Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Perjalanan ke Sumba bersama Sahabat

Gambar
Memang benar, perkataan banyak orang bahwa jika sesuatu terlalu banyak direncanakan malah biasanya tidak terjadi. Sebaliknya, sesuatu yang mendadak dan tanpa terpikir sekalipun justru itu seni dari suatu perjalanan.Semuanya bermula dari Kak Sherly Leo, sahabat FSP yang melamar menjadi vikaris di Sumba.  Dan kemudian saya serta Angel secara impulsif membeli tiket ke Waingapu (Sumba Timur). Karena pikiran kami, mumpung di Sumba ada sahabat, kapan lagi bisa ke Sumba dan yak akhirnya jadilah perjalanan singkat kami ke Sumba selama 3 hari,Kami meminta Sherly untuk mencarikan penginapan yang murah,tapi kemudian kak Sherly berkata bahwa sahabatnya, Vania Ropa menawarkan rumahnya untuk kami tinggali. Dan akhirya saya dan Angel sangat berterima kasih karena kami mendapat banyak kemudahan dan banyak cerita karena menginap di rumah Vania dan keluarganya yang baik hati. Serta tentu saja menghemat banyak sekali uang karena akomodasi serta makan minum kami dapatkan secara gratis. Huahh.. menyenangk…

Kabut Di SoE

Gambar
Tahun ini, seperti juga di kota lain, kekeringan dan panas berkepanjangan menyisakan tanaman menguning dan mati, tanah berdebu dan longgar serta kesulitan air di SoE sini. Kota Soe yang biasanya dingin dan sejuk berubah menjadi panas menyengat di waktu Siang. Bersyukur di akhir November, hujan pun turun.
Saya hanya ingin bernostalgia dengan SoE. Seorang kenalan membuat status di facebook yang kira-kira seperti ini, ‘Berada di SoE, segala sesuatu berjalan dengan lambat. Tidak perlu terburu-buru. Dan tidak seperti di kota besar, orang-orang mengerjakan sesuatu dengan begitu santai.’ Hal ini pun pernah saya bersama dengan adik membicarakannya. Di SoE, jarang sekali kita melihat seseorang atau sekelompok yang tergesa mau kemana, atau berkejaran dengan waktu karena dead line tugas yang sudah dekat. Mungkin ada juga satu dua yang seperti itu, tapi jarang terlihat.
Yang bisa kamu jumpai adalah keluarga berkumpul di dalam rumah sambil nonton TV dan bercerita menikmati sepiring pisang goreng …

Setelah Sekian Lama

Setelah sekian lama, akhirnya memutuskan bahwa rantai kemalasan menulis blog harus diputuskan. Jadilah akhirnya postingan kali ini ditulis. Dan karena sebulan lebih absen dari menulis, rasanya sedikit kaku ketika mau memulai. Ini hanya sekedar tulisan random yang akan terdiri dari beberapa ide dalam satu tulisan.Pagi ini hujan. Saya sedang menulis dari dalam kamar, melihat rinai hujan dari jendela sambil kedua kaki dibungkus selimut hangat. Betapa istana ini begitu memanjakan saya sedari kecil. Rumah nyaman yang mencukupi semua kebutuhan lahir dan batin saya. Sedingin apapun kota Soe, saya selalu merasa hangat ketika berada dalam rumah ini.Kesejahteraan yang membetahkan ini ternyata cukup menjerat. Sehingga lantas saya tidak menghasilkan apa-apa di dalam rumah J. Untuk manusia seperti saya, butuh suatu yang asing yang membuat insting bertahan hidup bekerja, sehingga bisa berkarya. Mungkin seperti itu.Persiapan menuju universitas sudah beres, tinggal berangkat. Oh ya masih ada yang har…