Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Tentang Cinta, Sekali Lagi

"Cinta lagi
Cinta lagi
Lagi lagi cinta
Lagilagi gila karena cinta"
...."Kamu tak jenuh?
Kamu tak bosan?
Melulu semua cinta"
...
"Memangnya cinta bikin kenyang
Kamu terlalu mengagungkan cinta
Berhenti ucapkan kata itu!"
...
*satu jam setelahnya*
"Aku (terus) mencintaimu"
Denpasar, 2014
Untuk sebuah kalimat terakhir dalam perbincangan di ujung telepon yang masih manis terdengar setelah ribuan kali terucap.

What If

Love That Is Coming LateThere are too many questions begin with 'what if'
'What if I choose that and not this'
'What if I were a bird'
'What if love is not only for one person'Now, I'm thinking about you
And I start questioning
Hope those cloudy skies could answer me
'What if I know you before these'This word 'these' means so much to me, to us
'These' represents how many things we have pass through
before this feeling hit us or maybe just me
'These' contains how many people will be hurt if we become selfish
'These' is our good stories before you and I met.The sky is getting dark
And my heart too
Maybe I should learn
I can't get whatever my heart wants
Including you.Or I could start to pray now'If only there will be a next life after this,
I want to be the first to fall in you'Now, just go
Go back to your happy wealthy life
Don't worry about me.
I am always here, questioning this stupid one, &#…

Tentang Bahagia

Gambar
“Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony.”
        ― Mahatma Gandhi
    Sebelum berangkat ke Bali, seorang teman mngirim saya pesan singkat membicarakan hal basa-basi yang biasanya ditanyakan seorang teman yang jarang bertemu. Kemudian dia bertanya hal ini, ‘Wah kasian ya Josua ditinggal’. Memang semua teman ketika mengetahui saya akan mengginggalkan Soe untuk waktu yang cukup lama, akan bereaksi begitu. Mengasihani pacar saya. Lalu teman tadi menambahkan di pesan singkatnya, ‘tidak apa-apa semoga nanti berakhir bahagia selamanya.’ Saya hanya membalas iya.

    Kemudian saya berpikir, apakah kebahagian kita itu hanya ditentukan oleh dengan siapa kita bersama? Kalau dekat dengan orang yang kita kasihi maka kita bahagia, kalau berjauhan maka kita merana. Sedangkan beberapa keadaan memaksakan kita untuk berjauhan. Lalu karena konsep tersebut, akhirnya kita menjalani hidup dengan menangisi keberadaan kita dan melupakan hal-hal lain yang sehausnya bisa …

They Know, This Daughter Is Always A Kid

'Ingat ya, kotak makan sama tempat minum-nya dibawa' 'Ini piring, sendok, garam sudah mama masukan ke tas' 'Kamu juga perlu pisau lo, buat motongin buah'
dan sebagainya. Semuanya itu adalah kalimat yang terdengar di dalam rumah seminggu menjelang keberangkatan saya ke Bali. Mama ikut mempersiapkan semua detailnya, padahal saya sendiri sudah membuat catatan tentang apa-apa yang harus saya bawa. Mama kadang lupa, ananya ini sudah 26 tahun, dan kadang juga lupa, bahwa anaknya ini sudah pengalaman jadi anak rantau selama 9 tahun.
'Gimana di sana?' 'Nyari makan susah?' 'Jauh tidak dari tempatmu belajar?' 'Panas? Beli kipas angin' 'Kalau bisa di sana kamu tamba gemuk ya'
Dan lainnya. Kembali kalimat-kalimat itu mengucur di telepon satu atau dua hari setelah saya sampai di tempat Kos. Lalu saya memberitahunya bahwa di sini semuanya baik-baik saja, iya saya kan beli kipas angin, dan berjanji akan tetap makan tiga kali sehari dan berusah…