Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

BATAS

Gambar
Dari kejauhan kau melihat dengan terperangah biru langit dan laut yang melebur jernih dengan sempurna. Tanpa pernah kamu menyadari panjang jarak diantara mereka yang tak terhingga.

Dari tempatmu berdiri yang kamu pandangi adalah langit menindih laut dengan mesranya.
Tanpa pernah kamu perkirakan betapa besar perbedaan unsur pembentuk keduanya.

Pernahkah kamu mempertanyakan bahwa hubungan klasik mereka hanyalah bias fenomena yang tercipta dari imajimu?

Karena mungkin langit dan laut tercipta, untuk hanya sekedar saling berhadapan dalam jarak yang tak terukur, agar kamu dan aku dapat mengagumi keindahannya seolah mereka menyatu.

Karena mungkin sesuatu yang sudah ditetapkan demikan, harus  berada dalam batas yang berbeda, agar harmoni tetap dapat mengalun indah.

Karena mungkin beberapa hal memang akan menjadi baik adanya jika keduanya tidak saling mendekat.

Kupang - Soe, Akhir Oktober 2014.Photo Credit : Josua Natanael.

Kita dan Semangkuk Soto

Gambar
Pertemanan kita seperti menghabiskan semangkuk soto
Aku masih mengingat jelas Wajahmu yang misterius
Saat hari pertama kita bertemu
Mungkin kau sibuk menerka
Akan seperti apakah
Rasa soto yang sudah terlanjur kau pesan ini.
Seiring waktu,
Kau terlihat bersemangat saat mengunyah rahasia kecil kita,
serta ikut menambahkan canda sebagai bumbu,
dan mengecap lezat persahabatan ini.
Lalu tibalah harinya
Saat yang tersisa tinggal sesuap di dasar mangkuk.
Kau enggan menelannya tapi harus,
Ingin mempertahankannya tapi tak kuasa,
Air matamu yang asin jatuh sebagai pelengkap.
Katamu,
Salahkan pertemuan kala itu,
Namun ketahuilah,
Jika kita boleh memilih satu hari untuk diabadikan,
Aku ingin mengekalkan detik di mana semesta menyatukan kita.
"Karena kesederhanaan dalam gurih tawamu, segar candaanmu dan pedas kritikanmu adalah candu yang telah memikatku berkali-kali lipat hingga lidah terasa kelu saat mengucapkan : Selamat Berpisah, Teman."
Denpasar, Oktober 2014
Untuk cerita berkesan yang terja…

Sepenggal Cerita dari UWRF 2014

Gambar
Saat mengetahui bahwa saya akan menjalani Pre Departure Training di Denpasar sampai bulan Oktober, satu hal yang langsung terpikirkan adalah, bagaimanapun saya harus menyempatkan diri untuk mengikuti Ubud Writers Readers Festival yang sudah lebih dari 10 tahun diselenggarakan di Ubud sebagai festival menulis bergengsi yang mendatangkan lebih dari seratus penulis dari seluruh penjuru dunia.

Tahun 2013, saya sempat mengirimkan karya ke UWRF yang setiap tahun mengadakan kompetisi untuk penulis muda di Indonesia agar menjadi Emerging Writers di UWRF, namun saya gagal, Tapi saya tetap bersyukur karena sudah tiga tahun ini, selalu ada perwakilan dari teman-teman di Dusun Flobamora, Komunitas Sastra NTT yang terpilih menjadi Emerging Writers.

Bulan September, saya dihubungi mbak Olin Monteiro, penulis dan aktivis perempuan, bahwa buku Antologi penulis perempuan dari Indonesia Timur yang berjudul Isis dan Musim-Musim, akan di-launching di UWRF. Dan (kebetulan) saya adalah satu dari 17 penulis…

Tentang Segaris Senyum

Adakah makhluk lain di dunia yang lihai menyembunyikan perasaan selain manusia?

Pada sebentuk senyum terukir di wajah,
perempuan dan lelaki itu menelan kembali ribuan kata yang ingin sekali dimuntahkan,
namun segan,
juga malu
hingga hanya mampu mengeluarkan senjata andalannya, sebentuk garis bibir.

Aku sudah tahu lama
Bahwa garis tersebut adalah pemikat bagi siapapun
Aku juga tak perlu diingatkan,
bahwa sebuah senyum dapat mencerahkan hari

Yang aku tak pernah menyangka, adalah
Betapa senyuman itu dapat membuat aku kecanduan, teradiksi berat dan jatuh tanpa pernah menyentuh dasar.

Yang membuat aku terperangah adalah
Magnet yang dihasilkan oleh senyum renyahmu itu
Dapat menghentikan pergerakan sekelilingku, dan membuatku tak berkutik selain terpikat pesonamu.

Karena jiwa ini susah untuk menjadi tua,
Ijinkan aku mengagumimu seperti remaja yang melompat riang bertemu idola

Karena senyummu yang hangat
adalah sarapan pagiku yang lezat

Dan kepada pandangan matamu yang jernih,
Aku bersyukur u…