Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Mabok Darat

Seharusnya saya nge-blog hari Jumat, tetapi karena kesibukan mau ikut ‘Temu Seni Flores’, akhirnya terhambat sampai hari minggu baru bisa luang membuka laptop.
Sebenarnya ingin sekali segera menulis tentang kegiatan seni yang berlangsung di Ende ini. Di mana saya bisa belajar banyak dan bertemu dengan orang-orang inspiratif. Tetapi ada sesuatu hal kecil yang mau saya bagikan di sini.
Rombongan kami baru tiba di Maumere dari Ende. Ini pertama kalinya saya perjalanan darat di Flores. Yang pernah melakukan perjalanan ini pasti setuju kalau sepanjang jalan, indaahhhh sekali dengan pemandangan gunung, bukit, awan dan hijau. Sebelumnya, saya sudah mendengar bahwa perjalanan Ende ke Maumere itu berkelok-kelok. Waktu tempuhnya sekitar 4 jam. Saya berpikir, ‘ahh paling mirip lah seperti So Eke Atambua.’
Namun ternyata saya salah besar. Berkelok-kelok yang dimaksud adalah sepanjang jalan selama 4 jam itu memang meliuk-liuk dan membuat pusing. Kami semobil ada 6 orang bersama pak Supir. Ada mba…

Friday Blogging #1

I decided to write every Friday on this blog. Perhaps by doing it I can consistently write something here. I think writing in English will also help me not to forget my writing skill. However, my weakness is always my grammar.So, pardon my broken engkish and please focus only on the content.
Yesterday, we moved to a new house. My husband and I have decided to rent a house since we came back from Melbourne. But looking a new house in Kupang is so tricky. In Melbourne, we also had same issue about moving. Somehow it’s easier to find a house in Melbourne. Because there were so many options, a range of helpful websites, and even agents! But in here, we only rely on the advertisement on the newspaper. Fortunately, in one occasion, Yosua met our friend, and he told us a house in front of his house. The house is close with the main road and close to the city center as well, which is my main consideration if we want to rent a house.
So after living in a (quite expensive yet comfortable) boar…

SEBAYA FSP

Gambar
Semenjak masih di Melbourne, saya sebenarnya gerah jika ditanyai, ‘Nanti balik ke Indo kerja di mana?’ Bukan karena tidak mau berbagi rencana hidup, tapi saya sendiri waktu itu masih bingung mau kerja di mana. Dalam hati kecil, saya sudah tahu hal-hal apa yang pasti akan saya nikmati jika saya lakukan. Tapi kan hidup tak semudah, saya bilang ke suatu institusi bahwa, ‘Hey, ini beta mau bikin ini, lu gaji beta do.’ Dan saya pun belum bisa seekstrim teman saya Dicky Senda yang mengusung konsep Social Enterprise bernama Lakoat Kujawas yang saat ini sudah seterkenal ini padahal belum setahun. (slow claps + standing ovations for Dicky!).
Makanya ketika awal Desember saya melihat postingan bahwa Australia Global Alumni menawarkan dana hibah kepada para lulusan lewat Alumni Grant Scheme, saya langsung ‘klik’ di hati untuk mendaftar, padahal waktu itu masih mahasiswa :D. Ini kesempatan saya untuk melakukan hal yang saya inginkan dan ada yang mendanai!
Jadilah saya mendaftar di hari H deadli…