Pre Wedding Rush dan Sebuah Pertanyaan

Sebuah paket bersampul coklat nangkring di meja kamar saat pulang kantor. Saya sudah menebaknya. Dan ternyata benar, kiriman novel PRE WEDDING RUSH hadiah ulang tahun dari penulisnya sendiri, kak Okke ‘sepatumerah’. Baiklah, saya tidak pernah memimpikan ini. saya mengenal sepatu merah sejak mulai aktif ngeblog pada tahun 2009-2010, dan blognya www.sepatumerah.net  merupakan situs wajib yang selalu saya kunjungi saat blog walking. Novelnya dia seperti Heart Block juga saya gemari. Dan kini, lewat twitter dia menawarkan akan mengirimkan novel terbarunya sebagai hadiah ulang tahun. what a surprised. :)


Berikut adalah sedikit perasaan saya lima menit paska membaca Pre Wedding Rush (saya langsung sigap mengambil laptop setelah menamatkan halaman terakhir, sebelum semua yang sedang saya pikirkan buyar).
Novel Pre Wedding Rush berkisah tentang kisah asmara seorang perempuan di usia menjelang 30 tahun. Umur-umur dimana sudah ada tuntutan dari lingkungan untuk menikah. Dikisahkan mengenai kebimbangan hati Menina (tokoh utama) untuk menerima lamaran dari Dewo, kekasih yang sudah 10 bulan dipacarinya. Apalagi mendadak, pada saat yang bersamaan munculah Lanang, lelaki bebas, spontan, penuh daya tarik yang merupakan masa lalu Menina. Dengan latar  belakang kejadian gempa Jogja tahun 2006, novel ini semakin menarik karena ada unsure sejarah pengingat bencana besar merenggut banyak korban jiwa kala itu.


Baiklah, saya bukan peresensi yang baik. Ini campur curhat dikit lah ya, biar tidak bosan bacanya.
Jadi ehem, novel ini (mungkin) adalah suatu pengingat, atau katakan saja petunjuk atau kebetulan yang disengaja tepat datang ketika saya sedang mempertanyakan hal yang sama. Memasuki usia di atas 25 dan sudah bekerja tetap, serta sudah memiliki pacar, pastinya selalu mendapat pertanyaan seperti ini, ‘Jadi kapan baurus?’, ‘Si ini dan si itu su nikah ni, san dengan pacar kapan?’ dan sebagainya. Sehingga tibalah saya pada pertanyaan yang sama seperti yang juga beberapa kali dilontarkan di novel tersebut ‘Apa tujuan kita menikah?’ Beroleh keturunan? (klasik banget), ingin hidup bersama sampai tua (so sweet banget), memenuhi tuntutan hidup sosial dari keluarga atau lingkungan (penurut amat), supaya bisa terhindar dari dosa perzinahan (agamawi banget) atau apa?


Cerita dalam novel ini semakin mencerahkan pemikiran saya mengenai pertanyaan tersebut. Pada akhirnya, mengambil keputusan untuk menikah adalah suatu tahapan baru dalam hidup, karena kita sudah merasa yakin dengan orang tersebut. Sesederhana itu. Suatu alasan yang bukan alasan baru saya dengar. Karena alasan inilah yang selalu dilontarkan oleh pacar saya ketika beberapa kali saya pertanyakan ini (hehe), sementara saya tidak pernah puas dengan jawaban dia tersebut. Karena saya selalu mencari jawaban yang lebih filosofis, dalam, berbobot, kalau bisa ada kajian ilmiah dengan quote-quote dari para pemikir. Yang sebenarnya masih merupakan pertanda bahwa saya belum siap karena terlalu memusingkan alasan bukan hal mendasar lainnya. (tuh kan masih mencari hal mendasar, emang apa sih yang harus menjadi hal mendasar? Sok tau banget kan? :p)

Sebagai perempuan muda beranjak dewasa (cieh) saya kemudian diingatkan bahwa seperti seorang anak yang belajar merangkak kemudian berjalan, makan sendiri, ke sekolah pertama kalinya, menikah (mungkin) juga seperti itu. suatu tahapan baru dalam hidup, yang tidak usah terlalu ‘berat’ dipikirkan tapi juga bukan sesuatu yang ‘disepelekan’ begitu saja. Menikah selayaknya tahapan hidup yang lain adalah pilihan untuk dijalani. Bukan alasan filosofis yang kemudian menjadi bahan pertimbangan menikah, tapi dengan siapa kita menjalani. Dengan siapa yang kemudian kita bisa yakin berkata, ‘saya akan baik-baik saja dengannya’. Mungkin seperti itu.

Jadi, terima kasih Mbak Okke sudah menuliskan ini. pertanyaan yang banyak bersarang di pikiran perempuan-perempuan seusia saya. Dan sungguh saya suka endingnya, karena dari awal saya emang maunya si Menina menikah sama si itu. Hehe. :)

Soe, 17 Januari 2013, saat lampu mati, berbekal cahaya dari laptop yang menyala, saya menulis ini. 


Keterangan Novel :
Judul : Pre Wedding Rush
Penulis : Okke 'sepatu merah'
Penerbit : Stiletto Book
Tebal : 204 halaman
Kategori : Fiksi - Novel

Komentar

  1. Thank you Sandra :)
    Happy birthday sekali lagi.
    Ditunggu novel/kumpulan cerita Sandra hehe

    BalasHapus

Posting Komentar