Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

H-3

Gambar
Halo semua, selamat hari Rabu
Puji Tuhan, hari Senin kemaren, proses masuk minta berjalan dengan baik, lancar dan tepat waktu, serta bersyukur sekali tidak hujan. Banyak sekali keluarga yang membantu sehingga acara ini bisa berjalan dengan baik. Terima kasih.
Dan sabtu ini adalah hari pernikahannya.
Saya tidak menyangka, dalam proses persiapan menikah ini, saya belajar banyak hal. Beberapa konsep yang menurut saya tidak penting, melalui proses ini akhirnya saya tahu bahwa makna dari hal kecil itu lebih dari yang saya bayangkan. Untuk detilnya saya akan cerita kemudian. (Ingatkan saya :p)
Beberapa jam sebelum acara pertunangan dimulai, seorang teman mengirim pesan, 'pasti sekarang lagi gugup-gugupnya ya?'. Dan sayang sekali tidak. Hehe. Karena saat dia mengirim pesan saya sedang di swalayan membeli titipan ibu saya.
Saya pikir, mungkin saya akan gugup ketika acara sudah dimulai, dan saya sedang menunggu dalam kamar, saat keluarga calon mempelai pria datang ke rumah dan para juru bic…

Malam natal 2015

Gambar
Malam natal yang juga adalah hari ulang tahun pacar dilewati dengan biasa-biasa saja. Tapi tunggu dulu, biasa saja bukan berarti tidak berkesan. Maksud saya, hari ini berakhir dengan tenang, semua tidur di jam yang seperti biasa, ibu masih sedikit tidak enak badan, ayah tidur lebih dahulu, adik laki-laki makan duluan, adik perempuan sibuk dengn coklat yang dibawanya untuk dibagikan.

Saya, sibuk membuat video bersama yang berulang tahun.
Bagi saya, ini cukup.
Kami berenam tidak ke gereja malam ini. Kami berenam berlindung aman di dalam rumah, sambil memakan kue natal. Itu cukup.
Bagi saya yang tidak suka dengan keramaian dan basa-basi, kenyamanan dalam lingkaran kecil ini adalah yang saya  butuhkan.
Meringkuk, bermalasan di sofa kesayangan di ruang tamu sambil bercerita hal remeh dengan para kesayangan itu surga buat saya.
Saya tidak bermimpi tentang natal yang lain. Saya hanya butuh kehangatan ini.
Selamat natal semuanya.
Tadi setelah semua masuk ke kamar dan tidur, tinggalah saya se…

Lampu Mati

Butuh gelap untuk menyadari bahwa kunang-kunang itu indah,Hanya di malam yang pekat dan bisu, bintang dan rembulan akan bercerita banyak, Pun di malam yang hitam, cahaya lilin berarti sangat banyak.
Karena gelap yang pekat, membuat hal kecil bermakna banyak Beberapa atau katakanlah banyak peristiwa akan terlewatkan begitu saja saat kita disirami cahaya, begitu bukan?
Jadi bisakah untuk sekarang ini Aku memintamu berjalan dalam gelap. Kita berdua saja Terlalu banyak orang hanya akan membuat jalanan semakin sempit dan kita bertabrakan. 
Cukup kamu dan aku.
Dalam gelap, kita berjalan dengan awas, mengikuti cahaya  bintang yang tak harus dari timur.
Dalam gelap, jika kita bosan bersenandunglah lagu kesukaanmu.
Dalam gelap, kita memeluk hangat.

Desember, 2015 Saat mati lampu dan mengingat kamu.

Sandra dan Perjalanan Mengusir Jerawat

Gambar
Hai semua, apa kabar? 
Semoga Desember yang penuh kebahagiaan ini tetap dilewati dengan ceria ya :). 
Kali ini, tumben saya ingin berbagi tentang masalah kulit yang melekat selalu dengan saya.  Benar, saya sudah akrab sekali dengan yang namanya Jerawat. Karena saya tumbuh dari remaja sampai hampir umur 28 tahun selalu diwarnai dengan muka penuh jerawat. Tapi tentu saja jika terjadi break out (contoh saat semuka dan leher tumbuh jerawat) ya saya panik juga. Walau saya dokter umum, begitu jerawatan, semua artikel ilmiah tentang jerawat pasti saya baca. Memang sebagian sudah saya ketahui. Ya sekedar menguatkan hati saja sih.

Oh iya, berhubung ini blog bukan blog kecantikan, dan mungkin ini pertama dan  satu-satunya saya menulis tentang skin tips, semua yang ada di pikiran saya akan saya tuangkan jadi satu post. 
Sekali lagi, karena latar belakang dari medis, juga suka membaca artikel, saya ingin merangkum beberapa salah kaprah saya selama bertahun-tahun  menghadapi jerawat
1. Sekitar ta…

H-30

Waktu berjalan begitu cepat ya. Dan sepertinya blog ini sudah saya tinggalkan begitu lama. Aneh saja jika tidak menulis di blog. Harusnya dengan begitu banyaknya pikiran saat ini, menulis di blog adalah salah satu terapi. Tapi sejak kembali ke rumah, saya menemukan banyak sekali 'excuses' yang membuat saya suka menunda banyak pekerjaan, termasuk menulis.
Saya sedang menonton 'my girl friend is a gumiho' sebuah drama korea yang sudah pernah saya tonton mungkin 5 tahun lalu. Hehe ngga ada kaitannya sih dengan apa yang ingin saya ceritakan di sini.
Menjelang pernikahan 30 hari dan yang saya rasakan adalah....... Bingung dan pusing.
Bingung karena entahlah saya merasa seperti tidak benar-benar akan segera menikah. Mungkin bisa dikatakan masih seperti mimpi. Mungkin seperti ini sedang dalam khayalan saja. Mungkin saya yang terlalu berpikir jauh.
Pusing karena beberapa hal (ok, bukan beberapa tapi banyak) belum selesai kami kerjakan.  Juga pusing melihat jumlah tabungan yang teru…

38 days to go

Waktu berjalan dengan sangat cepat ya. Tak terasa sudah hampir tiba di penghujung November. Dan itu berarti tinggal sebentar lagi saya dan pasangan akan memulainsuatu yang baru bagi kami berdua, yaitu hidup bersama. Entahlah akan seperti apa kedepannya, akan sama atau berbeda, kita lihat dan jalani saja.

Tahun 2013 yang lalu, saya pernah menulis blog tentang menikah, dan baru saja saya membaca kembali blog tersebut. Saya seperti diingatkan kembali tentang mengapa akhirnya saya menikah. Apa hanya untuk mendapatkan status sosial? Atau karena sudah bosan dengan pertanyaan basa-basi yang mengganggu? Atau karena sudah didesak umur? Atau memang karena sesederhana ingin bersama dengan dia selamanya.
Persiapan pernikahan sedang kami jalani. Memang rasanya tidak mungkin tidak membuat suatu acara syukuran yang cukup besar. Apalagi acara ini diadakan dikampung halaman kami berdua yang  berarti seluruh keluarga besar ada di sini. Dan ya, ini juga merupakan kejadian pertama bagi kedua keluarga, jadi…

Hello November

Kurang 2 Tugas dan ujian
Kurang 2 bulan menjelang hari itu.

Kalau bukan cinta, itu apa namanya.
Itu adalah buah pemikiranku setelah beberapa kali berdebat dengan kamu.

Sungguh tak terbantahkan kata orang bijak, 'jangan mengambil keputusan saat marah'. Karena di waktu ini, saat semua sudah mereda, yang aku lihat hanyalah betapa seenaknya aku kepadamu, dan betapa cepat hatimu yang berdarah dipulihkan lagi.

Pernyataan itu untuk kitta berdua.
Mulai dari aku,
aku bisa saja memilih rumah yang sudah jadi, sudah lengkap perabotannya, mengkilap, bersinar, banyak ruangan, terang dan aku tinggal masuk lalu menghempaskan diri ke sofa bulu sutra.

aku bisa saja memilih membangun rumah aku sendiri, mengisi semuanya dengan perabotan berwarna muda dan cerah, menyiapkan setiap sudut rumah itu seperti yang aku ingin, lalu tinggal sendiri sambil menulis apapun yang aku suka dan membaca buku kesayanganku.

Tapi aku memilih kamu.

Dan kamu,
kamu bisa saja menyerah meninggalkan aku dengan lidah berpisa…

"Living in the Moment"

If this life is one act
Why do we lay all these traps?
"We put them right in our path
When we just wanna be free

I will not waste my days
Making up all kinds of ways
To worry about all the things
That will not happen to me

So I just let go of what I know I don't know
And I know I'll only do this by
Living in the moment
Living our life
Easy and breezy
With peace in my mind
With peace in my heart
Peace in my soul
Wherever I'm going, I'm already home
Living in the moment"

by: a guy who his voice can indeed make me calm effortless, Jason Mraz
Iya memang lebai banget kalimat terakhir :p.
Postingan ini akibat seharian ini dengarin lagunya Jason Mraz di youtube, sambil mengerjakan tugas, sambil whatsappan, sambil online, sambil nulis blog dan sambil memperbaiki hati yang patah karena Jason barusan nikah 2 hari yang lalu. *iya ini lebai juga*.
Saya selalu suka semua lagunya Jason. Entah itu liriknya ataupun musiknya. Sangat menikmati semua karyanya dia sejak lama. Apalagi kalau lihat eks…

Bulan Keluarga

Untuk jemaat GMIT, pastinya tahu kalau bulan Oktober adalah bulan keluarga. Biasanya di setiap minggu, semua khotbah akan berkisar mengenai keluarga, dan umumnya, tanggal 31 Oktober akan diadakan ibadah padang. Ibadah padang bukan hanya saja untuk penutupan bulan keluarga tapi juga dikenal sebagai hari Reformasi.

Bukan, saya bukan mau membedah tentang itu.

Bulan Oktober 2015 ini adalah bulan yang penuh mujizat bagi keluarga besar saya.

Yang pertama, adalah Opa dipanggil pulang dengan tenang dan damai, seperti yang selalu Opa inginkan selama ini. Bebas dari rasa sakit setelah bertahin-tahun menderita.

Yeng kedua, adalah suatu sukacita besar bagi sebuah keluarga dari keluarganya Papa. Saya sangat dekat dengan keluarga ini. Walau mungkin saya tidak bisa menceritakan detailnya disini, intinya kejadian ini adalah sesuatu yang sudah sangat lama didoakan oleh sang istri. Setelah puluhan tahun berdoa, bergumul dengan ketidakadilan, air mata yang tak terhitung, segala macam pergumulan yang tak…

Senin Mendung Kelabu

Kemarin itu hari Senin yang masih kelabu. Minggu lalu, saya melewatkan Senin seharian hanya di kamar dan suasana hati kalut karena kepergian Opa tersayang. Senin minggu ini pun harus dilewati dengan kalut karena alasan lain lagi.

Perhaps, it is one of life stories, which is not always exciting.
Perhaps, it is one of the downs of life.

Still, i cannot make wise flowery words to conclude this. This problem is still continuing and i still cannot predict what the end will be.
.
.
.
But, today is a sunny day.
I have been getting used to the swing changes weather here.
If you look up the skies today, you will find nothing, but blue. Even there is no little tiny cloud over there. It was totally different to yesterday weather. Yesterday was rainy, cloudy, cold day.

And maybe.... maybe... this is a sign for us, especially you.

It's not even only rainbow after the rain, but the sunshine bright day after the rain.

Just be waiting (and keep on your faith) for the sun.

It will be alright.

*fin…

Malam Minggu di Perpus

Ok. Ini bukan yang pertama kali saya malam mingguan di Perpus. Tapi juga tidak terlalu sering sih menghabiskan sabtu malam di sini :D. Tapi hari ini perpus padat sekali. Bahkan walau jam sudah menunjukkan 9.36 pm, masih saja penuh, dan masih pula orang-orang berdatangan cari kursi dan meja kosong.

Bisa dimaklumi ya. Secara ini pas berakhirnya minggu ke12. Dan biasanya deadline tugas sedang bertumpuk-tumpuknya di hari-hari ini.

Saya sendiri? Harusnya ngerjain tugas sih. Tapi godaan menunda dan online itu sangat nyata dan terlalu besar pengaruhnya, teman-teman!

Jadi daripada tidak menghasilkan apa-apa, saya memilih menulis blog ini supaya yaaa ada lah ya yang bisa dikenang dari hari ini.

Ngomongin apa ya?

Oh iya, tadi says menelepon mama dan smelt berbicara sebentar dengan Oma. Puji Tuhan, Oma sudah bisa berkelakar. Ada satu poin dari cerita tadi di telepon yang masih terus saya ingat.

Kata mama (yang juga sambil disambung oleh Oma, karena teleponnya loudspeaker), Oma memutuskan untuk m…

23 Oktober 2016

14 hari menuju pulang (bukan pulang sih tepatnya. Jalan-jalan berdua part one lah :p)

Angap saja bulan ini saya puas-puasin ngeblog ya.

Bersyukur, perasaan sudah tidak lagi sedih. Saya dikirim foto Oma dan keluarga di Kupang, dan senang kembali melihat senyum Oma. Walau memang semua tidak lagi sama, tapi hidup terus berjalan bukan. Walau pasti akan ada hari-hari ke depan kami merindu sosok Opa, tapi anggap saja itu variasi dari rasa yang tidak selalu manis dan indah.

Hari ini cukup random. Saya bangun telat, karena semalam begadang di perpus. Bangun masih sibuk sama hape sampai lalu beres-beres kamar dan mandi. Pergi ke woolworths (supermarket dekat dengan flat), dan belanja lauk. Pulang dan masak, makan sampai kenyang. Berharap setelah makan saya punya kekuatan baru dan semangat yang dipulihkan untuk kerja ugas. Nyatanya, apa yang saya rasakan? Yak, bisa ditebak, ngantuk banget. Mana cuacanya mendung-mendung dingin lagi, maka saya luluh selantah-lantahnya dengan tempat tidur serta s…

Constructing The Sense

Gambar
22 October 2015

Just now was the last class for Health Illness and Society (HIS). We already had 12 meetings every week for this whole assignments. Overall, i really enjoyed this subject. Some people may say, it is an abstract subject. It's not an exact one like when you're studying biostatistics or linear regression. But i reckon that this subject has enhanced my understanding about social theories, and in some points, it has opened my eyes about how to engage with health issues.

Basically, this subject taught us how to relate the classical and contemporary social theorists with public health issue. How to see examples of health phenomenas trough the glasses of theorists. As Richard said in our first lecture that theories keep us on the tract. Theories will help us to see things clearly. And i am totally agreed with him. Health problems, for example like managing mental health Illness in a particular country, is not as simple as it sounds. There are plenty of stuffs related t…

Ditinggalkan atau Meninggalkan?

Hari kedua mendengar berita kepulangan Opa

Awal tahun 2014, saat saya sudah dipastikan lulus beasiswa dan akan ikut training 4.5 bulan di Bali, banyak sekali teman kami yang kalau ketemu saya dan Yosua selalu bilang, 'Kasian Yosua ya, ditinggalkan..'. Dalam hati saya membatin, 'kenapa tidak kasian dengan saya juga ya? Kan saya pun bakal jauhan sama pacar. Bukan hanya Yosua saja yang merasakan LDR, ya saya juga.'

Saya mendiskusikan itu dengan sahabat saya, dan dia bilang, 'Iya, tapi kan kamu bakal excited dengan teman-teman baru, pengalaman baru, tempat baru. Mungkin bakal galau, tapi tidak segalau yang ditingggalkan. Yosua akan kembali ke aktifitas harian dia, ke tempat yang sama, menyusuri jalan yang biasa kalian berdua bareng, tapi kali ini sendiri. Makanya mungkin dia lebih berat'. Saya hanya mengangguk. Karena saya belum pernah ada di posisi ditinggalkan. Ya paling ditinggal pelatihan 3 minggu aja.

Dan hari ini, perkataan sahabat saya itu 100% benar terbukt…

Pada Suatu Hari Nanti

“The day will come When my body no longer exists But in the lines of this poem I will never let you be alone
The day will come When my voice is no longer heard But within the words of this poem I will continue to watch over you
The day will come When my dreams are no longer known But in the spaces found in the letters of this poem I will never tired of looking for you”  ― Sapardi Djoko Damono
(copied directly from here)






Fokus

16 hari menuju pulang dan saya kelimpungan.

Masih ada tiga tugas yang benar-benar masih mentah, belum diolah.

Masih banyak perintilan untuk hari itu yang terus saja bertambah dan bertambah.

Dan lalu Opa pergi.

Pikiran saya memaksa untuk terus berpikir, sedangkan hati saya seperti beku.

Mungkin akan beda kondisinya kalau saya sedang ada di sana.

Dan saat ini saya menulis dari perpustakaan umum di kota. Mencoba mencari suasana baru, kalau-kalau bisa menciptakan suatu yang baru.

Nyatanya tidak.

Isi pikiran saya masih sama dengan hati yang masih dingin.

Mungkin saya butuh es krim.

18 Oktober 2015

Gambar
Saya bangun jam 7 lebih, masih mengumpulkan nyawa dulu di tempat tidur dengan perasaan excited untuk pengalaman seru yang bakal dialami hari minggu itu. Aku sempat mengecek weather forecast dan semakin semangat mendapati hari itu bakal cerah walau suhu paling tinggi hanya 20 derajat celcius.
Pukul 8.15 pagi saya sudah duduk manis menunggu tram di stop 1 melbourne uni menuju ke kota. Saya mampir sarapan muffin dulu sambil menunggu Angel. Hari itu kami akan ke Philip island menonton MotoGP live.
Intinya hari itu saya bersenang-senang. Pertama kali ke Philip island, pertama kali menonton tayangan yang menarik minat jutaan manusia di seluruh penjuru bumi dan intinya saya bahagia.
Saya pulang dan tidak seperti biasa, saya masih mampir ke supermarket untuk beli beras dan ikan. Padahal hari itu sudah malam, sekitar pukul 8.30. dan lagi, saya sudah 7 minggu tidak pernah memasak. Anehnya, malam itu saya pengen makan masakan sendiri. Jadilah walau lelah, saya masih sempat sibuk sedikit di dapu…

Ayo Gerak

Disclaimer: ini sama sekali bukan tulisan akademis, jadi tidak pantas untuk dijadikan sebuah reference. Tulisan dibawah ini murni pengamatan pribadi penulis.

Di salah satu kuliah untuk "Foundation of Public Health" subject, seorang dosen yang cukup ternama di Melbourne sini, yaitu Prof. Rob Moodie menerangkan sekilas tentang non-communicable diseases (NCDs) yang semakin menanjak angkanya di developing countries. Contoh dari NCDs  seperti heart disease, diabetes mellitus, stroke, cancer dan lainnya. NCDs memang merupakan penyakit yang cukup populer di negara maju maupun berkembang. Tapi bedanya kalau di negara maju mereka punya health system yang bagus sehingga angka harapan hidupnya tinggi, di negara berkembang adalah sebaliknya. Jadi seperti masalah-masalah di negara berkembang tidak ada habisnya. Belum selesai dengan mengatasi penyakit infeksi yang menimbulkan banyak kematian, atau bagaimana menurunkan angka kematian ibu dan anak, sekarang ditambah lagi dengan penyakit tid…

Terperangkap di Hosier Lane Street Art, Melbourne

Gambar
Ini jalan-jalan saya sama Angel bulan Juni kemarin, waktu Angel baru sampai di Melbourne satu minggu. Dan mumpung saya lagi 'on fire' apdet blog jadilah postingan ini.

Melbourne itu kota yang cantik bagi saya. They said that Melbourne is a melting pot of art, class and style. And i religiously agree without any doubt. Kita bisa menemukan spot-spot cantik yang membuat kita menarik nafas penuh kekaguman di Melbourne ini. Mungkin muncul pertanyaan, apakah untuk menikmati itu semua butuh uang? Jawabannya ya dan tidak. Untuk beberapa pertunjukan berkelas nan bergengsi tentu kita harus menukarnya dengan tiket untuk menikmati. Tapi jangan sedih, karena ada BANYAK SEKALI spot-spot cantik di Melbourne yang dengan gratis bisa kita nikmati dan tetap akan memukau kita.

Salah satunya adalah Street Art di Melbourne. Jadi ini adalah jalanan yang dipenuhi dengan gravity. Dan jangan bayangkan gambar seadanya yang ngga jelas, ini betul-betul dibat oleh tangan-tangan bertalenta yang bahkan diset…