Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

When Tomorrow finally comes: Ronan Keating Concert in Melbourne

Gambar
I attended Ronan Keating Concert in Melbourne in 29th October 2016 as a part of his Australia Tour to promote his new album. The concert was held in Halmer Hall, National art gallery Victoria. It begun by a 30 minute performance of Marlisa (X-Factor winner in 2014, who is mentored by Ronan).  Then Ronan sang for like 1 hour and half. He sang some of his new songs and also the old songs. It was really an incredible performance. Well, no doubt or someone with more than 20 years of experience and still counting. He is so freaking consistent to in his own path.

I am not into music actually. But once i like a song, it will stuck in my mind (some in my heart). And Ronan Keating songs effortlessly are. I like almost all his old songs from Sorry, When you say nothing at all, Baby can i hold you, Iris etc. And one of my all-time favourites is If tomorrow never comes.
The song was very special for me. I repeated hearing the song over and over again in mid 2006. It's in SoE and we just came…

The House: More Than an Easy Reading

Gambar
Just yesterday, i found a secondhand book shop close to my house. When i went back from the leadership training, which was at Spring Street, i took a different path then i usually do every day. And somewhere near the intersection i saw a table with bunch of books. There was a pledge there said 1 book for 1$. It didn't took 1 mili second for me to stop and examine all books. Interesting because there was no one sat there to watch the books. it's easy for me to grab all books i wanted and ran away. But of course as a woman with attitude like me i will never do things like that.

It's like really a dream for me. I couldn't be a book hoarder on that day since i still couldn't belief my self not knowing this heaven was around me for this almost two years. Oh God. I am not surprised with the price. The second book price is quite the same. Even i think this was the cheapest. usually i found like 2 or 3 bucks each. After decided which books i wanted, i went to the building…

Lu di SoE Bikin Apa Sa?

Gambar
Tulisan kali ini dalam dialek SoE, yang juga agak mirip dengan melayu Kupang.

Beta tiba-tiba ingat percakapan yang su lama sekali dengan be pung kawan orang Jakarta. Kayaknya waktu itu be masih pertengahan kuliah S1 yang artinya mungkin su hampir 10 tahun lalu ko. Dia tanya begini, 'Kamu waktu masih di SoE, ngapain aja sama  teman-teman?' Mungkin dia agak susah membayangkan kermana anak-anak kampung menghabiskan waktu. Apalagi di kampung yang sonde ada mall, taman di tengah kota, cafe, bioskop, karaoke dan tempat-tempat gaul.

Be bingung mau jawab apa. Beta di hidup di SoE sampai umur 14.5 tahun sebelum pindah ke Malang untuk sekolah SMA. Kas habis waktu remaja di SoE, beta sonde pernah merasa kehabisan ide untuk bikin sesuatu dan juga sonde pernah merasa tidak nornal atau kurang. Tapi begitu ditanya oleh kawan yang dari ibu kota, b ju langsung ingat-ingat, 'iya e, itu hari beta bikin apa sa e pas masi remaja tinggal di SoE.' Memang betul ju, katong kadang sonde akan pe…

Seperti Danau

Gambar
Kasihmu tak seperti sungaiMengalir berliku dan bertualang.
Cintamu bukanlah samudera Terbentang luas dan buas.
Sukamu tak seperti air terjun Deras, melimpah dan bersuara 
Sayangmu sesederhana sebuah danau, Tenang dan teduh, Hijau dan lamban, Tak mengalir tapi menampung, Tanpa gelora tapi konstan.
Dan aku, ingin menjadi teratai yang  berbaring lelas di punggung danau Mengapung pelan tanpa tenggelam.
Melbourne, 2016

Satu

Gambar
Tidak ada dua yang bisa menjadi satu
Selamanya dua akan tetap dua,  dan satu adalah sebuah kemewahan hakiki yang semakin pudar bersamaan dengan firman yang dikukuhkan bahwa kita bukan lagi dua tetapi satu.
Hati mengingatkan kepala supaya jangan berjalan terlalu jauh sambil mempertontonkan kelekatan kedua hati yang terus berpelukan sepanjang malam, kulit bertemu kulit.
Tapi kepala mana yang sejatinya mau patuh? Untuk yang paling penurut sekalipun, ada secuil yang berteriak memberontak di dasar imajinasi, hanya saja dibungkam oleh suara-suara ribut.
Sering kepala menginginkan untuk berjalan sendiri Berbicara dengan dirinya sendiri Menelusuri yang sudah lalu Membentuk yang akan datang Lalu tertawa puas.
Kepala yang liar bertemu kepala yang jinak Kadang bisa seperti suasana hari minggu pagi, berbaring lama dan panjang sambil memperat selimut. Namun kadang bisa juga seperti terbangun karena mimpi buruk, lelah padahal baru saja tidur pulas selama 6 jam, napas terengah ketakutan, padahal ber…

Belajar Tentang Social Entreprise

Gambar
Di hari Sabtu yang cerah ini, saya mengikuti mini conference yang bertemakan tentang Social Entrepreneurship yang diadakan oleh AIESEC Melbourne. Pada dasarnya AIESEC adalah organisasi pemuda dan pelajar yang tersebar di seluruh dunia, yang mendorong pemuda untuk bepartisipasi pada kegiatan internasional dan menjadi relawan. Kegiatan spesifiknya salah satu adalah mengadakan seminar dan conference.
Saya mengetahui kegiatan ini dari facebook (Hampir 50% seminar, konferens, ataupun acara di Melbourne saya tahu dari facebook) dan karena saya ingin belajar tentang hal baru, jadilah saya memutuskan untuk daftar. Mini conference ini diadakan 2 hari penuh, dan kita bisa memilih mau ikut hari satu hari saja atau dua-duanya. Membaca run-down acara-nya, saya memilih untuk hanya mengikuti di hari pertama, yaitu hari Sabtu saja.
Pagi itu seperti biasa saya datang awal ke kampus RMIT, tempat acaranya. dan mungkin baru 5 orang peserta yang datang. Di setiap kegiatan, kuliah atau apapun, saya selalu…

Feminisasi Usia Lanjut

Gambar
“We all form part of a life cycle, and every moment in this session, both at its beginning or near its end must be regarded as a treasure and be an occasion to celebrate” (World Health Organization) 

Quote di atas saya temukan di sebuah jurnal ilmiah ketika sedang mengerjakan tugas dengan tema 'Feminization of ageing in Sri Lanka', suatu isu kesehatan perempuan yang sering kali dulu saya abaikan.

Saya coba menulis di blog ini, karena saya rasa isu ini belum banyak di bahas di Indonesia.
Sudah dibuktikan bahwa  hampir di setiap negara di dunia, perempuan hidup lebih lama daripada laki-laki, entah itu di negara maju ataupun negara berkembang. Walaupun tentu saja, lama dan kecepatan peningkatan waktu hidup antar negara itu berbeda. Tapi secara keseluruhan, semua setuju bahwa perempuan umumnya mempunyai kesempatan lebih lama untuk menjumpai hari tua. Ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa faktor biologis (termasuk itu hormonal, kromosom) berperan penting dalam hal ini. Nam…

Minggu ke Sebelas di Semester Terakhir

Gambar
Apa? Tinggal dua minggu jadi mahasiswa? 
Ok. Kali ini sudah bukan perasaan yang bercampur, tapi hanya satu yang terasa, SEDIH :(.
Saya membaca ulang tulisan pertama saya sebelum mulai kuliah dan menyadari bahwa ada hal-hal yang berubah dari 20 bulan yang lalu. Mungkin tidak tersurat, tapi susah juga dideskripsikan (antara susah dan malas menerangkan). Saya masih ingat jelas bagaimana antusiasme masuk sekolah. Sehingga di kuliah pertama untuk subyek wajib, saya termasuk yang datang pertama dari yang sekitar 200 siswa. Saya masih ingat menyesuaikan diri mendengarkan dosen berbicara dengan bahasa inggris yang cepat dan susah saya tangkap. Saya masih bisa merasakan cemas dan malu-malu saat diskusi pertama dan harus berbicara serta kadang-kadang tidak ada ide apa yang sedang teman-teman dan dosen diskusika, karena susah menangkap aksen Australia yang dilafalkan dengan cepat. Saya masih ingat tugas-tugas pertama. Nilai awal yang jelek dan membuat saya menangis, yang kemudian memicu saya me…

Gereja Indonesia CIUC di Melbourne

Gambar
Selamat hari minggu semuanya,
Hari minggu ini saya mau promosi gereja saya di Melbourne ini. Saya sudah bergereja di sini sekitar setahun lebih dan saya sangat kerasan berada di dalam lingkungan gereja ini.
Nama gerejanya adalah: Caulfield Indonesia Uniting Church, yang berlokasi di 158 Balaclava Road, Caulfield North, Victoria 3161. Gereja CIUC ini sudah cukup tua di Melbourne yaitu sekitar 31 tahun. Di Melbourne ini ada banyak gereja Indonesia dengan berbagai macam denominasi. Kalau CIUC ini saya merasa cocok, karena mirip/sama dengan tata ibadah seperti di GMIT/GKI/GPIB.

Ada banyak alasan mengapa saya (dan juga Yosua) senang bergereja di sini sehingga kami bela-belain menempuh perjalanan sekitar 1 jam pakai tram untuk sampai ke sana (untungnya tram gampang di dapat dan berhenti tepat di depan gereja). Diantaranya, saya merasa berada di rumah jika berada di sini. Teman-teman gereja baik-baik semua. Saya bisa merasakan sifat gotong royong dan saling membantu yang kuat antara sesama jema…