menjelang keberangkatan saya ke Bali. Mama ikut mempersiapkan semua detailnya, padahal saya sendiri sudah membuat catatan tentang apa-apa yang harus saya bawa. Mama kadang lupa, ananya ini sudah 26 tahun, dan kadang juga lupa, bahwa anaknya ini sudah pengalaman jadi anak rantau selama 9 tahun.
'Gimana di sana?' 'Nyari makan susah?' 'Jauh tidak dari tempatmu belajar?' 'Panas? Beli kipas angin' 'Kalau bisa di sana kamu tamba gemuk ya'
Dan lainnya. Kembali kalimat-kalimat itu mengucur di telepon satu atau dua hari setelah saya sampai di tempat Kos. Lalu saya memberitahunya bahwa di sini semuanya baik-baik saja, iya saya kan beli kipas angin, dan berjanji akan tetap makan tiga kali sehari dan berusah…