Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Sekali lagi Puasa Media Sosial

Kalau ada pepatah yang bilang, 'kelinci tidak akan jatuh kedua kali di lubang yang sama', mungkin hal itu tidak berlaku untuk manusia. Well, untuk saya lebih tepatnya. Dulu postingan saya juga pernah memuat saya yang detoks medsos, yang berakhir pada saya menghapus akun instagram saya yang lama, serta membuat satu akun baru yang sampai saat ini saya batasi hanya mengikutisekitar 60 akun inspirasi dan membiarkan 7 orang dekat follow akun saya. tapi tetap saja, saya kemudian masih sering membuka media sosial. Terutama twitter. Kayaknya saya suka sekali tenggelam untuk scrolling apa yang sedang terjadi di twitter, baik itu berita dalam negeri, luar negeri, meme-meme lucu, atau mengikuti arus pikiran banyak orang yang saya follow di twitter. Begitu pula dengan instagram dan juga facebook. Saya pun lagi inget-inget kayaknya di 2018 dan 2019 ini tidak pernah dalam sehari saya ngga pernah buka twitter deh. ckck, sudah teradiksi banget ya.

Waaupun saya sedang bekerja pun, sering sekal…

Belajar Melakukan Yoga

Gambar
Ini cerita tentang seorang perempuan, usia 31 tahun yang badannya sangat kaku, lembek dan juga super kurus sedang mulai belajar meningkatkan aktivitas fisik melalui Yoga.

Jadi, saya baru mulai ikut kelas Yoga tahun ini. Olahraga Yoga ini bukan hal baru sebenarnya. tahun 2014 saya pernah mengikuti kelas Yoga selama beberapa bulan di bali. Adik saya, Nike, itu sangat freak terhadap Yoga. Dia berlatih Yoga mandiri sejak 2016 dan berlanjut terus sampai hari ini. Berikut salah satu asana (pose) yang dia abadikan dalam instragram @nikefransyoga:

Suatu ketika di bulan Februari 2019, teman-teman kantor berinisiatif untuk mendatangkan guru Yoga ke kantor kami seminggu sekali. Sejak itu saya rutin sekali Yoga hampir setiap minggu (jika tidak tugas luar). Setiap hari pun, walaupun singkat hanya 20 menit, saya usahakan untuk tetap Yoga.

Postingan ini mungkin hanya berupa bahan refleksi saya, supaya suatu saat jika saya malas melakukan Yoga, saya akan membaca kembali tulisan ini.

Hal-hal yang saya…

Kenangan

Saya sedang ada di Pekalongan untuk tugas lapangan suatu studi yang sudah mau berakhir. Ini sudah malam kelima saya tugas luar. Seperti biasa, di akhir-akhir tugas luar sudah ingin sekali pulang dan kembali ke kamar sendiri serta melakukan aktifitas rutin di rumah.

Saya bingung mau menulis apa.
Lama tidak menulis jadi membuat kaku ketika mengetik di media blog ini.

Saya baru saja mengecek kolom komentar yang belum di-publish dan mendapati sebuah komentar dari Unknown yang kemungkinan besar adalah teman lama saya saat masih Coas. Kebetulan di postingan itu saya menaruh 2 foto saya saat coas bersama teman-teman dan mau tidak mau, itu seakan menarik saya untuk kembali sedikit mengenang beberapa kejadian maupun perasaan jaman itu.

Dan jika mau dikaitkan dengan situasi sekarang, betapa semuanya telah berubah. Termasuk juga hubungan pertemanan saya dengan teman-teman di foto itu. Sudah lama sekali kami tidak saling mengontak bahkan menyapa lewat media sosial. Tapi, hidup memang seperti itu,…

Drinking Tea

20 April 2019 09:08 am

Good morning. Actually i already wrote a paragraph on my diary but then decided to do a blog post instead. This post will be like a random post of what i did this morning and some other thoughts hanging on my brain.

Today i woke up almost at 7 am. Quite late actually. But i had a good sleep without a single nightmare or me waking up in the middle of the night. So i skipped my guiltyness feeling and thought what i would do next, do yoga or walk down the street to the local market. I chose the second. So today will be the very first time skipped my morning yoga routine that i had built for this last month. But thinking that it's still 9am, i may be do it after i write this.

So i went to the market by myself. I used to do this with Yosua. But since he is away for work, i go to the market alone. This has been my routine as well. Most of the time i cook my meals, except lunch on the weekdays, i prefer to buy lunch on the university foodcourt. to make me not to fe…

Anak Rumahan

Sampai hari ini, saya belum pernah berhasil menikmati membaca buku di cafe atau kerja sendirian di cafe. Kalau saya ke cafe, hampir selalu adalah bersama dengan orang lain. Mungkin itu dengan Yosua, teman kantor, atau teman yang jarang bertemu. Ada sih sesekali saya ke cafe sendiri, namun itu momen langka. Paling juga saya hanya bertahan sejam sendirian di cafe. Selain cafe, saya juga tak bisa tuh keluyuran lama di mall. Setiap ke mall, selalu ada tujuan. Seperti kemarin saat pulang lebih awal dari kantor saya ke mall terdekat, untuk membeli buku dan nonton film. Saya ke Gramedia membeli buku, ke atm, lalu ke bioskop. Ternyata film yang ingin saya tonton masih 2 jam lagi. Saya bingung 2 jam itu mau kemana, akhirnya saya putuskan tidak jadi menonton. Saya pun ke supermarket untuk membeli keperluan pribadi. Setelah itu saya pulang. Total saya di mall tak sampai sejam. Di rumah, saya berganti dengan baju nyaman, mengambil buku yang baru di beli, menyeduh teh dan madu, membaca sambil minu…

Advice For My Younger Self

Often, i looked at many articles write about this: 'Advice for my younger self'. This made me think: what would i tell to myself when i was 15 or 20 years old. So here is my version of advise i wish i knew when i was young:

Nothing.

None.

No advice.

I have no tips to my younger self. If i could say something, then i would say this to Sandra in her teenage age:

'You are doing great. It's ok to feel anything you feel now. It's okay to feel insecure, It's okay to feel you are better than others or worse than other. it's okay to do what you are doing, it's also ok to not to do anything. It's okay to think that you are alone. It's okay to be you. It's okay if you want to copy someone else. It's okay to be grateful with what you have. It's also okay if sometimes you compare yourself to other. Those are some ways that you will learn many things about you, about life, about nothing. Whatever you felt, whatever you experienced, the fulfilness…

New York City Story 2: Jalan-Jalan Selow

Gambar
Ini sambungan dari cerita pertama saya tentang jalan-jalan di New York.



Kalau diingat-ingat, saya tidak pernah sekalipun jalan-jalan ke suatu tempat baru sendirian. Mungkin mirip waktu saya awal ke Melbourne, di mana saya lebih sering menghabiskan waktu sendirian, termasuk juga jalan-jalan ke tempat wisata sendirian. Bedanya, di Melbourne saya tinggal untuk sekolah bukan murni untuk jalan-jalan. Atau waktu saya masih kerja di sebuah lembaga yang menangani TB, saya sering tugas ke kabupaten di luar pulau sendirian. Tapi sekali lagi itu tugas dan bukan keliling ke objek-objek terkenal di suatu kota.

Saya baru mengunjungi sedikit tempat di Indonesia atau di luar negeri. Dan semuanya itu saya lakukan selalu bersama dengan Yosua atau teman cewek.  Jadi, jalan-jalan ke NYC akan jadi momentum saya mengecek list: 'Travelling Alone'. Ide tersebut muncul saja sudah membuat saya deg-degan. Tapi saya berani mengambil resiko ini karena saya ingat, adik saya, Nike, di tahun 2016-2017 mengun…

New York City Story 1 : Naik Subway

Gambar
Setelah lama tidak pernah update blog, hari ini saya tergerak untuk menulis sedikit pengalaman saya ke US kemarin, dari tanggal 9-19 Maret 2019. Kayaknya saya bakal coba bikin cerita berseri deh, biar ngga kepanjangan. Kita lihat saja saya rajin apa ngga untuk cerita semua di sini :p


Prolog:
Pertengahan Februari 2019 kemarin, bu bos menanyakan ke saya, apakah saya bisa mewakili tim penelitian kami untuk mengikuti mini workshop data analysis di kantor pusat partner kerja kami di Baltimore? Awalnya, saya menawarkan untuk ke teman saya, data manager, yang mengikuti worksho ini karena lebih tepat tentunya jika dia yang ikut. Sedangkan saya, posisinya adalah program manager, yang tidak terlalu banyak berhubungan dengan analisa data kami. Tapi karena teman saya ini tidak bisa, jadilah keputusan tetap seperti yang awal yaitu saya yang berangkat. Kemudian dimulailah segala urusan pengurusan visa. Banyak drama yang terjadi di sini. Drama pertama adalah, akhir Februari ini saya ke Bangkok, sehi…

Tidak Ada Rekapan 2018

Judul mencerminkan isi.

Saat ini menjelang pukul 3 sore di kantor. Beberapa pekerjaan saya sudah selesai. Beberapa lagi (seperti biasa) ditunda dulu dikerjakan dengan banyak alasan. Alasan utamanya adalah otak sudah tak lagi mampu bekerja sama untuk berpikir.
Akhirnya, saya pun terpikir untuk membuka blog dan menulis. Sebelum menulis, saya memeriksa beberapa postingan lama dan me-revert postingan-postingan tersebut menjadi 'Draft'. Setelah berumur 31 tahun, melihat kembali tulisan menye-menye di belakang, saya malah jadi malu sendiri. 
Setiap tahun, saya hampir selalu melakukan rekapan tahun tersebut di blog ini. Tapi untuk tahun 2018 ini, tidak ada sedikit pun keinginan untuk membuat rekapan ini. Konsekuensinya tentu saja saya tidak mempunyai jejak rekaman perjalanan hidup selama satu tahun. Tapi sudahlah, toh menceritakan kejadian satu tahun yang lalu setelah kejadian itu lama berselang, juga tidak valid tentu saja. Otak kita hanya mengingat secuil saja perasaan mengenai ken…