Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Manusia harus bisa memasak

Seperti biasa, kalau sudah mau belajar, hal-hal lain yang sebenarnya bisa ditunda, tiba-tiba menjadi penting. Contohnya tadi pagi saat mau belajar, akhirnya saya memasak, trus sore ini, akhirnya saya menulis di blog.

Kali ini saya mau berpendapat tentang memasak.

Sebelumnya, perkenalkan, saya ini seorang perempuan dengan pengalaman memasak yang sangat minimal. Terlalu minimal sampai pernah dalam setahun di usia pertengahan 20an, saya tidak pernah memasak (di luar masak mie dan goreng telur). Bahkan sesimpel tumis sayur sekalipun, belum tentu (dulu) saya lakukan setahun sekali.

Kenapa begitu? Karena saya sangat dimanjakan. Hampir sepuluh tahun tinggal di Malang, saya tidak harus masak karena makanan di Malang sangatlah murah dan terjangkau dan ada di mana-mana. Apalagi waktu kos di daerah ITN, semua macam makanan bangsanya nasi goreng duk-duk, ayam lalapan, prasmanan, soto lamongan, sampai terang bulan sekalipun, ada di situ. Enak dan murah. Ngapain juga saya harus susah-susah ke pasar…

Senin Akhir Maret

Jadi ceritanya dari tadi saya sudah menulis panjang 3 postingan blog yang lalu hanya saya simpan di draft saja. Haha. Ngga tau deh, akhir-akhir ini berpikir panjaaaangggg sekali sebelum posting itu di social media (termasuk blog). Tapi bagi saya, asalkan saya sudah menulis, tidak peduli tulisan itu dibaca orang atau tidak.

Ok. Hari senin ini dimulai dengan...... saya bangun telat!

Saya bangun 7:25 dan kaget setengah mati. Sementara Yosua yang akan berangkat kerja pagi-pagi, malah asyik mainan hp di pinggir teempat tidur. Sontak saya menyuruh dia segera mandi. fyi, biasanya yosua berangkat nunggu tram itu 7:40. Tempat kerjanya jauh sekali. Dan karena dia pakai public transport, memakan waktu sejam untuk sampai sana. Dia mulai kerja 9:00.  Untungnya makanan semua sudah ada, tinggal dipanasin, jadi 8:00 dia sudah berangkat. Semoga ngga telat deh ya.

Hmm. Pengalaman kerja dia yang pertama, overall, we can say that not bad. Artinya ya ngga menyenangkan 100%, tapi juga ngga buruk-buruk amat…

Rokok di Indonesia

Gambar
Kuliah health promotion hari ini sungguh menghentak buat saya. Kembali, sebenarnya ini bukan hal baru tapi saya yang lalu lupa karena sudah terbiasa dengan keadaan. Hari ini Professor Rob Moodie, dosen saya di Unimelb yang juga adalah seorang yang banyak terlibat dalam penelitian maupun kebijakan tentang penyakit tidak menular di negara berkembang termasuk Indonesia.

Dikatakan bahwa Marlboro, perusahaan rokok terbesar di dunia menginvestasikan 500,000,000 US dollars (yes, you read it right, 500 juta USD). Sangat besar sekali bukan? Targetnya? Ya tentu saja anak kecil dan remaja. Apalagi membeli rokok di indonesia sangat mudah. Di kota kecil seperti Soe saja, kata adik saya, kios depan sekolah menjual satu batang rokok dengan harga 1000 rupiah. Tidak ada restriksi umur untuk orang membeli rokok di Indonesia. Anak umur 4 atau 5 tahun mungkin saja disuruh ayahnya membeli rokok. Sejak kecil, anak-anak sudah terpapar dan terbiasa dengan rokok.

Padahal kita tahu sendiri resiko penyakit yang…

Alfred Nicholas Memorial Gardens

Gambar
Kita pergi ke sini tanggal 11 Maret 2016.

Alfred Nicholas Memorial Gardens ini tempatnya di Dandenong Ranges, lokasinya sekitar 50km dari kota Mebourne. Kami tahu tempat ini dari website visitdandenongranges.com.au

Di Dandenong, banyak sekali wisata alam. Karena memang lokasi itu kebanyakan hutan-hutan gitu. Jadi pasti sangat menyenangkan buat mereka yang belong to nature (kayak Yosua dan saya :p). Ngga tau ya, sekarang kok ngga terlalu suka jalan ke shopping centre atau tempat-tempat yang penuh manusia dan ribut :D. Yah, mungin karena kelamaan tinggal di kampung, atau mungkin karena sudah bukan umurnya lagi nyari jati diri di tempat ramai :D. Hehe.

Kami ke Dandenong pakai public transport. Naik kereta dari Flinders street station turun di Belgrave Station, lanjut naik bus ke Dandenong. Well, busnya hanya ada satu jam sekali bok. haha. Jadi harus diperhatikan betul waktu datang dan waktu pulangnya ;).

Di taman Alfred dan Nicholas ini cukup luas, dan fitur utamanya adalah danau indah m…

Coburg Lake

Gambar
Sabtu, 19 Maret 2016

Pagi yang dingin dan mendung. Awalnya berencana pergi ke pasar pagi-pagi, lanjut masak lalu jalan-jalan. Tapi karena badan susah banget pisah sama kasur dan selimut akhirnya baru ke pasar jam 12an :p. Untungnya Queen Victoria Market itu dekat banget dari rumah. Sekitar 500 meter saja.

Jadi, hari ini kita mau ke Coburg Lake. Saya juga baru tahu keberadaan danau itu waktu blog walking, dan setelah cek di google map dan PTV (aplikasi untuk semua public transport di victoria), tempatnya gampang sekali dijangkau.

Untuk mencapai Coburg Lake, kami naik tram 19 dari stop 9 yang dekat rumah, turun di stop 37, lalu jalan kaki hanya 200 meter dan sampailah kita ke lokasi danau ini.

Danaunya sebenarnya biasa saja, tapi sudah didesain sebegitu rupa sehingga nyaman sekali untuk para pengunjungnya. Aktivitas yang ditawarkan pun beragam. Pertama area treking untuk pejalan kaki, atau yang mau jogging atau naik sepeda. Area ini cukup luas. Mungkin kalau ditotal bisa lebih dari 1km.…

Tentang Membaca

Hari ini, gara-gara nonton youtube wawancara Sarah Sechan dan Dian Sastro di sini : https://www.youtube.com/watch?v=6sZVycBHZV8 , jadi kepikiran terus sama mbak DiSas ini eaaaa.
Siapa juga ya ngga kenal sama pemeran Cinta di AADC ini. Jujur dulu saya kagum sama dia tapi ya biasa aja, ngga terlalu mengidolakan yang gimana seperti kekaguman saya sama Dewi Lestari atau Ayu Utami. Tapi lalu semakin kesini, kehidupan pribadi Dian Sastro semakin menarik untuk menjadi inspirasi para perempuan Indonesia, baik itu sebagai pekerja seni, sebagai ibu, sebagai wanita yang berkarir, pun wanita yang ingin selalu belajar.
Jadi di wawancara itu terkuak sisi lain Dian Sastro yang belum banyak orang tahu dan lalu membuat saya terpukau. Salah satunya adalah kecintaan Dian sejak SD terhadap buku sastra indonesia maupun manca negara. Hal ini disebabkan awalnya karena dorongan ibunya. Lalu bagaimana sejak umur 10 tahun Dian sudah dicekoki untuk membuat tujuan hidup yang jelas. Yah bagi saya dan mungkin bany…

First

Yesterday was Yosua's first time receiving salary. I could see the sparks in his eyes. He was just so happy when he handed me the white envelope. Officially he just worked for one day, the two other days were training sessions. At his work, the employees get their salary weekly every Monday. So, for the next few weeks, it will be Happy Monday for us. Overall, he is enjoying his work. And i also gain advantages from this, since overtime he gets home, he always brings me food ;). Yeah, the perk of working in the Restaurant.

And since he is working, i am back to become the solely human :p. I only have one day of lecture, because my intensive class has not been started yet. But it's quite different now compare to when i was at cardigan street. Here, because we live alone (others are at the upstairs) i am free to do whatever i want in the house. I can use kitchen, bathroom, living room as many as i want. And i am trying to manage myself as well, especially for time management. Let…

About posting too much at Facebook

It has been widely known that Indonesia is one of the most social media active users. You name any kind of social media and almost young people (even adults and older people) know about it. Facebook is really happening even until nowadays. People never feel bored to share about themselves. I have a friend from Malaysia and she said, i changed the way i use Facebook since i have many friends in Indonesia. In the past, she continued, i never used my own photo at the profile picture, or posted about my feelings, what i was doing, what i ate, who was my friends, family and so on. But still even she said she has been more opened in Facebook, i found that she is not that 'opened' as many of my Indonesian friends.

Well, maybe not all of my friends. I can say some, and i can be one of them. I have tried to reduce posts on Facebook. It will be hard if previously you are one of super active users. But i tried and somehow i feel better. I mean, by consciously choosing what i want to shar…

Untuk Kamu

Gambar
Tulisan untuk memperingati hari ayah.
Beberapa hari ini, bukan, maksud saya minggu, oh tunggu bisa jadi beberapa bulan, atau mungkin beberapa tahun ini, saya memikirkan tentang hari itu. Memang tidak selalu saya berpikir tentang hari itu, hari di mana suatu saat kamu akan dengan legawa menyerahkan buah hatimu secara utuh kepada seorang asing, yang di matamu pastilah masih kekanakan. Atau  mungkin juga kamu meragukan seberapa besar kasih orang ini kepada saya, hingga saya bisa berpaling dari begitu sangat mencintaimu menjadi bercabang kepada dia.
Beberapa waktu ini saya memikirkan kamu… dan perasaanmu.
Saya masih ingat tujuh belas tahun lalu, bagaimana kamu mengusir anak-anak laki-laki seumuran saya yang menggoda saya di lorong sekolah. Anak itu sampai lari ketakutan. Saat itu kamu sangat tidak siap, bahwa suatu saat anak perempuanmu mungkin sudah bukan lagi seutuhnya milikmu. Dan kamu mungkin tidak punya hak lagi mengusir siapapun yang datang di depannya.
Saya masih ingat ekspresi mukamu …