Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Jajan kesukaan

Gambar
Terbiasa tinggal di Indonesia dengan jajanan di pinggir jalan yang murah meriah terus pindah ke Melbourne yang semua hal yang bersifat service (termasuk jual makanan) serba mahal bikin kebiasaan saya untuk jajan di luar mau tidak mau harus ditekan.
Dulu waktu tingal di malang sempat 3 tahun lebih saya kos di wilayah ITN (jalan bendungan-bendungan), yang merupakan surga makanan murah. Mulai dari makanan berat sampi jajanan. Hampir setiap hari pulang kuliah pasti saya beli jajan, entah itu molen, terang bulan, tahu krispy, bakso, martabak, rujak manis, gado-gado, batagor, tempura, berbagai macam es dan jus, kue-kue basah, gorengan dan lainnya. Waktu itu (2005-2009), dengan modal 3000-5000 rupiah saja sudah bisa jajan enak dan kenyang. Pokoknya mau jajan apa saja bebas, karena murah dan mudah dicapai. 
Saat kembali ke SoE, walaupun pilihan jajannya semakin sedikit, tapi tetap ada lah. Mau bakso, mie ayam, rujak, roti bakar, gorengan ada yang jual dengan harga yang masih terjangkau. Apal…

Mengapa betah di Australia?

Gambar
Sebenarnya saya seharusnya tidak boleh menulis ini di sini. Tapi setelah saya pikir (dengan tidak masak-masak) tidak ada salahnya juga saya berbagi di blog ini.
Jadi kemaren, Australia Awards Scholarship meng-email saya menanyakan apakah saya bersedia memberi pidato saat wellcome and farewell celebration yang diadakan oleh DFAT (Department of Foreign Affair and Trade), alias departemen pemerintahan Australia yang memberi saya beasiswa ini. Namun dikatakan lebih lanjut di email itu, ada beberapa nominee yang akan ditunjuk menjadi pembicara mewakili University of melbourne, jadi saya tidak usah bersiap-siap dari sekarang (dengan kata lain saya jangan senang dulu kali ya, karena belum tentu juga jadi kasih pidato).
Tapi bagi saya, diemail seperti itu saja sudah sangat membanggakan (apalagi buat orang yang gampang ge er seperti saya :p). Unimelb merupakan universitas favorit di Australia, yang tentu saja para penerima beasiswa AAS di seluruh belahan dunia ini banyak memilih uni ini. Angk…

Rabu yang Cerah

Gambar
Hari Rabu ini awalnya saya hanya berencana akan menghabiskan waktu di rumah saja, sambil beajar dan nanti malam hari ketemu teman yang sedang berlibur di Melbourne. Ternyata, hari ini punya kejutan tersendiri yang berujung saya tidak belajar sama sekali (tapi saya senang :D).
Ceritanya, harusnya hari ini Yosua mendapat tawaran kerja bongkar pasang muatan di suatu tempat yang cukup jauh dari rumah. Kami sudah bangun dari pagi, dia sarapan dan saya siapkan bekalnya. Sebelum jam 7 dia sudah keluar rumah, saya balik kamar, baca-baca artikel dan ketiduran. Tiba-tiba pintu rumah diketuk, saya liat jam, jam 8 lebih. Ternyata itu Yosua. Yang nawarin kerja dengan seenaknya membatalkan janji (grrrr). Yosua langsung bilang, 'ayo kita jalan. supaya beta sonde stress.' Saya tentu langsung mengiyakan, apalagi menurut prakiraan cuaca, hari ini bakal cerah dan hangat. Saya sangat merindukan matahari menyengat kulit.
Saya mengusulkan kita pergi ke Footscray, karena belum pernah kesana dan ing…

Mengikuti Asia Pacific Week 2016 di Canberra

Gambar
Cerita ini sudah tertunda sampai 3 bulan -___-. Tapi kayaknya rugi banget kalau tidak saya dokumentasikan di blog pribadi. Jadi berikut pengalaman saya.


Bulan April yang lalu, ada seorang teman yang share link di grup whatsapp tentang kegiatan ini. Saya  tanpa berpikir panjang langsung mengisi aplikasi tersebut. Asia Pacific Week (APW) 2016 yang dilaksanakan oleh Australia National University ini terbuka untuk semua siswa baik itu bachelor degree, master maupun PhD students, juga terbuka untuk semua siswa di belahan dunia manapun yang juga tertarik dengan isu Asia Pacific . Saya lupa sih pertanyaannya seperti apa, intinya ada pertanyaan tentang topik apa yang ingin kamu dengar lebih jauh di konferensi ini. Sebenarnya saya pun tidak terlalu fokus ngisi aplikasi sih. Kayaknya sekitar setengah jam mengisi. Makanya saya ngga heran, sebulan lemudian saya dapat email kalau aplikasi saya gagal :p. Ya sudahlah ya, waktu itu saya pikir.
Ehh namanya juga rejeki ngga jauh kemana, awal bulan Jun…

Mengapa fokus kuliah ke kesehatan perempuan dan gender

Percaya tidak, saya sudah 15 menit menatap layar laptop yang memperlihatkan laman blog post kosong. Bukan tidak tahu mau menulis apa, tapi bingung mau menumpahkan apa saja. Ada banyak ide yang lompat-lompat di kepala, bersamaan dengan sudah begitu banyak informasi yang saya serap pagi ini.
Biasanya kalau seperti itu, ide yang paling kuatlah yang akan mencuat. Kali ini saya ingin bercerita tentang mengapa akhirnya fokus kuliah saya pada women's and gender health. Padahal awalnya saya ingin konsen ke Epidemiologi.
Memang betul, semakin banyak membaca, semakin banyak mendengarkan kuliah, berbicara dengan orang yang punya banyak ilmu dn pengalaman, mau tidak mau wawasan kita akan semakin terbuka. Secara otomatis, pikiran pun semakin terbuka untuk menampung hal-hal yang baru tersebut. Namun bersamaan dengan itu, kita semakin merasa bahwa kita tidak tahu apa-apa. Menurut saya, itu tanda yang baik untuk kita mau mengeksplor lebih banyak lagi.
Jadi waktu saya kuliah kedokteran, saat memp…

I know i will miss this someday

Gambar
I am writing this, when i am supposed to finalise my research project. You must have guessed it right, it is because my chronic procrastination habit. Yeah, it's so dangerous, people!

But remembering that i only have less than 2 months to worry about my academic life here makes me  feel so sad. I think i will easily cope with the fact that i will leave Melbourne, this beautiful city. I think, it will be not too hard to be back again as a woman who lives in a village. It must be tricky, but i know i can survive. However, thinking about leaving this academic atmosphere is pretty sad. I already know from the very first day i came to this university, that i will enjoy the learning culture. You know, the feeling when you are seeing people with their serious faces walking so fast with big back packs, or looking at an old woman reading book at the library, or staring at people talking with their hands waving at the discussion room with a big screen showing their presentation task. I wil…

Perempuan yang membeli bunga untuk dirinya sendiri

Tahun kedua tinggal di Melbourne belum membuatku terbiasa dengan kota yang dikenal mempunyai empat musim dalam sehari. Jangan pernah lupa membawa payung dan cardigan atau layer saat keluar rumah, karena kamu tidak akan pernah tahu perubahan cuaca seperti apa yang akan terjadi sejam selanjutnya. Lebih lagi sekarang bulan September. Entah hanya di Melbourne atau juga terjadi di tempat lain di Australia, perubahan antara musim dingin ke musim semi selalu ditandai dengan hujan terus menerus. Biasanya hujan hanya terjadi beberapa jam saja, tapi akhir-akhir ini dari pagi sampai sore selalu hujan. Seperti juga hari Selasa ini.
Baiklah aku harus mengakui bahwa walaupun aku seorang penikmat hujan, dan beberapa kali menulis terinspirasi dari hujan, tetapi dari segi kehidupan akademik, hujan adalah musuhku. Hujan membuat mengantuk. Hujan membuat sering lapar dan tak bisa berkonsentrasi belajar. Hujan membuat kemulan di tempat tidur menjadi berlipat-lipat ganda nikmatnya. Apalagi saat itu suhu di …