Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Tempat bernaung

Sebulan setelah menikah adalah masa di mana bagi saya agak kurang nyaman. Kenapa kurang nyaman? Karena saya pribadi agak bingung mau tinggal di mana. Penginnya sih tinggal di kontrakan atau kos gitu, sampai kami sudah survei, sudah ketemu pemilik rumah, sudah deal harga. Tapi lalu ayah saya bilang, 'kalian ngapain juga pindah ke kontrakan, kan cuma sebulan aja di Indonesia, trus sudah balik ke Australi'. Akhirnya kami sepakat untuk tidak jadi nge-kos. Saya sempat tidak enak hati dnegan pemilik kontrakan itu karena rumah itu bahkan sudah direnovasi ;(. Maaf ya, Pak.

Sebulan itu kami lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saya. Tapi ada beberapa kesempatan juga kami nginap di rumah Yosua. Alasannya sebenarnya lebih ke arah, ketersediaan tempat. Tapi sungguh loh, peristiwa abis nikah tinggal dimana (yang cuma sebulan ini) juga cukup kontroversi. Biasalah ya, tinggal di kampung, di mana banyak orang yang sebenarnya ngga kenal sama sekali, cuma tau nama aja, tapi berlagak paling …

Yang kita pikir, 'ealah gitu aja'

Beberapa hari ini jadi suka buka youtube. Sebelum tidur, biasanya sama Yosua nonton youtube dulu, cari video yang bisa menghibur. Lucunya dua hari ini gara-gara baca blog mbak Leija di sini tentang 'dokter kulit' jadinya kita berdua malah menikmati video yang dishare tentang ekstraksi komedo. Haha. Sampai buka channel dr. Sandra Lee buat liat video-video emejing nan memberi kepuasan ;p. 
Hari Kamis ini saya ngga ada kegiatan di kampus. Harusnya sih mulai ngerjain tugas ya. Tapi ya begitulah (lagu lama).
Tadi pagi sudah siapin sarapan, trus saya lanjut buka youtube. Saya baru tau dengan fenomena Vlog di kalangan para pegiat seni tulis Indonesia. Saya buka Vlog-nya Raditya Dika sama Ernest Prakarsa. Menghibur? Emmm biasa aja sih. Apalagi Vlog-nya Radit, isinya beneran kayak lagi menemani dia beraktivitas dari pagi sampai malam. Nemenin dia makan, nyetir, syuting, gitu-gitu. Tapi kok banyak yang nonton ya. Viewsnya ratusan ribu malah. Termasuk saya, kok anteng aja sekali nonton l…

Tentang Guru Saya di Melbourne

Hari Senin malam kemarin, saya dikejutkan dengan email dari dosen bahwa assignment kami sudah selesai diperiksa dan nilai serta komennya telah di-upload. Saya segera membuka LMS (Learning Management System) dan membuka pekerjaan saya yang sudah dikoreksi. Saya kaget melihat angka yang tertera di situ. Terlalu di bawah ekspektasi saya. Saya memang tidak berharap dapat yang bagus-bagus amat mendekati sempurna tapi ya ngga jelek kayak gini juga deh. Padahal tugas ini lumayan sederhana dibanding tugas yang lain dengan bobot nilai yang sama yaitu 20% (atau mungkin karena saya menganggap terlalu sederhana ya makanya akhirnya ngeremehin).

Saya mengerjakan tugas itu saat periode kerja kemaren. Saat itu saya mengerjakan dua tugas dalam waktu bersamaan. Tugas yang satu malah hanya saya kerjakan semalam sebelum kumpul. Total waktu yang habis mungkin cuma 4 jam. Sayapun tak sempat lagi mengoreksi betul-betul pekerjaan saya, langsung di-submit. Tapi nilai saya lumayan lah. Sedangkan tugas yang ini…

Perjalanan ke Great Ocean Road bersama para pembasmi Malaria

Gambar
Seperti yang sudah pernah saya tulis sebelumnya kalau bulan April ini saya bekerja sebagai interpreter untuk sebuah kuliah singkat tentang Eliminasi Malaria. Pesertanya semua berasal dari NTT. Ada 2 orang yang sudah saya kenal sebelumnya. Mereka belajar segala sesuatu tentang pembasmian malaria dari ahli-ahli di banyak Institusi terkenal di Australia juga dari Thailand. Sebagai bagian dari kursus ini, panitia menyiapkan tour keliling Great Ocean Road. Dan kami, interpreter, pun diajak. Dua teman saya yang lain tidak bisa ikut. Dan karena masih ada kursi kosong, jadilah saya mengajak Yosua turut serta. Lumayanlah ya liburan gratis.

Kesan saya terhadap perjalanan Great Ocean Road ini adalah... di bawah ekspektasi saya. Saya sudah pernah melihat di google, maupun dari foto teman-teman yang sudah ke sana dan dalam pikiran saya keindahan yang akan ditampilkan itu akanlah spektakuler yang membuat menganga dan lidah berdecak kagum. Nyatanya yang membuatnya semakin 'terdengar' fantast…

About my current Job, Being an interpreter

Gambar
Recently, i have become an interpreter for a short course held by Australia Awards Indonesia. This short course is about Malaria Elimination, the prevention and treatment for pregnant women, infants and children in Eastern Indonesia. There are two groups of people will attend this course. The first group is from NTT and the second group is from Papua. This week is the last week for NTT group. So, generally, i have worked for almost three weeks during this course.

Well, basically what i need to do is helping the speakers to deliver their contents to the participants using Indonesian Language. I also translate the materials. As well as helping the participants when they want to discuss with the speakers. Some participants are really good in english, some are average, some have no basic in english. However, overall, i enjoy my job.
If you follow my blog, you may notice that last semester i also work as a kitchen hand at a Greek Restaurant. Mostly, i did enjoy the job. But, some condition…

Monday Evening

My Monday went well actually. I woke up early as usual, then prepared breakfast for Yosua, as he must have big food in the morning, while for me cereal and fruits are enough. I went to the library, submitted my assignment, did literature searching for my research, had lunch, met my supervisor and went again to another library while having a cup of large cafe latte.

It was good until i met a friend of mine, and she asked me wether i am now expecting or not. And i said, surely no, i want to postpone it until i graduate. Then she was like so upset. She gave me a brief lecture about it is better to have a kid once you got married. She even counted that even i get pregnant now, i will still able to give birth in Indonesia, which is a good thing. Well, for other people, this particular chit chat is common like chatting about where did you buy your new shoes or what do you want to eat for dinner. But for me, even the conversation just lasted about 10 minutes, it left me with many thoughts in…

Hello April

PS: before starting writing my academic papers, it may be a good idea to write a new post in English. pardon my poor grammar as always. sometimes, when i reread my writing, and find all the flaws, i feel so embraced that someone who cannot write good like me can attend (and passed the assignments) in  the number 1 university in Australia.
PS2: You can take the sentence above as a motivation. Everyone can go study overseas, even their english is poor. ;D
Well, the title in this post may be same with other hundred blog posts. I think, celebrating a new month is a good thing. We don't need to wait longer until a month just to be thankful or to wish something. For me this April will bring me incredible experiences. I got a job from the university as an interpreters for a short course. I will write the post about this later when i finish the job or maybe in the middle. Yesterday, the interpreter team has met with Tim Moore (the course coordinator). He is my lecturer and i know i have a…