Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Dua

Gambar
Untuk Forum Soe Peduli
Sebuah tulisan sederhana, yang lahir dari hati yang rindu kembali.
Sekolah,
Kslau diibaratkan bangunan, maka kamu adalah sekolah, DImana terkadang kami menjadi murid, guru, Bermain di halaman, Berbagi hal penting dan tidak penting, Bergerak kesana dan kembali, Lupa mengerjakan tugas, Menunda-nunda membuat tulisan, Mengikuti ujian, Lulus, pergi, masuk dan keluar.
Pohon,

Bagi kami, FSP adalah benih yang ditanam di pekarangan kering Awalnya hanya diserbuk begitu saja, Tidak mengharapkan akan tumbuh. Di luar dugaan, FSP ternyata mencuri perhatian kami, Sehingga walau tak selalu, kami pupuk, beri air, kami sayangi Walau terkadang, kami berlaku seperti pemilik yang tak acuh. Dan di situ, dengan susah payah FSP menghasilkan daun, bunga walau masih belumlah rimbun.
Gong,

Jika ada alat musik yang tidak memerlukan keahlian khusus untuk memainkannya, maka mungkin FSP adalah Gong. Yang walau sederhana tapi membangkitkan semangat, Karena di sini, kami berkumpul bukan kare…

Sedikit Tips Untuk Membantu Meraih Beasiswa

Gambar
Sejak setahun yang lalu saya berbagi pengalaman saya mendapat beasiswa AAS disini, cukup banyak saya mendapat respon dari para pengunjung blog lewat email. Dan bagi saya, ini adalah kebahagiaan tersendiri kalau ternyata pengalaman saya dapat memberi sedikit pencerahan bagi mereka yang sedang berjuang ataupun masih dalam tahap bermimpi mendapatkan beasiswa.

Tidak sedikit juga teman-teman yang masih kuliah ataupun baru lulus SMA yang bertanya tentang beasiswa. Tentu saja ini adalah berita baik, jika mengetahui teman-teman yang masih muda punya mimpi untuk mengenyam pendidikan yang tinggi.

Berikut saya bagikan beberapa tips yang pernah berlaku bagi saya, untuk meraih beasiswa. Sebagai catatan, ini adalah pendapat personal yang mungkin saja berbeda bagi orang lain. Mungkin bagi saya ini adalah poin penting, tapi bisa jadi yang lain menganggapnya sebagai hal yang biasa-biasa saja :).

1. Akademik  Hampir semua pihak penyedia beasiswa menyertakan IPK S1 sebagai syarat untuk mendapat beasisw…

Teh dan Mereka

Tak terbantahkan lagi, kopi di Melbourne itu terkenal enak dan khas. Katanya, kalau sudah di Melbourne sempatkanlah untuk mengecap kopi di sini. Ada banyak macam varian yang pastinya pecinta kopi sudah hafal. Juga berbagai macam cara membuatnya, entah itu dengan mesin, atau dengan pembuatan konvensional. Saat perpisahan dengan grup workshop IAP, kami diajak oleh Peter, tutor yang baik sekali, untuk merayakannya di coffee shop terkenal di Melbourne, Brunetti. Seperti biasa, saya mencoba cappuccino yang sudah ditambah 2 sachet gula. Dan memang rasa kopinya terasa walaupun sudah ditambah pemanis. Di kampus pun, dapat dijumpai dengan mudah kedai kopi ataupun mesin kopi dengan harga bersahabat.
Apa kemudian saya jadi beralih menjadi pecinta kopi? Tidak. (mungkin belum). Padahal teman akrab saya sangat suka kopi, dan selalu langganan membeli kopi di kampus.
Saya tetap menyukai teh.
Betapa senang hati ini ketika suatu hari pergi ke toko asia dan menemukan teh kotak dan teh sari wangi. Dan …

Photograph

Gambar
“We keep this love in a photograph We made these memories for ourselves Where our eyes are never closing Hearts are never broken And times are forever frozen still”


Him : ‘Sebelum kamu berangkat, kita berdua foto yang banyak ya’ Me : ‘iya benar’

Itu percakapan kami di awal bulan desember, sebulan sebelum keberangkatan saya ke sini. Lalu waktu berjalan seperti kereta api express yang lewat begitu saja di depan kami. Sehingga seperti tidak dapat melihat wujudnya, hanyalah bayangan kereta yang melintas bersamaan dengan angin yang menerpa kencang wajah kami, membuat kami sontak menutup mata dan sesaat setelah mata terbuka, jarak sudah membentang. Lebar. 
Lalu tibalah tanggal 11 Januari 2015 di Bandara Soekarno Hatta – Jakarta. Dia mengantar saya dari Kupang, dan menemani selama 3 hari di Jakarta.
Him : ‘Kamu baik-baik ya di sana’ Me : *tercekat menahan air mata*
Diraihnya tangan saya dan digenggamnya begitu erat, sambil kami berjalan pelan menyusuri koridor bandara yang sesak penuh manusia.
Me : ‘S…