Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Mencari Privacy

Gambar
Di kota-kota besar nan padat, orang-orang berduit pada hari libur akan pergi ke puncak atau tempat yang sejuk, menginap di hotel-hotel mahal untuk mendapatkan sensasi tidur malam di tempat dingin tanpa AC. Atau jika mereka lebih kaya lagi, akan menginap di vila mahal agar lebih privasi dan sejenak menghindar dari hingar-bingar keramaian kota. Supaya di pagi hari mereka bisa bangun dan menikmati kehijauan alam, cericit binatang pagi. Jika mereka beruntung, mereka bisa mendapatkan hotel atau vila dengan latar gunung apa saja. Dan itu seperti energi buat mereka supaya ketika kembali ke kediaman mereka yang padat dan rapat, pikiran mereka sudah segar.
Pemilik rumah di gambar ini tidak perlu membayar mahal untuk menikmati semua itu setiap hari. 
Lihatlah betapa luas dan lebar hutan dan tanah di belakang rumah ini. Lihatlah betapa hijau, segar dan sejuk pemandangan yang setiap hari pemilik rumah ini terima. Perhatikan juga gunung Bunium di belakang rumah itu yang menjulang kokoh.
Rumah itu…

26 Juni 2015

Gambar
Pola hubungan kami terus bertransformasi. Dari dua bersaudara yang selalu bersama, selalu tergantung satu sama lain. Dari kakak yang sok tahu akan semua, dan adik yang sok tegar bisa segala sesuatu dilakukan sendiri. Dari dua sahabat yang tak butuh kata-kata untuk berkomunikasi. Bahkan kadang jika melihat suatu kejadian, kami hanya saling bertatap lalu pecah tertawa terpingkal-pingkal. Dari dua sekandung yang saling mendukung. Saya masih ingat mengantarnya tahun 2008 untuk mulai menyanyi di gereja. Dan setelah itu dia konsisten menjadi penyanyi gereja sampai 2012. Lalu kami sempat menjadi orang asing, yang hanya saling mengikuti berita satu sama lain lewat orang tua. Itu adalah periode yang menyesakan hati bagi saya. Ide sekolah di luar negeri adalah idenya dia. Dia sudah memimpikan itu sejak kuliah. Sedangkan saya, tak berpikir sampai sejauh itu. Sampai saat saya 'mencuri' idenya dia. Dia mengatakan saya punya hoki. Dia tidak tahu, hoki saya adalah dia.
Sampai akhirnya hanya b…

Lorong Perpustakaan

Sampai detik perjalanan kita bersama saat ini, kata-kata masih saja sukar kugunakan, untuk menjabarkan betapa aku menikmati juga dibentuk bersama dengan kamu.
Memang terkadang dari begitu banyak diksi, masih saja aku menyelipkan pisau dibalik lontaran kalimat yang menghantam tepat ke jantung hatimu.
Entah sudah berapa banyak luka terbuka, berdarah yang dengan tega aku goreskan pada bidang hatimu yang rapuh.
Tapi tetap saja setelah dengan air mata kamu membersihkan lukamu kembali mencintai dengan senyummu yang lapang dada.
Kita tertawa, bermimpi, beradu argumen, dan saling merindu dalam satu siklus purnama.
Mereka bilang, ‘tunggu apa lagi?’ Aku membalas, ‘kami sedang tidak menanti apapun.’
Detik yang sedang kita rayakan ini adalah milik kita. Bulan penuh kuning keemasan juga sedang mengabadikan kita.
Mereka berkejaran dan berlomba siapa yang sampai dahulu di garis akhir. Mereka membuat aturan tentang bahagia, biarkan mereka hidup dalam koridor itu.
Sedangkan aku dan kamu, yang telah l…

Tentang Urutan Lahir

Gambar
Duduk diatas dedaunan yang gugur di Carlton Garden merupakan hobi terbaru perempuan ini. Tangannya kadang memainkan daun-daun kering dengan mengambil setangkup lalu meretakkan semua sampai lebur. Bangku taman memang tersedia pun jarang ditempati. Tapi banyak orang termasuk dirinya lebih memilih berbaring atau duduk di atas rumput sambil terpapar sinar mentari, yang sejak bulan Mei kemarin semakin malas berkunjung ke Melbourne.
Dalam diam perempuan ini menyerap energi yang kuat terasa dari alam. Udara segar, hijau rumput basah, kuning dedaunan kering, pepohonan yang telah meranggas, cicit burung dan terpaan sang surya. Kombinasi yang indah memasuki bulan Juni, bulannya Sapardi, bulannya sebagian para Gemini.
Lalu tanpa dia dapat menahan, beberapa pecahan adegan mampir di pikirannya yang padat.
Juni 24 tahun lalu. Jauh dari sini, di sebuah kota kecil di pulau selatan Indonesia, pulau Timor.
Hari sudah malam, dan banyak orang berkumpul dirumahnya. Suasana duka penuh kesibukkan baru saja…