Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Anak Rumahan

Sampai hari ini, saya belum pernah berhasil menikmati membaca buku di cafe atau kerja sendirian di cafe. Kalau saya ke cafe, hampir selalu adalah bersama dengan orang lain. Mungkin itu dengan Yosua, teman kantor, atau teman yang jarang bertemu. Ada sih sesekali saya ke cafe sendiri, namun itu momen langka. Paling juga saya hanya bertahan sejam sendirian di cafe. Selain cafe, saya juga tak bisa tuh keluyuran lama di mall. Setiap ke mall, selalu ada tujuan. Seperti kemarin saat pulang lebih awal dari kantor saya ke mall terdekat, untuk membeli buku dan nonton film. Saya ke Gramedia membeli buku, ke atm, lalu ke bioskop. Ternyata film yang ingin saya tonton masih 2 jam lagi. Saya bingung 2 jam itu mau kemana, akhirnya saya putuskan tidak jadi menonton. Saya pun ke supermarket untuk membeli keperluan pribadi. Setelah itu saya pulang. Total saya di mall tak sampai sejam. Di rumah, saya berganti dengan baju nyaman, mengambil buku yang baru di beli, menyeduh teh dan madu, membaca sambil minu…

Advice For My Younger Self

Often, i looked at many articles write about this: 'Advice for my younger self'. This made me think: what would i tell to myself when i was 15 or 20 years old. So here is my version of advise i wish i knew when i was young:

Nothing.

None.

No advice.

I have no tips to my younger self. If i could say something, then i would say this to Sandra in her teenage age:

'You are doing great. It's ok to feel anything you feel now. It's okay to feel insecure, It's okay to feel you are better than others or worse than other. it's okay to do what you are doing, it's also ok to not to do anything. It's okay to think that you are alone. It's okay to be you. It's okay if you want to copy someone else. It's okay to be grateful with what you have. It's also okay if sometimes you compare yourself to other. Those are some ways that you will learn many things about you, about life, about nothing. Whatever you felt, whatever you experienced, the fulfilness…

New York City Story 2: Jalan-Jalan Selow

Gambar
Ini sambungan dari cerita pertama saya tentang jalan-jalan di New York.



Kalau diingat-ingat, saya tidak pernah sekalipun jalan-jalan ke suatu tempat baru sendirian. Mungkin mirip waktu saya awal ke Melbourne, di mana saya lebih sering menghabiskan waktu sendirian, termasuk juga jalan-jalan ke tempat wisata sendirian. Bedanya, di Melbourne saya tinggal untuk sekolah bukan murni untuk jalan-jalan. Atau waktu saya masih kerja di sebuah lembaga yang menangani TB, saya sering tugas ke kabupaten di luar pulau sendirian. Tapi sekali lagi itu tugas dan bukan keliling ke objek-objek terkenal di suatu kota.

Saya baru mengunjungi sedikit tempat di Indonesia atau di luar negeri. Dan semuanya itu saya lakukan selalu bersama dengan Yosua atau teman cewek.  Jadi, jalan-jalan ke NYC akan jadi momentum saya mengecek list: 'Travelling Alone'. Ide tersebut muncul saja sudah membuat saya deg-degan. Tapi saya berani mengambil resiko ini karena saya ingat, adik saya, Nike, di tahun 2016-2017 mengun…

New York City Story 1 : Naik Subway

Gambar
Setelah lama tidak pernah update blog, hari ini saya tergerak untuk menulis sedikit pengalaman saya ke US kemarin, dari tanggal 9-19 Maret 2019. Kayaknya saya bakal coba bikin cerita berseri deh, biar ngga kepanjangan. Kita lihat saja saya rajin apa ngga untuk cerita semua di sini :p


Prolog:
Pertengahan Februari 2019 kemarin, bu bos menanyakan ke saya, apakah saya bisa mewakili tim penelitian kami untuk mengikuti mini workshop data analysis di kantor pusat partner kerja kami di Baltimore? Awalnya, saya menawarkan untuk ke teman saya, data manager, yang mengikuti worksho ini karena lebih tepat tentunya jika dia yang ikut. Sedangkan saya, posisinya adalah program manager, yang tidak terlalu banyak berhubungan dengan analisa data kami. Tapi karena teman saya ini tidak bisa, jadilah keputusan tetap seperti yang awal yaitu saya yang berangkat. Kemudian dimulailah segala urusan pengurusan visa. Banyak drama yang terjadi di sini. Drama pertama adalah, akhir Februari ini saya ke Bangkok, sehi…

Tidak Ada Rekapan 2018

Judul mencerminkan isi.

Saat ini menjelang pukul 3 sore di kantor. Beberapa pekerjaan saya sudah selesai. Beberapa lagi (seperti biasa) ditunda dulu dikerjakan dengan banyak alasan. Alasan utamanya adalah otak sudah tak lagi mampu bekerja sama untuk berpikir.
Akhirnya, saya pun terpikir untuk membuka blog dan menulis. Sebelum menulis, saya memeriksa beberapa postingan lama dan me-revert postingan-postingan tersebut menjadi 'Draft'. Setelah berumur 31 tahun, melihat kembali tulisan menye-menye di belakang, saya malah jadi malu sendiri. 
Setiap tahun, saya hampir selalu melakukan rekapan tahun tersebut di blog ini. Tapi untuk tahun 2018 ini, tidak ada sedikit pun keinginan untuk membuat rekapan ini. Konsekuensinya tentu saja saya tidak mempunyai jejak rekaman perjalanan hidup selama satu tahun. Tapi sudahlah, toh menceritakan kejadian satu tahun yang lalu setelah kejadian itu lama berselang, juga tidak valid tentu saja. Otak kita hanya mengingat secuil saja perasaan mengenai ken…