Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

29th February 2016: All is well

I was starting to read articles about my research project when i realised that today is the end of this month. So i can't help opening the blogspot page to write about it. (Read: it's just procrastination and another reason not to make myself guilty about the long last delayed learning).

Well, many things happened this month. And i was really grateful about everything we have passed.

Yosua and I were enjoying our short escape to Rote. And i have written about it before. Traveling with your spouse for me is really important not only to get a fresh mind and body but the most essential thing is for me i can know him better. Sometimes, our routine activities may make us insensitive about things our spouse has. But by having holiday together, when we could spend most of the time just two of us, it will be a moment that some truths or some secrets can be popped up in conversation.

Second thing happened this month is we finished all the marriage process. It ended up with 'syukura…

Two more nights

Couple weeks before my marriage, i didn't feel like i was too nervous to breath. Or i was too worried so i can't sleep. Not at all. I ate normally, i slept peacefully like the other ordinary days. Actually i was surprised with my self as well (not only my sister who kept questioning why i could be that calm). But there i was. Waiting for the big day like i ever experience it twice or thrice.

But it is totally different now.

I am expected something. And honestly, i am pretty stressful to face it (well actually you could omit 'pretty' and replace it with 'extremely'). For some people it was surely not as a big deal as marriage. But for me, it takes me almost one year to dream about it.

And even though, i, myself, hardly reject that i am so deep drowning myself to think about it, my body says so.
I lost my sleeping pattern. As i mentioned before, even marriage cannot steal my sleeping hour. But this particular thing has made me like zombie at this hour. I am writi…

Keluarga Introvert

Gambar
Masih ingin menulis di hari yang sama. Tak apa lah ya. Secara pikiran ini dari tadi ngobrol sendiri, lebih baik 'diatur' yang berantakan dengan cara menulis. Ini masih tentang hal-hal yang mengenai diri saya, tapi setelah saya pikir-pikir kayaknya bukan saya saja yang punya sifat ini. Jadi saya coba tulis untuk semua, mereka yang saya sayang.

Tentang menjadi introvert.

Sekitar tahun 2014, nike pernah menunjukkan saya video Ted talk oleh Susan Cain. Pembicaraan tentang kekuatan seorang introvert. Jadi intinya introvert adalah seorang yang suka memberi waktu untuk 'sendiri' dan menikmati melakukan beberapa hal sendiri. Banyak introvert yang selalu dihubungkan dengan kutu buku. Karena bagi seorang introvert, buku adalah teman baik. Walau ya tidak semua introvert itu suka buku ya. Introvert sangat beda dengan pemalu. Pemalu itu semacam ketakutan untuk berada dalam keramaian. Introvert bisa saja 'berani' keluar, bersama teman-teman tapi 'hura-hura' atau menj…

Rote, Pergi Untuk Kembali

Gambar
Akhirnya ya setelah hidup selama puluhan tahun di pulau Timor bisa juga saya menginjakan kaki ke Rote, suku yang juga menyumbangkan sedikit ke darah saya. Saya pergi ke Rote dengan Yosua. Ternyata menyenangkan juga travelling bersama setelah menjadi suami istri, karena lebih irit ongkos penginapan :D. Kalau kemaren-kemaren kami jalan-jalan (contoh waktu ke bali) dia nginap di mana, saya di mana. Cuma ya walau udah nikah, tapi karena postur (dan mungkin juga tampang) kami yang ngga jauh beda sama anak kuliahan s1, sering yah dapat pandangan yang kalau diterjemahkan seperti, 'cieh nginap berdua ni ye'. Besok-besok kayaknya kalau mau ke hotel, akta nikah ditempel di punggung baju aja. Jadi kalau ada yang senyum-senyum ngeliatin, tinggal balik belakang bilang, 'Nih'.

Err... sini kok malah curhat.

Rote!

Perjalanan ini sungguhlah mendadak. Karena saat itu saya sudah cukup bosan di rumah saja, menunggu mau balik Melbourne, dan akhirnya ngga tahu siapa yang mengajak kami pun k…

Iya, saya pemalas

Gambar
Jadi berhubung masih belum ada kesibukan di Melbourne sini (Selain nonton korea dan yutub tiap hari), saya ,mau menulis tentang hal-hal yang tidak banyak orang ketahui tentang saya. Baik pastinya ini tulisan narsis banget ya, karena semuanya tentang saya, saya dan saya. Tapi saya ada alasan mengapa pengin menulis tentang ini:

1. Yang baca blog ini juga ngga banyak :p
Walau ini adalah tahun ketujuh (TUJUH) saya ngeblog aktif tapi statisktik blog saya sangat sedikit dibanding dengan blogger lain yang sudah menyentuh angka ratusan ribu atau jutaan hits. Haha. Jadinya saya berkesimpulan, saya tidak se-influence orang lain. Rata-rata postingan saya yang biasa-biasa, palingan hanya 30 views. So, walaupun nantinya postingan ini dan berikut-berikutnya penuh dengan hal yang saya, saya dan saya, saya tidak harus khwatir juga sih orang banyak yang baca dan lantas membuat saya minder atau malu (coba hitung berapa banyak kata saya di sini). Tapi ya ngapain juga malu ya?

2. Sedang belajar untuk men…

Hijrah ke Peel Street

Selamat pagi dari Peel Street

Sejak kembali dari liburan, saya sudah pindah rumah. Meninggalkan Cardigan street yang nyaman itu. Juga meninggalkan flatmates saya yang baik. Saya pindah ke sebuah rumah yang memiliki 2 lantai. Lantai di atas, itu ditempati oleh dua teman dari Indonesia juga dan lantai bawah saya tempati sendiri. Ruma ini sebenarnya tidak asing lagi karena tahun lalu saya menginap di sini sebagai temporary accommodation. Rencanaya Yosua akan segera menyusul saya di sini (semoga visanya segera keluar).

Tinggal Sendiri

Jadi satu minggu ini genap saya tinggal sendri di rumah ini. Lebih bebas pastinya ya. Saya bebas menggunakan dapur, kamar mandi, ada ruang tamu pula. Apalagi telah terpasang wifi unlimited 24 jam. Saya cukup betah. Walau kendala satu-satunya adalah sepi. But you know, an introvert knows the best how to change lonely becoming solitary :).

Satu-satunya hal yang bikin sepi adalah pisah dengan yang terkasih. Sudahlah, anggap saja ini latihan kesabaran. Juga angg…

Tentang mengomentari orang lain

Ada sebuah twit yang pernah lewat di timeline, yang kira-kira bunyinya begini, 'orang akan selalu komentar apapun itu. Orang sudah mati saja masih dikomentarin orang apalagi yang masih hidup.' Benar sekali. Dari jaman dahuluuu sampai saat ini, budaya rumpi itu masih tetap ada. Apalagi dengan adanya social media di mana kita sebagai pengguna dengan gampang sekali menyebar informasi, berita, perasaan dan sebagainya. Semua itu suka tidak suka akan mengumpan tanggapan orang.

Tidak munafik, saya pun terkadang juga suka komentarin orang. Tapi hanya saya lakukan dengan inner circle saya saja. Sahabat baik, suami, adik dan mama. Saya sangat berjaga-jaga jika akan memberi komentar terhadap seseorang dengan orang lain yang tidak terlalu saya kenal.

Dengan orang lain, apalagi yang tidak kenal sama sekali, saya sebisa mungkin tidak ingin terkesan sok kenal sok dekat dengan kehidupan dia. Sebisa mungkin menjaga mulut saya ini dari lontaran-lontaran apapun yang bernada kepo, mengganggu apal…

Video

Gambar
Jadi pas tanggal 24 Desember 2015 itu yang adalah ulang tahunnya Yosua. Saya blas ngga nyiapin kado, kejutan, kue apapun (yang juga kemudian dibalasnya dengan tidka ngasih apa-apa saat 3 Januari). Duhh kahh :p.

Malam itu kita malah bikin video yang isinya foto-foto yang rencananya diputarin saat hari resepsi. Semangat banget kita bikin. Walau hasilnya mungkin sederhana, tapi aku puas lah. Eh manusia boleh berencana, banyak hal yang akan menentukan. Pas hari H, sementara aku di make-up, barulah teringat kalau belum pinjam LCD. Jeng jeng jeng. Akhirnya watsap Yosua sementara mata lagi pasangin bulu mata :p (ini lebai). Yosua pun yang saat itu mungkin lagi hectic hapalin janji nikah hanya bisa teringat satu dua orang untuk dihubungi. Karena mendadak, ngga ada yang bisa. Akhirnya video dan foto-foto prewed yang siap untuk dipamerin ituh ngga jadi :D. Ya udahlah ya. Toh tidak mengurangi kebahagiaan juga.

So, here we go, our simple video describe a little about our journey.


Sekali lagi

Halo semua. Menulis saat tanggal 14 Februari, tapi bukan tulisan cinta-cintaan kok. Perut lagi lapar, jadi otak agak susah untuk produksi kata-kata romantis. Tulisan ini hanya sekedar rangkuman saja.
Liburan 3 bulan di kampuang berakhir sudah. Gila lama banget ya eike liburan -__-. Sampai hampir lupa kalau punya banyak tanggung jawab di Melbourne sini. Mana dosen supervisor dnegan setia terus email lagi -____-. Errrghhh. Semoga otak ini cepat pulih lagi ya biar bisa diajak mikir yang berat-berat.
Hari pertama di rumah baru. Ya ngga baru-baru amat sih. Pas pertama datang MElbourne juga sempat tinggal di sini selama hampr sebulan. Jadi sebenarnya tidak kaget sih. Kagetnya karena ehiks, sendirian euy. Yosua akan menyusul nanti kalau visanya sudah jadi. (Plis, tolong lancarkan proses ini bapak ibu yang di sanaa).
Meninggalkan rumah sekali lagi. Meninggalkan rumah kali ini tidak seberat yang dulu-dulu. Mungkin juga krena terlalu lama di rumah jadi emang bosan juga tidak ngapa-ngapain. Tida…

Prewedding

Gambar
Mulai cicil ya cerita nikahnya.

Pertama prewedding. Awalnya sama Yosua kita sudah berencana tidak usah foto prewed, lagian foto kami berdua juga sudah banyak. Trus setelah diliat album fotonya, ternyata foto selfie semua. Kalaupun ada foto yang bagus itu hanya diambil dengan modal hp sehingga hasilnya ya kurang tajam lah. Baru kami ingat, kami sering jalan-jalan berdua ke tempat baru tapi karena cuma berdua ya jarang ada foto berdua yang bagus.
Alasan lain akhirnya prewed karena mau memajang itu di undangan. Well, saya sempat terpengaruh aliran, 'tidak-ingin-pasang-foto-di-undangan-supaya-tidak-dicela'. Tapi lalu saya mikir, semua semua itu akan ada komentar. People will comment like EVERYTHING. So instead of trying to please everyone, i choose to do whatever makes me comfortable. D
Dan saya orangnya bukan tertutup nan misterius amat ya, jadi ya ngga papalah ya, percaya diri bagi muka ke orang-orang 😄. Toh kalau mereka ngga suka tinggal buang undangannya.
Ada juga teman yang…

Suatu malam di Ba'a

Hari itu kita lalui dengan menyenangkan. Hari kedua liburan kita di pulau yang baru sekali itu kudatangi. Kita puas berkeliling, bercerita dengan seorang saudara, menikmati pantai, pasir, sunset, ikan bakar dan suasana pasar. 
Malam itu, seharusnya kita lelah.  Perjalanan darat puluhan kilo dengan motor, tanpa beristirahat langsung lanjut ke sana kemari. Menikmati keindahan alam nan permai. Normalnya segala lelah akan terkumpul di malam hari, dan kita jatuh tertidur tanpa kesulitan.
Nyatanya, semua macam perbincangan keluar di malam itu. Di dalam kamar sederhana di sebuah penginapan di Ba'a. Padahal, setiap hari nyaris 24 jam sebulanan ini kita terus bersama. Namun sekali lagi, seperti tak pernah habis bahan perbincangan jika bersama denganmu. 
Kita bicara tentang konsep mindfullness sampai batas-batas benua. Kita bicara tentang cara pengambilan gas darah sampai konflik di suriah. Kita berdiskusi tentang asal usul nama tempat sampai pembuatan candi borobudur. Dan masih ada lagi. 
Kita ber…